SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Penasaran


__ADS_3

Pagi ini Alana bangun sebelum Max, dia bergegas mandi dan berganti pakaian memulas wajahnya dengan make-up tipis yang biasa dia gunakan sehari-hari.


Setelah dirasa cukup Alana pun keluar dari kamar mandi ketika Alana membuka kamar mandi masih terlihat Max yang tertidur pulas di ranjang mereka.


Alana berjalan menuju tempat pakaian Max dan mempersiapkan pakaian kerja yang akan di gunakan Max, Alana melakukannya dengan senang hati sebuah senyuman selalu menghiasi bibirnya.


Setelah menyiapkan keperluan Max Alana pun turun berniat mengambil susu untuk Max . Alana melihat susu sudah disiapkan oleh bi Rumi dia pun segera menghampiri para asisten yang sedang sibuk di dapur.


"Pagi semua," sapa Alana.


"Pagi Nyonya," jawab mereka serempak.


"Bi aku bawa susu ini ke kamar Max belum bangun," ucap Alana.


"Ya Nyonya silahkan," jawab bi Rumi.


"Hati hati Nyonya," ucap salah satu asisten.


Alana pun menoleh dan tersenyum sambil mengangguk kearah asisten itu.


Alana membawa nampan berisi susu itu menuju kamar dan ketika membuka pintu kamar dia pun masih melihat Max yang masih nyenyak tidur mungkin Max kelelahan pikir Alana.


Alana menaruh gelas di atas meja yang ada di samping tempat tidur dia duduk di sisi ranjang dan mengelus pucuk kepala Max dan mengecupnya singkat.


Max pun perlahan membuka matanya ketika mencium aroma segar dari rambut Alana yang masih setengah basah.


"Kamu sudah bangun Sayang," ucap Max.


Max bangun dan bersandar di kepala ranjang.


"Kamu sudah wangi," ucap Max sambil mencium rambut Alana.


"Minum susumu dulu Max terus mandi ayo kita sarapan semua sudah disiapkan oleh bi Rumi," ucap Alana.


"Baik Nyonya," ucap Max sambil tersenyum.

__ADS_1


Diambilnya susu yang di sodorkan Alana ditegaknya tanpa tersisa setelah itu dia pun turun dari tempat tidur untuk mandi.


"Aku mandi dulu Sayang," ucap Max sebelum ke kamar mandi tidak lupa dia mengecup dahi Alana.


"Cepat mandi Max kamu bau," ucap Alana.


"Aku tidak bau Sayang masih wangi nih," ucap Max sambil mengendus tubuhnya.


"Max kamu bergegas mandi atau aku mandikan," ucap Alana tanpa sadar apa konsekuensi dari ucapannya itu.


"Ayo Sayang aku mau kamu mandikan," ucap Max sambil tersenyum jahil.


"Oh tidak Max lain kali saja ya," ujar Alana yang baru sadar dengan apa yang barusan dia ucapkan.


Max yang jahil pun segera mengangkat tubuh Alana dan membawanya ke kamar mandi untuk menemani dia mandi.


"Max aku sudah mandi," teriak Alana dalam gendongan tapi tidak di hiraukan oleh Max.


Kali ini benar benar hanya sekedar mandi tanpa ada aktivitas lain yang membuat mereka bermandikan keringat.


"Sayang ayo ikut ke kantor temani aku Willy hari ini izin jadi aku merasa sedikit bosan tidak ada teman," ajak Max.


Alana merasa heran tidak biasanya Willy izin.


"Kemana Willy tumben dia tidak masuk kerja biasanya dia seorang yang gila kerja," tanya Alana heran.


"Entahlah mungkin Willy menemui pacarnya," jawab Max.


"Apa Willy punya pacar? siapa pacar Willy? kenapa aku tidak tahu kalau Willy punya pacar," ucap Alana penuh rasa penasaran.


"Kamu ini bawel sekali istriku," ucap Max sambil mengecup sekilas bibir Alana.


