SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Alana Dan Max Kecelakaan


__ADS_3

Alana pun merasa bingung dia harus marah atau senang mengetahui kebenaran ini, dia merasa selama ini Max membohongi dirinya dengan menyembunyikan siapa Max yang sebenarnya.


Tidak di pungkiri setelah bersama Max beberapa bulan ini tumbuh rasa cinta untuknya tapi ketika mengingat siapa Max yang sebenarnya Alana menjadi takut kalau suatu hari nanti Max merasa bosan dengan dirinya, Max akan mencampakkan Alana begitu saja dan saat itu Alana sudah memberikan hatinya utuh untuk Max, Alana tidak bisa membayangkan betapa hancur hatinya saat itu.


Max terus menatap Alana yang sejak tadi diam saja, dalam hati Max merasa bersalah dan juga takut kalau Alana akan meninggalkan dirinya saat ini juga.


Alana menghela nafas dan berdiri bersiap untuk meninggalkan Max, dia ingin sendiri ingin berpikir dan menenangkan diri karena sejak dulu Alana paling tidak bisa di bohongi.


Max yang melihat Alana bersiap untuk pergi meninggalkan dirinya pun semakin cemas entah apa keistimewaan yang di miliki Alana hingga bisa membuat Max sangat takut kehilangan gadis ini.


"Kamu mau kemana Ana?" tanya Max cemas.


"Aku ingin sendiri," ucap Alana sambil bersiap untuk pergi.


"Pergilah tenangkan dirimu! Aku tahu aku bersalah tapi aku mohon setelah dirimu membaik pulanglah!" ucap Max lirih.


Alana tidak menghiraukan perkataan Max dia masih merasa kecewa pada Max.


Pulang? Pulang ke rumah siapa? Apa layak Alana bilang rumah yang beberapa bulan ini dia tempati adalah rumahnya. Alana terus berjalan dan otaknya sibuk berpikir apa yang akan dia lakukan setelah ini.


Max yang merasa khawatir akan keadaan Alana pun terus mengikuti Alana, entah Alana sadar atau tidak saat ini Max terus mengikutinya.


Keadaan Alana yang shock di manfaatkan oleh Yolanda dan kakaknya Tomas untuk balas dendam.


Yolanda mengirim pesan pada Tomas yang menunggu di tepi jalan mengatakan bahwa Alana keluar dari halaman kampus dalam keadaan seperti orang linglung.

__ADS_1


Tomas pun tersenyum ketika membaca pesan yang Yolanda kirimkan. Keberuntungan berpihak pada mereka, setelah mengetahui siapa sebenarnya orang yang melindungi Alana Yolanda dan Tomas mengatur rencana untuk mencelakai Alana, dia sangat dendam karena Alana menyebabkan Max membuat perusahaan mereka bangkrut.


Tidak beberapa lama Tomas melihat Alana berjalan menyusuri jalan raya dengan wajah datar dan terlihat saat ini Alana sedang kacau, Tomas pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi berniat untuk menabrak Alana.


Max yang melihat dari kejauhan ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi pun segera berlari ke arah Alana.


Max mendorong Alana hingga terjatuh ke tepi jalan, kepala Alana terbentur pembatas jalan tapi naas bagi Max mobil yang melaju dengan cepat itu menghantam tubuhnya dan membuat Max terjatuh tidak berdaya di pinggir jalan itu.


Alana yang melihat seseorang menyelamatkan dirinya pun segera berusaha bangkit dan melihat siapa orang yang menyelamatkan dirinya.


Betapa kagetnya Alana ketika mengetahui Max lah yang menyelamatkan dirinya. Alana berjalan terseok-seok menghampiri Max yang terbaring bersimbah darah.


Alana menaruh kepala Max di pangkuannya dan menangis sambil meneriakkan nama Max.


Tidak berapa lama ada beberapa orang yang datang menolong mereka Alana tiba tiba merasakan pandangan matanya menjadi gelap dan tidak beberapa lama kesadarannya pun menghilang.


