SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Strategi Alana


__ADS_3

Amanda sangat gembira mendapat ajakan dari Max mimpi apa dia semalam hingga pagi ini mendapat kejutan yang sangat manis.


Amanda segera bergegas ke kamar mandi dia menggunakan sabun yang harumnya sangat memikat, dia ingin membuat Max tertarik padanya, lulur dan sebagainya pun segera dia gunakan akan semakin menambah wangi aroma tubuhnya.


Setelah menyelesaikan rutinitas di kamar mandi Amanda pun segera berdandan pakaian terbaik yang dia pilih untuk dikenakan pagi ini gaun lengan sebahu motif bunga warna biru yang pas dengan lekuk tubuhnya bisa dipastikan jika pria hidung belang yang melihat penampilan Amanda pasti agar terpikat rambut panjang di ikat kuda menampakkan leher jenjangnya yang putih bak pualam, dia sengaja mengikat rambutnya agar nampak leher jenjangnya pasti Max tidak bisa menampik pesona Amanda pikirnya.


Setelah semua siap sekali lagi dipatutnya kaca diteliti penampilan dari ujung kaki sampai ujung kepala Amanda tersenyum puas melihat penampilannya.


"Perfect," ucap Amanda sambil tersenyum bahagia.


Dilirik jam tangan di pergelangannya tepat waktu dia turun ke lobi masih cukup waktu yang di berikan Max Amanda pun segera bergegas turun menuju lobi hotel tempatnya menginap.


Sementara itu di lobi hotel Willy sedang memberi arahan pada Max apa yang harus dia lakukan, bagaimana sikapnya, dan bagaimana perlakuan Max terhadap Amanda.


Max beberapa kali terdengar berdecak sebal dan beberapa kali pula menolak arahan Max.


"Aku heran kenapa kamu bisa punya pengetahuan seorang playboy apa jangan jangan di belakangku kau sering main perempuan," ucap Max kesal.


"Hahaha jangan mengada-ada Kak! tugas dari Kakak saja sudah membuat kepalaku mau pecah apalagi di tambah seorang wanita komplet sudah penyiksaanku," jawab Willy.


Tiba-tiba Max melihat bayangan seseorang yang mirip Alana sedang membawa sebuah paper bag dari arah berlawanan dengan mereka tapi Max segera menepis dan menganggap pemikirannya itu hanya sebuah fatamorgana karena dia sedang merindukan Alana.


"Ayo Kak siap siap Amanda sudah dekat! dan ingat apa yang aku ajarkan tadi," ucap Willy dan berlalu pergi meninggalkan Max karena Amanda sudah dekat.


Max pun semakin kesal dibuatnya seharusnya ini semua tidak perlu terjadi kalau wanita murahan ini tidak membuat ulah.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Max pun melihat Amanda, sebuah senyuman dan lambaian tangan dia arahkan pada Max, Max yang merasa sebal tapi harus bersabar untuk menyelesaikan misi ini dia lebih memilih membalas Amanda dengan anggukan saja.


Amanda memang wanita yang sempurna tapi kelakuannya membuat Max tiada tertarik sama sekali.


"Maaf membuatmu menunggu!" ucap Amanda.


Kelakuan Amanda yang tiba-tiba mengecup pipi Max membuat Max sangat geram ingin sekali dia mendorong wanita itu sampai terjatuh tapi apalah daya dia harus bertahan dalam sandiwara ini.


Amanda yang mendapati Max diam saja dengan perlakuannya merasa mendapat lampu hijau dari Max maka dia pun semakin berani menggoda Max.


Tanpa mereka sadari sejak tadi tingkah laku mereka sedang diperhatikan oleh seseorang.


Alana yang sejak tadi berdiri di samping menara hias yang ada di lobi hotel memperhatikan setiap gerak gerik Max dan Amanda, mulai kedatangan Amanda dengan senyum cerahnya yang kemudian Max menarik kursi mempersilahkannya untuk duduk hati Alana sangat sakit melebihi ketika dia dikhianati oleh Thomas dulu.


