SUAMI PILIHAN ABI

SUAMI PILIHAN ABI
SPA 23


__ADS_3

"Pantas nggak sih Mbak seorang wanita yang pernah pacaran, bahkan pacarannya itu bisa di bilang kek suami istri gitu tapi, nggak sampai melakukan hubungan suami istri. Namun dia menginginkan seorang suami yang sholeh kek ustadz gitu Mbak. Apa pantas dia dapatkan Mbak?" Nia menatap Aida dengan serius.


"Pantas kok Nia, selagi wanita itu mau merubah dirinya lebih baik dari yang pernah dia lakukan maka tidak ada yang tidak akan pantas untuk dirinya. Bahkan lebih dari seorang ustadz bisa dia dapatkan." jawab Aida dengan tersenyum manis ke arah Nia.


"Apa benar bisa Mbak? Kenapa ya rasanya tidak sangat pantas Mbak?"


Aida menatap Nia dengan pandangan lembut sebelum meneruskan ucapannya. "Kamu pernah dengar kisah Al Malikah seorang wanita p*l*a*c*r bani Israil yang melahirkan 7 orang nabi, Nia?"


Nia menggelengkan kepalanya. "Tidak Mbak, aku nggak pernah dengar kisah seorang wanita seperti itu." jawabnya jujur.


"Al Malikah itu seorang wanita tuna susila keturunan bani Israil yang terkenal dengan pe*a*c*r kelas atas dengan bayarannya yang juga cukup tinggi. Kecantikan yang dimiliki Al Malikah membuat banyak pemuda menyukainya. Tak terkecuali seorang pemuda miskin ahli ibadah yang bernama Abid. Untuk bertemu dengan Al Malikah Abid harus menghabiskan uang sebanyak 100 dinar. Karena uang 100 dinar itu cukup besar membuat Abid harus bekerja keras untuk mengumpulkan uang. Hingga akkhirnya uang itu berhasil di kumpulkan Abid untuk bertemu pujaan hatinya Al Malikah. Namun, sesuatu yang aneh terjadi saat Abid sudah berada di hadap Al Malikah. Seluruh tubuhnya bergetar dengan hebatnya serta keringat keluar dari tubuhnya. Apa kamu masih ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya Nia?" Aida menghentikan ceritanya lalu, menatap Nia dengan tatapan yang masih sama, lembut.


Nia mengangguk dengan cepat. "Iya Mbak, aku sangat penasaran dengan cerita yang Mbak katakan." jawabnya cepat.

__ADS_1


"Abid langsung lari dari hadapan Al Malikah membuat wanita itu sangat heran dengan perubahan tiba-tiba dari laki-laki itu. Saat Abid berada di hadapan Al Malikah, Abid teringat dengan Rabbnya. Aku takut kepada Allah, bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatan maksiatku nanti, kata Abid. Ucapan yang dilontarkan Abid dengan spontan malah membuat Al Malikah terkejut. Ntah kenapa ucapan Abid menjadi wasillah yang menjadi kesadaran bagi Al Malikah. Namun di luar dugaan bukannya marah namun ucapan Abid membuat Al Malikah tersentuh. Abid meninggalkan Al Malikah dengan langkah 1000.


Namun tanpa diduga, Al Malikah mengejar dan menghentikan langkah Abid. Bukan untuk mengajaknya berzina melainkan untuk menikahi dirinya. Al Malikah tiba-tiba saja menangis-nangis dan memohon di hadapan Abid, membuat pemuda itu heran dengan tingkah Al Malikah. Bahkan Al Malikah sampai mengancam tidak akan melepaskan kaki Abid tapi usaha Al Malikah berakhir sia-sia karena, Abid bisa melarikan diri dan melangkah jauh dari pandangan Al Malikah. Masih mau lanjut Nia?" Aida kembali menatap Nia barangkali gadis itu bosan mendengarkan ceritanya yang panjang kali lebar.