Orang orang yang ada di sana pun segera membawa kedua orang itu menuju rumah sakit terdekat dan untungnya salah satu dari mereka adalah karyawan di perusahaan milik Max, orang itu segera mengabari Willy tentang keadaan Max dan Alana.


Ini sudah hari kedua setelah kecelakaan itu Alana dan Max di rawat di kamar yang berbeda, Alana hanya mengalami luka ringan besok sudah di perbolehkan pulang sedangkan Max dia mengalami luka yang lumayan hingga masih satu minggu harus beristirahat di rumah sakit ini.


Alana saat ini sedang berada dalam kamar inapnya bersama Agnes, sebenarnya dia ingin sekali melihat keadaan Max paling tidak mengetahui bagaimana keadaan Max tapi gengsinya lebih besar, dia masih merasa kesal pada Max karena dia tidak jujur pada Alana.


Agnes pun tahu apa yang sebenarnya di rasakan sahabatnya dan dia pun tahu betapa tinggi gengsi yang di miliki Alana.


"Alana apakah kamu tidak ingin mengetahui bagaimana keadaan suamimu?" tanya Agnes.

__ADS_1


Dalam hati Alana ingin sekali mengetahui bagaimana keadaan Max tapi dia tidak ingin membuat Agnes mempunyai kesempatan untuk mengejeknya karena Alana telah bercerita semuanya pada Agnes dan mengatakan kalau dia sangat kesal pada Max.


"Masa bodo! Sudah cukup jangan kamu ulang lagi menyebut Max suamiku," ucap Alana kesal. Sebenarnya Alana merasa kesal pada dirinya sendiri karena saat ini hati dan pikirannya tidak sejalan.


Pikirannya mengatakan agar dia membenci Max karena tidak jujur padanya yang telah menyandang status sebagai istrinya dan hatinya mengatakan kalau Alana harus menghampiri Max dan melihat keadaannya tapi lagi-lagi gengsi Alana lebih dominan.


Agnes yang melihat sahabatnya saat ini tengah mengalami delima pun tersenyum dalam hati dia berkata" Alana kamu masih sama seperti dulu lebih mementingkan egomu dari pada perasaan di hati".


Agnes menghela nafas dan berniat menceritakan keadaan Max pada Alana walaupun nanti Alana akan pura pura marah padanya.


"Max saat ini masih di rawat di kamar sebelah, dia mengalami luka yang lumayan serius saat menyelamatkanmu," ucap Agnes dan sengaja berhenti tidak melanjutkan kata-katanya karena ingin melihat ekspresi Alana.


Melihat Alana yang hanya diam saja tanpa membentak dirinya menyuruh untuk menghentikan ucapannya maka Agnes menyimpulkan bahwa sebenarnya Alana sangat khawatir dengan keadaan Max.


"Max harus masih tinggal di rumah sakit ini selama satu minggu untuk masa pemulihan sedangkan kamu besok sudah di perbolehkan pulang," kata Agnes lagi.


"Nes ... setelah pulang dari rumah sakit nanti bolehkan aku tinggal di rumahmu?" tanya Alana pada Agnes.


Agnes yang mendengar ucapan Alana pun kaget bukannya dia tidak ingin sahabatnya ini tinggal bersamanya tapi alangkah baiknya dia tinggal di rumah suaminya karena kini Alana telah menyandang status istri seseorang.


"Lebih baik kamu pulang ke rumah Max saja Alana! Tidak baik kamu tinggal di rumahku tanpa izin suamimu," ucap Agnes.


Alana yang mendengar ucapan Agnes pun jadi murung.


"Aku mau tinggal bersamamu beberapa hari Nes ... aku ingin memberikan membuat Max menyadari kalau seharusnya dia jujur padaku dan sekalian aku ingin menenangkan pikiran terlebih dulu," ucap Alana.

__ADS_1


Agnes pun akhirnya mengijinkan Alana untuk tinggal bersamanya besok setelah di ijinkan keluar dari rumah sakit, dia tahu Alana adalah sosok yang bijak nanti kalau dia sudah bisa tenang pasti akan kembali ke rumah suaminya.


__ADS_2