
Mark melepas sepatu dan menaruhnya di rak yang ada di sebelah pintu dia berjalan berhati hati menuju kamarnya dia menebak kalau saat ini Alana sudah tertidur.
"Kamu pasti sudah tertidur Ana dan aku ingin melihat betapa kagetnya kamu nanti ketika bangun dan melihatku berada di samping mu," gumam Mark bahagia.
Max membuka perlahan lahan pintu kamar dan melihat Alana yang tengah tertidur dengan posisi membelakangi pintu jadi dia tidak menyadari keberadaan Mark.
Mark memutuskan untuk mandi terlebih dulu sebelum mendekati Alana dia tidak ingin Alana merasa kurang nyaman dengan bau badannya.
Mark masuk ke kamar mandi dan dengan semangat dia membersihkan diri, Mark sudah tidak sabar untuk segera memeluk istrinya sebagai pelepas rindu. Setelah menyelesaikan acara mandi dan tubuhnya terasa segar kembali Mark berjalan keluar kamar mandi dengan menggunakan boxer serta kaos lengan pendek warna putih polos yang semakin membuatnya terlihat semakin tampan. Mark mengeringkan rambutnya terlebih dahulu dan baru kemudian berbaring di samping Alana.
Mark berbaring dengan hati hati karena takut mengganggu tidur Alana Mark menghirup aroma wangi khas Alana yang sering dia rindukan akhir akhir ini di peluknya Alana dari belakang.
Alana yang dalam keadaan setengah sadar pun meringsek masuk kedalam pelukan Mark karena rasa nyaman yang dia rasakan membuat Alana semakin terlelap, dia merasa sedang bermimpi berada dalam pelukan Mark tanpa dia sadari bahwa saat ini dia memang telah berada dalam pelukan Mark, Alana bergumam dalam tidurnya
"Mark jangan tinggalkan aku! aku sungguh mencintaimu di dunia ini tidak ada yang ku miliki selain dirimu ayahku pun saat ini tidak bersamaku," gumam Alana yang di selingi Isak tangis dalam tidurnya.
Mark yang mendengar itu pun hatinya sangat iba dia tidak tega menyakiti hati Alana dan dia berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha untuk membuat Alana selalu tersenyum.
"Sssttt... tidurlah Sayang! aku di sini aku akan selalu bersamamu," bisik Mark sambil mengelus rambut indah Alana dan tindakan sederhana Mark itu membuat Alana kembali terlelap. Mark yang mendengar helaan nafas Alana yang mulai teratur kembali menandakan Alana telah pergi ke alam mimpi pun ikut segera memejamkan matanya rasa lelah karena pekerjaan dan perjalanan pun sudah lenyap seketika terbayar karena keberadaan Alana di pelukannya akhirnya Mark pun menyusul Alana ke alam mimpi.
Mark sengaja bangun lebih awal dari Alana dia bergegas membersihkan diri setelah itu Mark pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat Alana, pembantu yang selama ini mengurus kebutuhan Alana selama Mark tidak ada di rumah pun kaget ketika melihat Mark sudah sibuk di dapur jam segini.
__ADS_1
"Tuan... kapan Tuan datang? biarkan saya saja yang masak," ucap Pembantu itu.
Mark yang mendengar sapaan pembantunya pun segera menoleh dan tersenyum.
"Tidak Bi biar saya saja yang membuat sarapan pagi ini, Bibi bisa beristirahat dulu di paviliun," ucap Mark.
Pembantu yang sudah faham kebiasaan Mark ketika di rumah tidak ingin diganggu dan ingin mengerjakan semuanya sendiri pun tidak banyak bicara dan langsung kembali ke paviliun.
"Baiklah Tuan kalau begitu saya permisi," pamit pembantu itu.
"Hmmm," jawab Mark sambil melanjutkan masakannya.
Mark menata masakannya di meja makan setelah semua beres dia pun membersihkan dapur itu sendiri karena Mark adalah seorang yang memperhatikan kebersihan.
Sementara itu di kamar Alana baru terbangun dia pun merasa tidurnya sangat nyenyak dan dia merasa seakan akan Mark semalam tidur di samping dan memeluk mesra dirinya.
Alana segera menepis pemikirannya dengan menghubungkan apa yang dia lihat di berita kemarin.
"Tidak mungkin Mark pulang tiba-tiba diakan sedang bermesraan dengan bintang yang sedang naik daun itu," gumam Alana.
Alana yang merasakan moodnya kembali hancur pun segera mandi dan bergegas bersiap siap untuk menyelesaikan urusannya di kampus karena sebentar lagi dia akan diwisuda.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan segala persiapan dirinya Alana pun turun ketika dia menuruni anak tangga, Alana mencium aroma masakan kesukaannya yang selama ini sering dimasak oleh Mark, Alana pun menggelengkan kepalanya dan meyakinkan diri bahwa saat ini tidak ada Mark di sini.
"Mungkin aku sedang merindukan dirinya jadi aku berhalusinasi semua yang ada saat ini sama persis kalau ada dirinya di sini," gumam Alana.
Alana pun segera berjalan menuruni tangga dan segera menuju ruang makan karena mengira saat ini yang sedang berada di dapur pembantunya, tanpa memperhatikan dengan seksama siapa yang ada di sana Alana pun tersenyum bahagia karena melihat masakan yang tersaji di meja makan saat ini adalah masakan yang paling disukainya.
"Bi sarapan hari ini aku sangat suka aku janji aku akan menghabiskan tanpa Bibi marahi seperti beberapa hari ini," teriak Alana tanpa menyadari kalau yang berada di sana adalah Mark.
Mark merasa kaget dengan kehadiran Alana yang tiba-tiba tapi dia lebih kaget ketika mendengar Alana berkata kalau beberapa hari ini dia tidak makan dengan teratur maka Mark memilih diam terlebih dahulu dan memperhatikan apa yang akan dilakukan Alana.
Alana pun duduk di meja makan dan menyantap sup buatan Mark dengan lahap melihat itu Mark tersenyum bahagia dan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mendekati Alana.
"Jadi selama aku tidak di rumah kamu makan tidak teratur? terus kalau kamu sakit siapa yang akan merawatmu kalau aku tidak berada di rumah," ucap Mark sambil duduk di kursi yang ada di samping Alana.
Alana terkejut dan menjatuhkan sendoknya ada rasa bahagia di hati Alana karena Mark telah kembali tapi ketika dia mengingat foto yang tengah beredar pun hatinya kembali terasa sakit. Alana tidak melanjutkan sarapannya dia diam saja tanpa menyapa Mark atau menanyakan kabarnya.
Mark yang melihat perubahan suasana hati Alana pun tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.
"Kenapa kamu berhenti memakan sarapanmu ? aku sudah bela belain bangun pagi pagi untuk membuatkan sarapan spesial untukmu dan kenapa kamu terlihat tidak bahagia dengan kedatanganku," ucap Mark.
Alana yang mendengar pertanyaan Mark pun semakin kesal karena merasa kalau Mark saat ini sedang berpura-pura tidak terjadi apa-apa di Korea Selatan antara dia dan Amanda, emosi Alana kembali memuncak dia hampir saja membanting mangkuk yang dia gunakan untuk sarapan tapi mengingat kalau suaminya baru kembali dari perjalanan jauh dia pun berusaha menahan emosinya tapi entah kenapa dia kali ini merasa sangat terluka ketika melihat berita Mark dan Amanda.
__ADS_1