
Alana dan Agnes memilih duduk di pojok ruangan pesta itu setidaknya mereka saling memberi kekuatan untuk terus berada di ruangan itu dengan pakaian yang kurang cocok dengan pesta itu sedangkan Willy entah pergi kemana.
"Pakaian kita sangat berbeda dengan mereka yang hadir di sini Nes maka jangan jauh jauh dariku setidaknya kita bisa saling melengkapi," ucap Alana.
"Iya Alana kita duduk di sini saja setidaknya kita terlihat seperti couple culun di hadapan mereka," ucap Agnes yang mengedarkan pandangannya di seluruh sudut ruangan pesta ini hampir semua mata tertuju pada mereka berdua bahkan ada beberapa orang yang menatap mereka dengan tatapan meremehkan tapi tidak di hiraukan oleh Agnes dan Alana.
Mereka sudah berada di ruangan ini selama hampir satu jam tapi pesta ini belum juga di mulai Agnes kehabisan minumannya dia pun meminta izin pada Alana untuk mengambil minuman dan Alana pun mengizinkannya.
Tidak beberapa lama setelah kepergian Agnes datang seorang wanita cantik dan ramah menghampiri Alana.
"Bolehkah aku duduk bersamamu Nona?" tanya Wanita itu.
Alana pun memandang wajah wanita yang baru saja berbicara padanya Alana pun mengangguk dan mempersilahkan wanita itu untuk duduk di sebelahnya.
Alana diam diam memperhatikan wanita bergaun merah yang terlihat sangat cocok di tubuh wanita itu makeup yang di gunakan pun terlihat sangat pas. Alana tiba tiba menyadari kalau wanita ini adalah seorang artis pendatang baru yang tengah naik daun.
"Apakah Anda Nona Amanda artis ternama itu?" tanya Agnes.
Wanita yang duduk di samping Alana pun tersenyum ramah dan mengangguk.
Alana merasa senang karena bisa berjumpa dengan artis terkenal di pesta ini bahkan dia bisa duduk di sampingnya, saking gembiranya Alana tanpa sengaja menyenggol gelas yang berisi minuman itu sehingga tumpah dan mengenai gaun yang di gunakan oleh Amanda.
Alana merasa bersalah dan meminta maaf pada Amanda.
"Maafkan aku Nona! Maaf aku tidak sengaja," ucap Alana memohon.
Amanda tersenyum manis pada Alana sambil membersihkan bekas tumpahan minuman yang mengenai pakaiannya.
"Tidak apa-apa! Kamu tidak usah khawatir di mobilku ada beberapa pakaian ganti, ayo ikut denganku! Aku akan meminjamkan pakaian untukmu aku lihat pakaian yang kamu kenakan kurang cocok dengan tema pesta malam ini maaf bukannya aku ingin menyinggung penampilanmu tapi aku lihat sejak tadi kamu tidak bebas bergerak dan aku yakin kamu minder dengan pakaian yang kamu gunakan," ucap Amanda.
Alana pun membenarkan semua perkataan Amanda dia tidak berani bergerak karena pakaian yang dia gunakan malam ini.
__ADS_1
"Apakah itu tidak akan merepotkan Anda Nona?" tanya Alana.
"Tentu saja tidak ... ayo ikuti aku!" ajak Amanda.
Alana pun mengikuti Amanda tanpa curiga sedangkan Amanda tersenyum misterius ketika melihat Alana yang mengikutinya.
Ketika mereka berdua sampai di parkiran dan berada di samping mobil mewah Amanda menekan remote kunci mobil itu dan seketika pintu belakang mobil itu terbuka dan di sana terlihat beberapa pakaian tergantung di sana.
"Aku ganti pakaian dulu ya Nona setelah aku kamu bisa berganti aku akan mencari pakaian yang pas untukmu," ucap Amanda.
Alana pun mengangguk tidak beberapa lama Amanda masuk ke dalam mobil itu dan berganti pakaian sedangkan Alana menunggu di luar.
