SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Alana Pingsan


__ADS_3

Max semakin bingung dan penasaran skenario apa saja sebenarnya yang dibuat oleh Amanda tapi dia tahan dia akan cari tahu sendiri ah itu membuat dia pusing lebih baik dia cari tahu liwat Willy saja lebih cepat dan tidak membuatnya tambah pusing, dengan adanya Alana di sini saja sudah cukup membuat dirinya bingung apalagi ditambah dengan mencari tahu apa saja yang sebenarnya berita hoax yang disebarkan Amanda tambah semakin membuatnya pusing.


"Jangan membuat berita tak jelas kamu Alana! yang pasti pagi ini Max menghubungiku dan mengajakku sarapan romantis," ucap Amanda sambil tersenyum meremehkan.


Max semakin merasa bersalah pada Alana dia ingin angkat bicara dan menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi tapi Alana lebih dulu bersuara.


"Oh ya? kamu tahu apa artinya ajakan itu?" balas Alana dengan tenang.


"Tentu aku tahu! Max lebih tertarik denganku dari pada kamu," ucap Amanda penuh percaya diri.


Max semakin geram dan ingin sekali memaki Amanda tapi lagi lagi Alana mendahuluinya.


"Hahaha kamu salah Nona artis yang sedang naik daun dengan cara memanfaatkan ketenaran orang lain! itu artinya kamu hanya sebagai barang serep! tau arti barang serep? itu sama artinya kamu barang cadangan bila butuh dicari bila tidak butuh kamu dibuang buuummm" ucap Alana sambil melempar tisu ke dalam tempat sampah seakan-akan menggambarkan seberapa tidak berharganya Amanda.


Amanda emosi dan dia mengangkat tangannya ingin menampar pipi Alana tapi Max lebih dulu menyekal tangan Amanda dengan kasar.


"Cukup Amanda sebenarnya aku mengajakmu untuk sarapan ini karena rencana Willy untuk menjebakmu yang telah membuat skenario skandal aku denganmu, itu cara Willy sebenarnya aku ingin menggunakan caraku sendiri tapi Willy mencegahku karena itu kurang manusiawi tapi ku lihat kamu besar kepala seolah-olah kita memang saling mengenal dan memiliki hubungan istimewa padahal yang sebenarnya aku bicara denganmu saja bisa dihitung dengan jari maka sekarang cara penyelesaian masalah omong kosongmu aku gunakan caraku saja pergi dari sini dan tunggu berita kehancuran karirmu dan jangan harap namamu terdengar lagi di dunia hiburan," ucap Max.


"Tapi Tuan Max...,"


"Tidak ada tapi tapian pergi dari sini segera sebelum aku lebih kejam lagi," ucap Max.


Dengan wajah merah padam Amanda pergi dari sana sebelum pergi Amanda sempat menatap Alana dengan tatapan penuh kebencian tapi malah dibalas dengan senyum manis oleh Alana yang semakin membuat Yolanda meradang.


"Ana kenapa kamu tiba-tiba ada di sini?"tanya Max setelah kepergian Amanda


"Aku pergi ke sini untuk liburan dengan kekasih gelapku," jawab Alana sekenanya sambil melanjutkan memakan kue yang sejak tadi ada dihadapannya.

__ADS_1


"Aku serius bertanya padamu Ana!" ucap Max.


"Aku juga serius menjawabnya," balas Alana santai.


Max semakin kesal pada sikap Alana tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa pada Alana dia mengusap kasar wajahnya Max frustasi menghadapi tingkah Alana.


Alana sendiri sebenarnya bingung dengan dirinya dari mana dia memiliki sikap tenang dan berani pada Max apalagi caranya tadi dalam membalas Amanda sungguh sangat berbeda dengan dirinya yang super tidak sabaran mengapa kali ini Alana bisa sesantai itu menghadapi Amanda dan Max dalam suasana hatinya yang dilanda cemburu.