Alana memanyunkan bibirnya kesal.


"Please deh Max jangan coba-coba curi kesempatan aku sedang penasaran tingkat dewa sama asisten sekaligus adikmu itu sejak kapan dia punya pacar," ucap Alana kesal.

__ADS_1


"Hahaha untuk apa kamu begitu penasaran sama soal asmara Willy Sayang diakan sudah dewasa wajar kalau punya orang istimewa," ucap Max.


"Bukan begitu Max aku kadang merasa kasihan sama Willy yang selalu mengurusi pekerjaan dan juga mengurusi semua yang kamu perintahkan kadang aku bertanya apakah dia punya waktu untuk memikirkan dirinya sendiri misalnya pacar sekarang aku mendengar dia punya pacar jadi penasaran sejak kapan dia punya pacar? kapan dia punya waktu untuk kencan secara hampir dua puluh empat jam Willy selalu membantu pekerjaanmu dan lagi yang paling membuat aku penasaran seperti apa tipe cewek yang bisa merebut hati pria angkuh seperti Willy yang tidak jauh sifatnya darimu sama sama balok es," ucap Alana.


"Apa Sayang katamu tadi? aku seperti apa? balok es?" tanya Max heran dan sedikit shock dengan anggapan istrinya yang mengatakan dia seperti balok es.


"Ya kamu seperti balok es dulu tapi sekarang kamu sudah berubah kamu yang sekarang sudah mulai hangat seperti sinar mentari," ucap Alana sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Max pun tertawa melihat tingkah Alana.


"Wah kamu sekarang sudah pandai menggoda ya," ucap Max sambil mengacak rambut Alana.


"Ish Max... rambutku jadi berantakan lagi ini!" ucap Alana kesal.


"Memang kamu dulu seperti balok es berjalan," lanjut Alana sambil merapikan kembali rambutnya.


"Hahaha iya Sayang kini balok es itu telah mencair dan kamu yang telah berhasil mencairkannya dan orang yang telah berhasil mencairkan hati Willy pun tidak jauh berbeda sifatnya denganmu," ucap Max.


"Oh ya? siapa orang itu? apakah aku pernah bertemu dengannya?" tanya Alana.


"Sudah Sayang cukup kita membicarakan Willy, ayo kita sarapan dan segera berangkat ke kantor!" ucap Max.


Alana yang sebenarnya masih penasaran dengan cerita Max tentang Willy pun mau tidak mau menuruti perkara Max, dia sebenarnya ingin segera tahu seperti apa orang yang kata Max memiliki kepribadian yang mirip dengan Alana.


Alana pun menahan dirinya sementara untuk tidak bertanya pada Max nanti sepulang dari kantor dia akan menanyakan kembali pada Max dia tidak ingin mati penasaran karena Alana merupakan tipe orang yang belum tenang kalau apa yang membuatnya penasaran belum terjawab dengan tuntas.


Max tahu kalau Alana belum puas dengan jawaban yang dia berikan terkait dengan Willy tadi, Max juga faham kalau Alana adalah tipe orang yang selalu penasaran dan merasa belum puas kalau belum mengetahui semuanya secara detail tapi untuk kali ini Max ingin memberi kejutan pada istrinya siapa sebenarnya wanita yang berhasil memenangkan hati adik angkat sekaligus sahabat dan juga orang kepercayaannya itu.


Max mengulum senyum ketika dia melihat wajah Alana yang terlihat jelas belum puas dari rasa penasarannya.


"Tunggu hari itu tiba Sayang kamu pasti akan lebih terkejut," ucap Max dalam batinnya.


****Ayo guys adakah yang bisa tebak siapa orang yang sudah berhasil mencuri hati Willy 🤭****.


Terima kasih untuk BESTie yang sudah berkenan membaca karyaku Maaf jika bahasa dan ejaan kata masih amburadul. Semoga suka dengan alur ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2