SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Kejutan


__ADS_3

Dalam kepanikannya Max menghubungi Alisha temannya yang menjadi dokter di sebuah rumah sakit di Jerman ini.


"Aish tolong siapkan semuanya aku sudah hampir sampai ke tempatmu!" ucap Max.


"Baik Max aku akan stand by di lobi dengan beberapa perawat," ucap Alisha.


"Terima kasih," ucap Max kemudian menutup teleponnya.


Alisha terbengong mendengar kata terima kasih yang diucapkan Max, dia sangat kaget karena selama ini Max tidak pernah mengucapkan terima kasih pada orang lain Max terkenal dengan sebutan tuan angkuh dilingkungan pertemanan mereka. Max tidak pernah mengucapkan 3 kata ajaib dalam kamusnya tidak ada kata ajaib tapi entah kesambet apa Max mengucapkan salah satu kata ajaib kata terima kasih ini membuat Alisha heboh di grup chatting antara sahabat Max.


"Berisik!" balas Max karena geram dalam keadaan panik seperti ini Alisha malah meributkan dirinya yang mengucapkan terima kasih.


Max hampir sampai rumah sakit dia mengirimkan pesan pada Willy.


"Aku membawa Alana ke rumah sakit tempat Alisha bekerja, segera urus Yolanda! aku ingin semua beres sebelum Alana sadar," ucap Max.


Willy membaca pesan dari Max dia terkejut dengan keterangan Max yang mengatakan Alana dibawa ke rumah sakit, Willy ingin bertanya tapi dia tahu saat ini Max pasti sedang panik dan khawatir dengan keadaan Alana maka Willy lebih memilih menuruti perintah Max.


"Baik Kak," balas Willy.


Max pun tiba-tiba di halaman rumah sakit, Alisha dan beberapa perawat telah bersiap di sana dengan sebuah brankar ketika melihat Max membuka pintu dan mengangkat Alana dalam pelukannya Alisha pun segera mengajak perawat itu mendorong brankar menghampiri Max dan membantu Max membaringkan Alana ke brankar itu.


"Cepat segera kamu tangani istriku!" ucap Max.


Alisha tidak membalas ucapan Max dia segara mendorong brankar menuju ruang pemeriksaan.


"Kamu tunggu di sini Max!" ucap Alisha ketika memasuki sebuah ruangan.


"Tidak! biarkan aku masuk aku ingin menemani istriku! aku ingin tahu keadaannya," ucap Max bersikeras.


"Tolong Max ini prosedur demi kelancaran penanganan terhadap istrimu! percayalah aku akan melakukan yang terbaik," ucap Alisha meyakinkan.

__ADS_1


"Baiklah! tapi jika terjadi sesuatu pada istriku aku akan membuat perhitungan denganmu," ucap Max.


Alisha memeriksa Alana dengan hati hati dan diapun sudah memperkirakan ini sebab mengapa Alana tiba tiba jatuh pingsan, tapi demi meyakinkan dugaannya Alisha pun melakukan pemeriksaan melalui laboratorium dan beberapa tes, Alisha mengambil sampel darah Alana dan memberikan pada asisten pribadinya untuk diperiksa di ruang laboratorium. Sambil menunggu hasil pemeriksaan itu Alisha pun memindahkan Alana ke ruang inap VVIP melalui pintu belakang untuk menghindari kecerewetan Max.


Max merupakan seorang pria tampan yang arogan dan bersikap dingin pada orang di sekitarnya tapi berbeda perlakuan dan sikapnya terhadap orang yang dinilai penting dalam kehidupannya. Alisha mengetahui banyak cerita tentang Max jadi Alisha mengerti kalau saat ini Alana memiliki tempat istimewa dalam hati Max.


Sementara itu di luar ruangan tempat Alisha memeriksa Alana Max mondar mandir dengan hati penuh kecemasan, ingin rasanya dia mendobrak pintu ruangan itu tapi dia urungkan karena dia sadar bila itu dia lakukan pasti akan membuat Alana marah padanya ketika sudah sadar nanti.


Max terus mondar mandir hingga sebuah suara menghentikan tingkahnya.


"Kak kamu sedang apa mondar mandir seperti setrika?" ucap Willy menggoda Max.