Selang beberapa menit kemudian Amanda keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuah gaun berwarna biru dan juga sepatu yang serupa menghampiri Alana.
Kini Amanda menggunakan gaun tanpa lengan panjang di atas lutut terlihat sangat bagus di tubuhnya gaun berwarna putih itu semakin memancarkan kecantikan Amanda.
"Ini gantilah pakaianmu!" ucap Amanda sambil menyerahkan gaun dan sepatu itu pada Alana.
"Terima kasih Nona Amanda," ucap Alana sambil berniat berjalan untuk berganti pakaian.
Tapi tiba-tiba suara Amanda menghentikan niatnya.
"Alana tunggu!" ucap Amanda.
Alana pun segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Amanda.
"Ada apa Nona?" tanya Alana.
"Apakah kamu akan mengganti pakaianmu dengan membawa ponsel bersamamu?" tanya Amanda.
Alana pun memandang ponsel yang di bawanya.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak keberatan aku akan membawakan ponselmu ketika kamu berganti pakaian," ucap Amanda sambil tersenyum manis.
Alana yang mendengar itu pun merasa tidak enak hati sebenarnya saat ini dia tengah menunggu Max menghubunginya tapi jika menolak Amanda yang telah berbuat baik padanya Alana merasa tidak enak hati, akhirnya Alana pun menyerahkan ponselnya pada Amanda dan berniat berganti pakaian dengan cepat agar sebelum Max menghubungi dirinya Alana telah selesai berganti pakaian.
Alana pun masuk kedalam mobil Amanda dan berganti pakaian sedangkan Amanda di luar mobil mengotak atik ponsel Alana dan mencari nomor Max dan menyimpan di ponselnya.
Tidak beberapa lama Alana keluar dari mobil Amanda dengan menggunakan gaun berwarna biru lengan pendek dengan panjang di bawah lutut. Alana terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu.
"Wow kamu terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu Nona," puji Amanda.
"Kamu lebih cantik Nona Amanda, aku akan mengembalikan gaun ini tolong berikan nomor ponselmu agar aku bisa menghubungimu nanti," ucap Alana.
"Tidak perlu pikirkan itu Nona anggap saja ini hadiah dariku asal kamu tahu aku belum pernah memakai gaun dan sepatu itu," kata Amanda sambil tersenyum ramah.
"Terima kasih Nona Amanda kamu sangat baik pantas saja kamu cepat terkenal," ucap Alana.
"Ah kamu berlebihan Nona, ayo kita masuk sebentar lagi pesta akan di mulai! Ini ponselmu," ajak Amanda sambil menyerahkan ponsel Alana kembali.
Alana pun mengangguk dan mereka masuk kembali ke ruangan pesta itu, setelah mereka duduk tidak beberapa lama dari anak tangga terlihat Max turun dan pandangannya terus tertuju pada Alana.
Max langsung bisa melihat keberadaan Alana ketika dia mulai masuk ke dalam ruangan pesta ini.
Semua mata kaum hawa tidak lepas dari Max mereka sangat kagum dan tertarik pada Max, walaupun wajah Max selalu menampilkan aura dingin tanpa senyum tapi tidak mengurangi pesonanya yang bisa memikat para kaum hawa.
Wanita yang hadir di pesta malam ini berharap bisa berdansa dengan Max walaupun hanya sebentar asalkan bisa berada dekat Max mereka rela menggadaikan nyawanya.
Max ingin segera menghampiri Alana dan berniat mengenalkan Alana sebagai istrinya malam ini di hadapan para kolega bisnis tapi ketika Max ingin menghampiri Alana langkahnya di hentikan oleh salah satu rekan bisnisnya.
Max terlibat percakapan yang tidak ada ujungnya dengan rekan bisnis itu, dari jauh Alana melihat Max memasang wajah datar
Alana berpikir kalau Max selalu menampilkan wajah seperti itu ketika berhadapan dengan orang selain dirinya.
__ADS_1