
Tidak terasa kandungan Alana sudah berusia 8 bulan, selama masa kehamilan Alana tidak mengalami morning sickness, bayi dikandungan Alana tidak menyusahkan kadang Alana juga merasa heran kata orang hamil sangat menguras emosi dan tenaga tapi yang Alana rasakan tidak begitu, masa kehamilan dia rasakan seperti biasa malah Max yang selalu ribut dan khawatir tiap hari Max selalu bertanya apa yang diinginkan Alana? apakah Alana merasa mual dan pingin muntah? Max setiap mau berangkat kerja selalu bertanya apa Alana ingin pesan sesuatu dan jawaban Alana selalu sama aku tidak ingin apa apa Max, dan setiap Alana menjawab seperti itu Max selalu menghela nafas kecewa.
Sebenarnya Max ingin sekali merasakan direpotkan istri ketika hamil karena ngidam seperti yang diceritakan oleh teman temannya tapi Alana tidak pernah rewel di masa kehamilannya ini.
Seperti pagi ini Max ke kantor dengan wajah cemberut. Willy pun menghampiri Max yang baru saja tiba di ruangannya.
"Ada apa Kak kenapa kamu cemberut?" tanya Willy.
"Aku heran kenapa istriku tidak merasakan ngidam seperti teman-teman katakan? setiap aku tanya ingin apa selalu dia jawab tidak ingin apa apa di rumah semua sudah ada yang ingin aku makan, padahal aku ingin merasakan tengah malam dibangunkan dengan suara rengekan Alana yang pingin makan ini makan itu tapi itu tidak pernah terjadi sampai usia kandungannya 8 bulan," ucap Max.
"Hahaha orang hamil itu punya bawaan sendiri sendiri Kak jadi setiap orang hamil itu tidak sama ada yang setiap saat mutah ada yang jarang mutah bahkan ada yang tidak pernah mutah, ngidam juga begitu ada yang ngidamnya aneh aneh ada pula yang tidak pernah ngidam jadi Kakak tidak perlu terlalu khawatir dengan sikap kak Alana selagi kondisi ibu dan bayi dikandungan sehat," ucap Willy.
"Sok tahu kamu Will seakan akan kamu pernah punya istri hamil saja," ucap Max sambil berdecak sebal.
"Memang aku belum pernah punya istri hamil Kak tapi aku sering baca buku tentang kehamilan sejak Kak Alana hamil takutnya Kakak tidak faham tentang kondisi dan suasana hati bumil Kakak tanya aku dan aku pun tidak tahu bisa gawat," jawab Willy.
"Ah sudahlah Will padahal aku pingin juga merasakan istri merajuk minta ini itu," ucap Max dengan nada kecewa.
"Kalau begitu nanti malam aku saja yang merajuk pada Kakak minta ini minta itu," jawab Willy sambil menahan tawanya.
"Jangan harap," ucap Max sambil melempar Willy dengan bolpoinnya.
Willy pun tertawa terbahak-bahak.
Max sudah sangat berubah sejak kehamilan Alana dia tidak lagi terkesan sebagai seorang CEO yang dingin dan tanpa perasaan tapi Max yang sekarang sudah bisa bersikap ramah pada orang orang di sekitarnya Willy sangat senang melihat perubahan Max.
"Oh ya Will bagaimana tugas yang aku berikan padamu? apakah ayah mertuaku sudah bebas?" tanya Max.
"Semua sebentar lagi akan segera beres, orang orang kita di Indonesia telah mengurusnya dan harta yang dituduhkan ayah Alana gelapkan ternyata harta itu digelapkan oleh ibu tiri Alana," tutur Max.
__ADS_1
"Sudah aku duga, urus semua Willy dan jangan lupa bersihkan nama baik ayah mertua!" perintah Max.
"Siap Kak aku akan melakukan sesuatu perintahmu," jawab Willy.
"Aku permisi Kak, jangan lupa setengah jam lagi kita ada meeting," lanjut Willy mengingatkan.
"Hmmm," jawab Max sambil fokus kembali pada komputernya.