"Tutup mulutmu sebelum aku memindahkan mulut bawelmu itu ke kaki!" ucap Max kesal.


"Memangnya Kakak punya keahlian operasi bedah memindahkan mulut ke kaki," ucap Willy meladeni kekesalan Max.


"Willy aku sedang tidak ingin bercanda jika kamu terus berbicara yang tidak penting bisa aku pastikan besok kamu menerima gaji terakhirmu," ancam Max.


"Bagaimana tugas yang aku berikan padamu?" ucap Max.


"Semua sudah beres Kak, tenang saja Amanda sudah menerima hukuman yang setimpal untuknya, bisa aku pastikan Amanda tidak akan mendapatkan job apapun, semua agensi sudah aku hubungi," ucap Willy.


"Bagus biar dia rasakan semua akibat dari tingkah lakunya, sebelum dia melakukan klarifikasi dan menjelaskan semua kecurangan yang dia lakukan maka dia tidak akan bisa mendapatkan job seperti sebelumnya," ucap Max.


"Apa artinya kalau dia sudah klarifikasi semua masalah denganmu dia bisa diberi pekerjaan lagi Kak?" tanya Willy.


"Entahlah kita lihat saja bagaimana nanti," ucap Max.


Tidak beberapa lama pintu ruang rawat Alana terbuka dan keluarlah Alisha, ketika melihat Alisha Max segera menghampiri Alisha dan menanyakan bagaimana keadaan istrinya itu.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Max.

__ADS_1


"Dia baik baik saja dan saat ini sedang beristirahat aku sudah memindahkan istrimu ke ruang inap VVIP, dia harus beristirahat di sini beberapa hari," ucap Alisha.


"Apa maksudmu dengan harus beristirahat di sini beberapa hari tapi tadi katamu dia baik baik saja! ayo katakan yang sebenarnya jangan berbelit belit," ucap Max geram.


"Ikut ke ruangan ku! aku akan menjelaskan semuanya," ucap Alisha berjalan lebih dulu menuju ruang kerjanya dan Max segera mengikuti dari belakang.


Willy pun mengikuti Max bersama Alisha dia juga sebenarnya sangat ingin tahu bagaimana keadaan Alana tapi belum berani menanyakan kepada Max dia takut Max akan membentaknya karena Willy faham bagaimana sikap Max jika sedang panik dan khawatir terhadap orang orang yang dia sayangi.


Alisha membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan Max masuk tapi ketika Willy ingi ikut masuk Alisha pun melarangnya.


"Kenapa aku tidak boleh ikut masuk Aish?" tanya Willy kesal.


"Kamu tetap di luar karena suami Alana adalah Max jadi hanya Max yang boleh masuk untuk mendengarkan penjelasan yang akan aku katakan," ucap Alisha.


"Tapi aku khawatir kalau kamu apa apakan kakakku, secara kamu cewek ganas," ucap Willy menggoda Alisha karena Willy tahu bahwa sebenarnya Alisha sudah sejak lama menyimpan perasaan pada Max tapi dia tidak berani mengatakannya.


"Tutup mulutmu Willy atau perlu aku sumpal mulut lancangmu itu," ucap Alisha.


Willy sudah bersiap untuk membuka mulut lagi ingin membalas ucapan Alisha tapi Alisha sudah menutup pintu ruangannya terlebih dahulu dan itu sukses membuat Willy semakin kesal.


"Dasar nenek lampir tidak ada sopan santunnya," umpat Willy.


Alisha berjalan menuju meja kerjanya yang ada Max sedang duduk tepat di depan meja kerja Alisha.


"Kenapa kamu lama sekali? apa kamu ingin tempat ini aku obrak abrik dulu baru kamu masuk," ucap Max kesal karena sejak tadi menunggu Alisha tidak segera masuk memberikan penjelasan padanya.


"Jangan salahkan aku salahkan saja itu asisten sintingmu," ucap Alisha.


"Sudah jangan membahas yang tidak penting dulu cepat jelaskan padaku apa sebenarnya yang terjadi pada Alana!" ucap Max geram.


"Alana hamil," ucap Alisha.

__ADS_1


__ADS_2