
Setelah lagu berakhir Max segera melepaskan pelukannya pada Amanda walaupun orang di sekitar mereka meminta Max dan Amanda berdansa sekali lagi dia tidak menghiraukan permintaan mereka karena saat ini Max tengah gelisah sepanjang dia menyusuri ruangan ini dengan pandangannya dia tidak menemukan Alana di manapun.
Max berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Willy yang sedang berbincang-bincang dengan anak buahnya di depan pintu samping.
"Willy di mana kakak iparmu?" tanya Max tiba tiba.
Willy segera mengalihkan pandangannya ke arah Max, dia merasa sedikit heran karena Max menanyakan keberadaan Alana dengan menyebut kakak ipar bukan namanya tapi Willy mengurungkan niatnya untuk menggoda Max karena dia tahu saat ini Max sedang cemas.
Willy menunjukkan di mana keberadaan Alana pada Max dan betapa kagetnya Max ketika melihat Alana dan Agnes yang sedang bercakap-cakap dengan kata kata yang ngelantur Max tahu kalau saat ini Agnes dan Alana sedang dalam keadaan mabuk.
"Mengapa kamu biarkan dia mabuk Willy!" ucap Max geram.
"Jangan salahkan aku Kak! Coba kamu tengok apa kesalahanmu!" ucap Willy datar.
Max yang tidak mengerti apa yang di maksud Willy pun bingung dan memutuskan untuk memperjelasnya.
"Memangnya apa kesalahan yang telah aku perbuat Will?" tanya Max.
"Ternyata Kakak bisa bodoh juga ya!" ejek Willy sambil tersenyum meremehkan.
"Cepat katakan jangan membuatku semakin kesal!" bentak Max.
"Baiklah ... baik aku akan mengatakannya! Kakak Alana tadi melihatmu sedang berdansa dengan Amanda dan dia kelihatan sangat cemburu kemudian memutuskan untuk munim," ucap Willy.
Max yang merasa hatinya bahagia karena Alana cemburu padanya pun segera menetralkan rasa itu dia takut kalau Willy hanya asal bicara mana mungkin Alana cemburu padanya bahkan bagaimana perasaan Alana padanya saja Max belum tahu karena Alana tidak pernah mengutarakan isi hatinya secara langsung.
Max pun menghampiri Alana yang sedang mabuk berat dan mengajaknya pulang tapi Alana terus saja menolak dan bergumam tidak jelas, Max yang merasa khawatir akan keadaan Alana pun segera mengangkat tubuh Alana seperti karung beras dan membawanya pergi dari sana.
Sebelum benar-benar pergi Max meminta pada Willy agar mengantarkan Agnes pulang ke rumah dia tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak baik pada sahabat istrinya.
__ADS_1
Willy pun mengangguk dan meminta salah satu orang kepercayaannya untuk mengurus pesta ini sedangkan dia sendiri pergi mengantarkan Agnes pulang.
Alana terus memberontak dalam pelukan Max tapi Max tidak memperdulikan itu dia terus berjalan menghampiri mobilnya yang berada di parkiran.
Setelah sampai di depan mobilnya Max membuka pintu samping kemudi dan mendudukkan Alana di sana segera memasang sabuk pengaman agar Alana tidak terjatuh nanti ketika mobil berjalan.
Alana terus memukul tubuh Max dan bergumam lirih.
"Tidak usah kamu hiraukan aku Max! Pergilah temui wanita cantik itu dia lebih cantik dariku kamu lebih cocok dengannya," ucap Alana setengah sadar.
"Maafkan aku Ana! Aku tidak bermaksud menyakitimu bagiku kamu adalah wanita tercantik," ucap Max sambil mengelus rambut Alana.
Alana pun tidak peduli dengan apa yang di lakukan Max dan terus bergumam tidak jelas.
Max yang melihat bibir merah merona milik Alana merasa sangat tergoda ingin rasanya dia mencium bibir itu tapi sebisa mungkin menahannya.
Max memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu agar Alana segera bisa beristirahat. Max berjalan memutari mobilnya dan segera duduk di kursi kemudi tidak beberapa lama mobil itu telah melaju meninggalkan area pesta.