"Sebenarnya ini semua rencana Willy Ana! aku hanya mengikuti saran Willy agar aku punya rekaman yang bisa menjadi bukti bahwa aku tidak melakukan apapun seperti diberitakan itu," ucap Max mencoba menjelaskan pada Alana.


"Aku tidak peduli," jawab Alana sekenanya sambil tersenyum menyendok makanan dihadapannya.


Max berfikir sebentar bagaimana caranya menghadapi Alana yang sedang kesal padanya tanpa menyakiti hati Alana.


Max tersenyum jahil karena dia menemukan cara yang tepat.


"Oh jadi kemarin waktu aku pulang dari perjalanan bisnis kamu marah karena kamu cemburu ya" goda Max sambil menaik turunkan kedua belah alisnya.


Alana merasakan wajahnya panas dia yakin saat ini pasti wajahnya terlihat merah karena malu digoda Max


"Sudahlah Ana ngaku saja," ucap Max sambil menahan tawanya.


Max ingin sekali mencubit pipi merah Alana tapi dia tahu saat ini Alana masih kesal dengannya.


"Tidak aku tidak cemburu padamu," ucap Alana masih kukuh.


"Beneran kamu tidak cemburu? tapi itu kenapa pipi jadi merah seperti kepiting rebus," ucap Max.

__ADS_1


Alana merasakan pipinya semakin panas apalagi ketika melihat Max yang menertawakan dirinya, Alana pun bangkit meninggalkan Max dengan kesal Max pun mengikutinya.


"Berhenti Max jangan ikuti aku!" ucap Alana kesal.


"Aku akan berhenti mengikutimu Ana jika kamu mau mengakui kalau kamu cemburu," goda Max.


"Ah kamu menyebalkan Max!" ucap Alana dan pergi meninggalkan Max.


Max terus mengejar Alana sambil dia mengirimkan pesan pada Willy.


"Buat perhitungan untuk Amanda! setelah itu aku akan membuat perhitungan padamu karena rencanamu membuatku merasa seperti suami yang sedang kepergok berselingkuh," ucap Max dalam pesannya.


Willy yang menerima pesan itu pun tersenyum kejut dia tahu ini pasti akan terjadi dia harus bertanggung jawab atas rencana yang telah di perbuat.


Max memasukkan ponselnya ke dalam saku setelah dia mengirimkan pesan pada Willy, Max melihat sekelilingnya menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Alana Max kehilangan jejak Alana, Max panik karena dia tahu ini pertama kali Alana pergi ke Jerman pasti dia belum tahu arah di negara ini.


Max terus berjalan menyusuri sekitar hotel dia yakin Alana belum jauh dari tempat ini.


Ketika Max sampai di taman dia melihat orang berkerumun, hati Max berdegup kencang pikiran yang tidak tidak tentang Alana melintas di otaknya Max segera berlari dan menghampiri kerumunan itu dan benar saja apa yang dia rasakan di tengah kerumunan itu Max melihat tubuh Alana yang terbaring lemas.


Max segera bergegas menghampiri dia menyibak kerumunan tanpa memperdulikan bisik bisik orang yang ada di sana.


Max mengangkat tubuh Alana dan segera membawa Alana menuju pinggir jalan, Max menghentikan sebuah taxi yang melintas di sana.


"Krakenhaus!" ucap Max.


Sopir taxi itu pun segera melaju membelah jalanan kota yang saat ini tidak terlalu banyak kendaraan berlalu lalang.

__ADS_1


Max sangat gelisa dia khawatir dengan keadaan Alana yang tiba-tiba tidak sadarkan diri. Max membawa Alana ke rumah sakit tempat temannya yang berasal dari Indonesia tugas di Jerman, jika yang menangani Alana temannya sendiri Max lebih percaya pasti mereka akan menangani Alana dengan serius dan cekatan karena mereka telah mengenal bagaimana sikap Max jika dengan orang yang sangat berarti bagi hidupnya.


"Ana bertahanlah sebentar lagi kita tiba di rumah sakit," gumam Max sambil terus menggenggam tangan Alana. Baru kali ini Max merasa sangat cemas dan panik karena seorang wanita.


__ADS_2