
Mark tersenyum bahagia akhirnya pekerjaan yang dikerjakan selama beberapa hari di Korea Selatan telah selesai dia bisa pulang untuk menemui Alananya.
Mark merasakan kembali perasaan yang selama ini dia buang jauh-jauh setelah penghianatan yang diterimanya.
Mark mulai merasakan kembali bagaimana itu rasa rindu. Dia merasakan mencintai seseorang dengan hatinya Alana gadis aneh yang dia jumpa tanpa sengaja membuat dirinya jatuh cinta. Malam ini Mark berniat untuk segera pulang untuk menjumpai pujaan hatinya dia tidak akan memberikan kabar kepulangannya pada Alana, Mark akan memberikan kejutan dia ingin melihat bagaimana reaksi sang kekasih mendapatkan kejutan seperti itu darinya.
"Willy tolong pesan tiket penerbangan untuk malam ini aku mau pulang malam ini juga," ucap Mark sambil berkemas.
Willy yang mendengar ucapan Mark pun kaget dia melirik jam tangannya dan berkata.
"Kak ini sudah malam perjalanan sangat jauh kau sampai rumah pasti tengah malam lagi, beristirahatlah dulu kita pulang besok saja," ucap Willy.
"Kalau kamu ingin beristirahat beristirahatlah Willy aku ingin pulang sekarang kalau kamu tidak ingin memesankan tiket untukku aku akan pesan sendiri," jawab Mark ketus.
Willy pun menghela nafas dan berucap,
"Baiklah Kak aku akan memesankan tiket untukmu tapi aku belum ingin pulang aku ingi beristirahat dulu di sini badanku sungguh hancur rasanya," ucap Willy.
"Terserah kamu saja yang penting aku ingin pulang malam ini," jawab Mark.
"Dasar sekarang kamu sudah jadi bucin Kak," gumam Willy sambil berlalu.
"Willy apa yang kamu katakan aku masih bisa mendengarnya," ujar Mark.
Willy tidak menanggapi perkataan Mark dia lebih memilih keluar dan memesan tiket penerbangan melalui ponselnya, setelah mendapatkan tiket dia mengirimkan pada Mark.
Mark pun tersenyum dan segera bergegas untuk pergi ke Bandara dia sudah tidak sabar ingin bertemu Alana sungguh gadis itu telah memporak porandakan hatinya.
__ADS_1
Tanpa Willy dan Mark sadari ada seseorang yang memperhatikan semua gerak gerik mereka, seseorang itu segera memfoto Mark yang tengah keluar dari kamar hotelnya dan segera menghubungi orang yang membayarnya.
"Nona Tuan Mark telah keluar dari kamar hotelnya dan saya yakin dia akan menuju bandara," ucap orang itu.
"Kerja bagus aku akan segera menstransfer bayaranmu," ucap seseorang di sebrang telepon dan segera mematikan teleponnya.
Wanita yang membayar seseorang untuk memata-matai Mark itu pun tersenyum dan segera bersiap untuk mengemasi semua barangnya bergegas menuju bandara setelah semuanya siap.
Sementara itu Mark tengah duduk di sebuah kafe sebelum melakukan perjalanan kembali ke kediamannya, senyum tipis terus terulas di bibirnya ketika dia membayangkan raut wajah Alana, dalam beberapa hari ini Mark sudah merasa resah karena Alana tidak menjawab teleponnya. Mark melirik jam tangannya dan segera berdiri menuju ruang cek out.
Ketika Mark sedang berjalan menuju ruang cek out tanpa sengaja ada seseorang yang menabraknya dan semua barang bawaan Mark maupun wanita itu terjatuh.
"Maaf ... maaf aku tidak sengaja Tuan," ucap wanita itu sambil memunguti barangnya dan membantu memunguti barang Mark.
Wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap Mark.
"Ya ," jawab Mark singkat dan menerima barang yang diulurkan Amanda.