"Iya Mbak, aku masih mau dengar kelanjutan. Aku ingin tahu apa akhir dari kisah Al Malikah itu. Apakah dia akan kembali lagi ke kelakuan awalnya atau bukan." jawab Nia diangguki Aida.


"Keteguhan iman seorang Abid nyatanya telah menawan hati Al Malikah. Kata-kata keimanan yang keluar dari mulut Abid benar-benar telah membuka hati, mata dan pikiran seorang Al Malikah. Setelah pertemuan pertamanya untuk melakukan maksiat kepada Allah, Al Malikah bertekat untuk memperbaiki diri dan keluar dari lembah hitam yang dia geluti. Tujuannya hanya satu, menyempurnakan benih iman yang mulai tumbuh karena disiram ucapan seorang pemuda yang bernama Abid. Al Malikah mulai mecari Abid bahkan sampai ke pelosok desa. Akan sampai bertahun-tahun lamanya Al Malikah mencari tahu keberadaan Abid tapi tak kunjung bertemu dan usaha yang dilakukan Al Malikah kandas."


"Abid yang mengetahui wanita pe*a*u*r itu mencari-cari dirinya terus menghindar dan bersembunyi. Karena kekuatannya yang luar biasa kepada Tuhannya itu, akhirnya Abid pingsan lalu meninggal. Pada akhirnya kabar meninggalnya Abid sampai ke telinga Al Malikah. Kabar yang didengar Al Malikah tentu saja membuat wanita itu syok dan sedih. Usahanya untuk memiliki suami sholeh harus kandas padahal benih iman yang baru saja tumbuh. Al Malikah bergegas datang ke tempat disemayamkan Abid dan untuk bertakziah. Karena tekat Al Malikah yang sudah bulat, untuk memperbaiki dirinya. Dalam pikiran Al Malikah pasti ada saudara Abid yang memilki iman yang tak kalah kokohnya dengan dirinya."


"Emmm berarti masih ada kesempatan jika kita mau berubah kan Mbak?"


Aida menganggukkan kepalanya. "Benar Nia, selagi kita hidup di dunia ini, selagi kita mau merubah diri kita ke jalan yang benar maka apapun yang kita butuhkan in syaa Allah, pasti Allah kabulkan. Bahkan sejorok atau seburuk apapun masa lalu yang pernah kita jalani pasti akan berkahir dengan indah jika kita mau berubah. Contohnya saja kisah si Al Malikah wanita yang terkenal pe*ac*r dari bani Israil." jawab Aida yang mendapat anggukan kepala dari Nia.

__ADS_1


"Emm, makasih ya Mbak sudah memberikan aku ilmu yang amat berguna ini. Aku nggak tahu harus nanya ke siapa masalah ini. Aku bersyukur Mbak pulang kesini dan aku bisa menanyakan perkara itu kepada Mbak secara langsung. Sekali lagi terima kasih ya Mbak,"


"Sama-sama Nia. Itulah gunanya kita semasa muslim untuk saling mengingatkan dan saling memberikan ilmu yang kita milili apalagi untuk mereka yang tidak mengetahuinya." Senyum manis tercipta dengan jelas di bibir Aida.


"Iya Mbak bener banget. Emm, berapa lama Mbak disini?"


"Besok Mbak sudah kembali Nia. Nggak tahu kapan akan kesini lagi. Tahulah suami Mbak sibuk jadi nggak bisa ambik cuti sembarangan." jawab Aida dengan tersenyum.


"Aku kira Mbak tinggal disini seminggu, padahal masih banyak yang mau aku tanyain sama Mbak. Masalah sekarang aku belum memiliki HP." ujarnya murung.


"Sabar saja dulu Nia, Mbak yakin kok apa yang kamu inginkan itu akan ada disaat kamu butuhkan. Lagian pertanyaan itu masih bisa kamu simpan dulu sampai Mbak kembali kesini atau kamu sudah membeli HP."


"Iya Mbak, aku pasti akan sabar kok." jawabnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2