Sementara itu Alana di rumah sedang ingin menyibukkan diri dia jenuh di rumah hanya tidur makan dan balik lagi ke kamar.
Alana memutuskan untuk menanam bunga di taman depan rumah, Alana meminta salah satu Asisten rumah tangga untuk membeli bibit bunga tanpa memberi tahu kalau dia ingin menanamnya sendiri.
Setelah Asisten rumah tangga itu membelikan bibit bunga Alana pun memintanya membawa ke taman yang ada di depan rumah.
"Tolong bawa ke taman depan ya Bi!" perintah Alana.
"Baik Nyonya," jawab Asisten itu.
Alana mengikuti asisten rumah tangga yang membawa bibit bunga itu menuju taman depan dengan membawa alat untuk berkebun bi Rumi yang melihat itu pun segera menghampiri dan bertanya untuk apa Alana membawa semua peralatan itu.
"Nyonya untuk apa Anda membawa peralatan berkebun itu?" tanya Bi Rumi.
"Aku ingin menanam bunga BI," jawab Alana.
"Biarkan para asisten yang menanam sebaiknya Nyonya cukup mengarahkan saja tidak perlu mebawa alat seperti itu," ucap Bi Rumi.
"Tidak Bi aku ingin melakukannya sendiri kali ini saja, aku bosan Bi hanya makan tidur makan lagi dan tidur lagi jenuh sekali," jawab Alana sambil menampilkan wajah melasnya.
"Jangan Nyonya nanti kalau tuan tahu bisa marah besar," jawab Bi Rumi.
__ADS_1
"Jangan bilang Max Bi, kalau bibi tidak mengadu pasti Max tidak tahu, please bi sekali ini saja," ucap Alana memohon.
"Baiklah Nyonya tapi kalau Tuan marah Nyonya harus bertanggung jawab," ucap bi Rumi.
Alana pun tersenyum bahagia mendapat jawaban bi Rumi.
"Siap Bi nanti kalau Max marah aku yang akan menghadapinya," ucap Alana sambil mengacungkan jempolnya.
Alana pun berjalan menuju taman depan di sana beberapa asisten rumah tangga telah siap dengan bibit bunga yang tadi telah di belinya.
"Aku akan menanamnya sendiri jadi tugas kalian hanya membantu apa yang aku butuhkan," ucap Alana pas para asistennya.
"Tapi Nyonya ...,"
"Tidak ada tapi tapian aku sudah memutuskan ini jadi turuti saja perkataanku," ucap Alana.
Akhirnya mau tidak mau para asisten itu pun menuruti perintah Alana mereka membiarkan Alana menanam bunga bunga itu sendiri dan para asisten rumah tangganya hanya menemani dan membantu jika Alana merasa kesulitan seperti mengangkat pot besar yang Alana tidak bisa mengangkatnya asisten rumah tangga membantu mengangkat.
Tidak terasa hari sudah sore dan Alana masih sibuk berkebun tanpa dia sadari Max sudah pulang dari kantor dan sejak tadi memperhatikan apa dia kerjakan.
Bi Rumi yang melihat tuannya datang dan berdiri saja tidak segera masuk rumah pun akhirnya tersadar kalau sejak tadi dia sedang memperhatikan Alana yang sedang berkebun bi Rumi pun segera menghampiri Max.
"Maaf Tuan saya sudah melarang Nyonya berkebun tapi Nyonya bersikeras ingin menanam bunga itu sendiri," ujar Bi Rumi.
"Biarkan saja Bi asal dia hati hati itu tidak masalah kalau itu membuatnya senang sekalipun kita melarang Alana tidak akan pernah mau dilarang," ujar Max.
Max kini sudah faham seberapa keras kepala istrinya itu.
"Baik Tuan ... saya permisi dulu masih ada pekerjaan," ucap bi Rumi sambil meninggalkan Max.
__ADS_1
Max pun mengikuti bi Rumi masuk ke rumah dia ingin membersihkan diri dulu sebelum menghampiri Alana.