"Aku akan mendapatkan kamu Max! Aku lebih segalanya dari dari Alana jadi aku lebih pantas bersamamu bukan anak koruptor itu," ucap Amanda dengan tatapan sinis.
Willy pun membawa Agnes ke mobilnya Agnes pun terus berontak menolak Willy mengantarkan dirinya pulang tapi apa daya tenaganya tidak sebanding dengan Willy.
Sepanjang perjalanan Agnes terus memaki Willy tapi Willy tidak peduli dia terus saja fokus pada kemudinya.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya Willy sampai di rumah Agnes dia pun memapah Agnes menuju rumahnya.
Agnes terus saja memberontak dan kesabaran Willy pun hampir habis tapi dia tetap bersabar dengan cara tidak memperdulikan apa yang di katakan Agnes.
"Dimana kuncinya?" tanya Willy.
__ADS_1
Agnes pun menunjuk pot yang ada di sudut pintu dengan dagunya.
"Di bawah pot itu!" ucap Agnes.
Willy pun membantu Agnes agar duduk di sebuah kursi yang ada di depan pintu dia sendiri bergegas mencari kunci pintu rumah Agnes.
Setelah menemukan kunci rumah itu Willy membuka pintu dan segera membawa Agnes masuk.
"Dasar merepotkan kalau kamu tidak tahan dengan alkohol kenapa minum! Merepotkan orang saja," gumam Willy.
Agnes sudah tidak punya tenaga untuk membantah Willy dia pun hanya diam saja, Willy menutup pintu rumah Agnes kembali dan membawanya menuju kamar Agnes.
Ketika sampai di kamar gadis itu Willy berniat membaringkan Agnes di tempat tidurnya tapi sial kaki Willy membentur pinggiran tempat tidur dan tanpa sengaja dia dan Agnes terjatuh di tempat tidur dengan posisi Willy berada di atas Agnes.
Bibir mereka saling menempel mata mereka berdua saling bertemu mereka saling berpandangan beberapa saat.
Entah karena pengaruh minuman atau apa Agnes pun memperdalam ciuman dengan Willy.
Willy yang mendapat perlakuan seperti itu dari Agnes pun kaget dia tidak bereaksi apapun, tidak menolak maupun membalas ciuman yang Agnes berikan, Willy sangat shock karena ini pertama kalinya dia berciuman dengan seorang wanita.
Selama ini Willy hanya fokus pada pekerjaan dia tidak pernah berpikir untuk mencari seorang kekasih. Tidak di pungkiri di hati Willy ada debaran rasa aneh yang belum pernah dia rasakan selama ini.
Agnes yang merasa kehabisan nafas pun segera melepaskan ciumannya, Willy memanfaatkan kesempatan itu untuk bangun dari posisinya dia takut tidak bisa menahan diri ketika mendapat perlakuan lebih dari Agnes karena bagaimanapun dia juga lelaki normal yang sudah berusia 30tahun dan tidak akan bisa tahan bila terus digoda.
Willy meninggalkan Agnes di dalam kamarnya, Willy mendengar teriakan Agnes yang mengumpat dan mencaci dirinya tapi Willy memilih pergi ke ruang tamu rumah itu untuk menenangkan dirinya sendiri.
Setelah tidak mendengar teriakkan Agnes lagi Willy segera berjalan ke kamar Agnes untuk melihat keadaan wanita itu.
Willy melihat Agnes yang sudah tertidur tapi dia juga melihat bekas muntah di sana, Willy mengambil sapu tangannya dari saku dan juga mengambil air bersih dari kamar mandi perlahan lahan dia membasuh bekas muntah yang ada di sekitar wajah dan tubuh Agnes.
__ADS_1
"Gadis bodoh sudah tahu tidak kuat minum masih saja nekat minum alkohol," gumam Willy sambil terus membersihkan wajah Agnes.
Agnes membuka matanya sebentar dan dia melihat bayangan seseorang yang sedang membersihkan wajahnya tapi matanya terasa berat akhirnya dia memilih untuk terpejam kembali.