SUAMI PILIHAN ABI

SUAMI PILIHAN ABI
SPA 24


__ADS_3

Setelah kepergian Nia, Aida memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. Netra terang Aida melihat suaminya yang tengah meringkuk diatas ranjang miliknya. Menipiskan senyum manis kearah suaminya. Aida mendekati ranjang dan duduk tepat di samping suaminya.


Mendudukkan kepalanya sejajar dengan telinga Husein. "Surean ma waqae zawji fi hubiy, laqad badat 'uhibuk bisabab Allah,?" Untuk kesekian kalinya Aida mengucapkan kalimat yang sama ditelinga suaminya. Berharap laki-laki itu segera membuka hati untuk dirinya. Mencintai dirinya seperti dirinya mencintai laki-laki itu.


Setelahnya Aida mengambil handuk serta pakaian ganti. Hari yang sudah sore membuat Aida memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


*****


Tepat dua hari dua malam Aida berada di rumah orang-tuanya. Hari ini kembali Aida berpisah dengan kedua orang-tuanya untuk beberapa waktu kedepan. Rasa rindu yang selama ini Aida miliki belum tuntas dengan sempurna. Waktu dua hari bukanlah waktu yang lama. Bahkan bagi Aida waktu tua hari sama halnya dengan wantu dua jam penuh tanpa jeda.


Aida masih ingin berada di kediaman orang-tuanya, hanya saja suaminya tidak memberi waktu lebih dari dua hari saja. Pikiran Husein mungkin saja saat ini sudah berada di kediaman kekasihnya, Sinta. Aida ingin sekali menumpahkan rasa sakit yang dia rasakan kepada suaminya. Tapi semua dia urungkan. Aida tahu bagaimana sifat suaminya yang tidak memikirkan perasaannya. Melukai perasaannya seperti sebuah kepuasan dalam diri suaminya.

__ADS_1


Ntah sampai kapan Aida akan berada di posisi seperti ini. Ntah sampai kapan Aida akan bertahan dengan segala rasa sakit yang dia rasakan. Jika saja boleh memilih ingin sekali Aida tidak pernah mengenal Husein bahkan menikah dengan dirinya. Luka sudah banyak ditorehkan suaminya untuk dirinya. Meski bukan luka dari tangan namun, luka batin yang menyayat hatinya membuat dada gadis itu sesak. Sesak menahan rasa sakit yang selalu hadir dihatinya.


Apakah Aida bisa memaafkan suaminya? Jawaban adalah iya, Aida sudah memaafkan segala sesuatu yang yang dilakukan suaminya kepada dirinya. Bukan Aida ridho suaminya melakukan hal itu tapi, Aida hanya tidak mau suaminya celaka bahkan Aida tidak mau langkah suaminya diakhirat kelak terasa begitu berat.


"Kenapa kamu cepat sekali pulang Ai? Padahal Ummi masih sangat merindukan kamu, Nak" Aisyah menatap sendu putri kesayangannya. Dua hari bukankah waktu yang lama untuk melepaskan rindu. Itu hanya waktu yang sangat sedikit bagi dirinya.


"Maafkan aku, Ummi. Besok Mas Husein sudah kembali bekerja jadi, kami tidak bisa terlalu lama disini. Jikapun aku di sini siapa yang akan memasakkan makanan untuk suamiku? Aku hanya ingin menjadi istri yang berbakti kepada suamiku sesuai dengan ilmu yang Ummi ajarkan selama ini." jawab Yumna sambil memeluk tubuh ringkih ibunya.


Aisyah membalas pelukan putrinya dengan erat. "Baikkah Nak, Ummi percaya sama kamu. Apapun ilmu yang kami ajarkan selama ini pasti akan kamu tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Maafkan Ummi yang sempat ingin egois Nak,"


"Sein tolong jaga putri ummi ya? jangan bikin putri kesayangan Ummi merasakan sedih dan kesendirian di dalam rumah tangga kalian. Hanya kamu satu-satunya tempat Ummi mempercayai putri, Ummi" Aisyah menatap menantunya dengan penuh harap. Meski di dalam hatinya yang terdalam Aisyah yakin rumah tangga putrinya tidak baik-baik saja. Namun, putrinya itu sangat pintar menyimpan yang namanya rahasia. Aisyah juga tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga putriya. Bisa jadi gara-gara dirinya permasalahan mereka akan semakin runyam.

__ADS_1


"Iya Ummi, aku pasti akan menjaga istriku dengan baik. Iyakan Sayang?" Husein menatap istrinya dengan lembut. Gadis itu tampak syok dan juga terkejut dengam ucapan suaminya.


Sungguh akting yang sangat bagus dan pantas jika di acungi jempol. Suaminya itu sangat cocok sebagai pemain sinetron. Mungkin saja film yang di bintangi dirinya akan sangat sukses dimata masyarakat. Tidak akan ada seorangpun yang akan meninggalkan film dirinya. Apalagi dengan akting yang sangat bagus seperti ini, ditambah lagi dengan wajahnya yang super tampan.


"Ahhh, iya Ummi. Apa yang dikatakam suamiku itu benar," jawab Aida kikuk.


"Sein ingat kata-kata Abi waktu itu. Abi hanya minta sama kamu jangan pernah kecewakan Abi ya Nak? Abi percaya sama kamu," Hasan menepuk bahu menantunya lembut. sebagai bentuk isyarat jika jangan pernah membuat putrinya menderita barang sekalipun


"Iya Abi, aku tidak akan pernah lupa dengan apa yang Abi katakan." jawab Husein dengan sedikit senyum paksa. 'Maafkan aku yang belum bisa memenuhi itu untuk sekarang Abi. Ntah pada akhirnya Aida yang aku kembalikan kepada Abi, ntah dia akan bersama denganku untuk selamanya.


"Kami berangkat dulu ya Bi, Mi," Aida maupun Husein menyalami kedua tangan orang-tua itu dengan takzim sebelum meninggal rumah megah Hasan.

__ADS_1


Hasan dan Aisyah menatap kepergian putri dan menantu mereka dengan hati yang berat. Mereka masih ingin bersama dengan sang putri, namun pekerjaan sang menantu yang tidak bisa di undur membuat mereka rela tidak rela harus melepaskankan kepergian mereka.


TBC


__ADS_2