Setelah rapi Alana bergegas turun ke lobi tapi betapa sakit hatinya ketika melihat Amanda datang dan menghampiri Max dengan senyum manisnya yang lebih membuat hati Alana hancur Max pun memperlakukan Amanda begitu romantis, Alana kira Max bersikap manis hanya dengannya tetapi kali ini Alana salah.


Sebenarnya Alana ingin segera pergi meninggalkan Max untuk selamanya tapi sisi hatinya yang lain tidak memperbolehkan dia pergi begitu saja Alana harus membalas wanita ****** itu dengan cara yang elegan sedangkan Max bisa dia urus belakangan.


Alana pun tersenyum kecut dia menghela nafas menghapus air matanya yang tadi sempat menetes, Alana melihat kaca yang ada di belakangnya memperhatikan bagaimana penampilannya, setelah dirasa penampilannya cukup dia pun berjalan dengan anggun mendekati Max dan Amanda


Ketika Alana tiba di meja tempat mereka berdua menikmati sarapan Alana berada tepat di belakangnya jadi Amanda tidak menyadari kehadiran Alana sedangkan Max dia sangat shock dengan kehadiran Alana yang tiba-tiba begitu pula Willy yang sejak tadi memperhatikan mereka melalui CCTV merasa kaget kenapa tiba-tiba ada Alana di sana.


Max menatap Alana dengan wajah cengoknya sementara Amanda yang ingin mengusap bibir Max yang ada sisa makanan pun masih menggantung di udara karena melihat Max yang tiba-tiba wajahnya berubah pias, belum mengetahui sebab perubahan wajah Max tiba tiba Amanda dikagetkan dengan suara kursi di sebelahnya yang bergeser dan ada seseorang yang tiba-tiba duduk di sana.


"Wah kalian sedang breakfast romantis rupanya," ucap Alana sambil memasukkan sepotong kue yang dia ambil dari sebuah piring yang ada di depan Max.

__ADS_1


Amanda menurunkan tangannya dan melihat Alana dengan tatapan meremehkan tapi tidak dihiraukan oleh Alana.


"Ayo lanjutkan kenapa kalian diam saja? anggap kalau aku tidak ada di sini! aku lapar mau pesan makanan sendiri malas lama jadi lebih baik aku sarapan dengan kalian," ucap Alana sambil terus memasukkan sepotong demi sepotong kue ke dalam mulutnya.


"Alana ini tidak seperti yang kamu pikirkan," akhirnya Max bersuara.


Alana menatap Max dengan tatapan yang sulit diartikan tapi kemudian Alana tersenyum sebuah senyuman manis yang Max tahu senyum itu adalah senyum terpaksa yang digunakan Alana untuk menutupi bagaimana perasaannya saat ini.


"Tenanglah aku sedang tidak berpikir apa apa," ucap Alana tenang.


Tapi ketenangan yang Alana tampilkan membuat lawan bicaranya merasa terintimidasi. Max merasa seperti seorang suami yang kepergok selingkuh.


Alana menatap Amanda sejenak kemudian tersenyum meremehkan.


"Dan aku sebelumnya pun sudah melihat berita kalian yang bermesraan di depan kamar hotel di Jepang kemarin jadi ketika aku melihat kalian sedang sarapan bersama seperti ini tidak kaget," ucap Alana.


Amanda pias mendengar ucapan Alana karena dia tahu ini adalah cara Alana memberi tahu Max kalau Amanda membuat skenario tentang hubungan mereka.


"Di depan kamar hotel di Jepang? apa maksudnya ini semua?" tanya Max heran.


Ya Max belum tahu tentang berita ini yang dia tahu adalah foto di pesawat dan beberapa berita karangan Amanda itupun ditunjukkan oleh Willy kemarin.


"Apa kamu benar benar tidak tahu Max? atau kamu pura pura lupa?" goda Alana sambil melirik raut wajah Yolanda yang semakin pucat.


"Kena kamu sekarang Amanda! makanya jangan coba-coba mempermainkan Alana," ucap Alana dalam batinnya.

__ADS_1


__ADS_2