"Bolehkah aku pulang bersamamu Tuan? Aku takut pulang sendiri karena ini pertama kalinya bagiku melakukan perjalanan jauh maklumlah aku hanya bintang pemula," ucap Amanda sambil memasang wajah melasnya.
Mark yang melihat raut wajah tidak berdaya Amanda pun tidak tega untuk berkata tidak.
"Baiklah ayo!" ucap Mark sambil melangkah terlebih dahulu.
Amanda yang melihat Mark sudah berjalan dulu pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dia dapatkan, Amanda berjalan dengan cepat mengejar Mark ketika sudah dekat dia berpura pura terpeleset dan hampir jatuh, Mark yang berada tidak jauh darinya pun spontan memeluk pinggang Amanda menahannya agar tidak jatuh. Momen seperti itu segera di manfaatkan oleh orang bayaran Amanda untuk mendapatkan uang lebih dia segera memfoto Amanda dan Mark yang terlihat seakan akan Mark memeluk pinggang Amanda saat berjalan bersama.
Amanda pun segera membetulkan posisinya setelah dia yakin kalau orang bayarannya telah mengabadikan momen kebersamaannya bersama Mark.
__ADS_1
"Maafkan aku Tuan ... maafkan aku lagi-lagi aku menyusahkanmu," ucap Amanda pura pura meminta maaf.
"Hmm..," jawab Mark sambil berlalu.
Amanda tersenyum sambil mengamati punggung tegap Mark yang berjalan meninggalkan dirinya.
"Tunggu kejutan dariku Mark," ucap Amanda sambil tersenyum licik.
Ketika di dalam pesawat Mark tidak mengijinkan orang lain naik di kelas bisnis dia telah membooking semua ruang kelas bisnis Mark tidak ingin perjalanannya diganggu dengan suara suara penumpang lain.
Sementara itu Amanda di tempat lain pun tersenyum bahagia dia sudah tidak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya dengan hubungan Alana dan Mark, juga bagaimana dia akan menjadi seorang bintang pendatang baru yang terkenal di bulan ini.
Di tempat lain Alana sedang semakin gelisah karena Mark tidak lagi menghubunginya setelah dia tidak menjawab telepon waktu itu, pikirannya berkata bahwa saat ini Mark tengah bersama Amanda hatinya terasa sakit kembali dan tanpa dia sadari air matanya terjatuh di pipi. Alana membayangkan kebersamaan Mark dan Amanda di Korea Selatan hatinya semakin pedih, diusapnya air mata yang jatuh di pipi dengan kasar sambil bergumam.
"Apa peduliku padamu Mark! kamu jahat aku tidak ingin melihatmu lagi," ucap Alana dan bergegas menuju kamarnya.
Alana melirik jam yang tergantung di dinding kamar dan Jam sudah menunjukkan jam 10 malam tapi matanya belum terasa ngantuk dan akhirnya dia menyalakan laptop dan menonton apa yang bisa menghiburnya tapi bukannya terhibur Alana makin merasakan sakit.
Alana melihat foto yang baru saja di unggah oleh pihak manajemen Amanda mereka mengunggah foto Mark yang tengah memeluk pinggang Amanda dengan mesra.
Hati Alana terasa hancur dia pun segera mematikan laptopnya dan berniat untuk meninggalkan rumah ini untuk selama lamanya karena dia kini tidak di butuhkan lagi semua yang diucapkan Mark bohong semata.
Alana menangis hingga matanya bengkak dan tidak terasa dia pun tertidur karena kecapekan.
Mark telah sampai di bandara dia sengaja tidak meminta supir di rumah untuk menjemput karena ingin memberikan kejutan untuk Alana.
Mark naik taksi untuk menuju tempat tinggalnya dan dia pun singgah dulu di toko roti kesukaan Alana untuk membelikan oleh-oleh kesukaan Alana.
__ADS_1
Mark tiba di rumahnya tengah malam dia selalu membawa kunci cadangan jadi tanpa harus membangunkan Alana dia bisa masuk ke dalam rumahnya.