SUAMI PILIHAN ABI

SUAMI PILIHAN ABI
SPA 40


__ADS_3

Hari ini Ada tidak mengantarkan makan siang ke kantor suaminya atas permintaan Husein karena, suaminya itu mengadakan meeting di luar kantor yang otomatis dirinya akan makan siang bersama kliennya.


Aida memilih untuk tidur siang karena semalam dirinya hanya beberapa jam saja tertidur. Rasa kantuk yang memang sudah tidak bisa lagi Aida tahan yang membuat mata itu sangat sayu jika tidak di turuti untuk beristirahat. Bahkan Aida sudah melewatkan makan siangnya lantaran rasa kantuk yang menyerang.


*****


Husein pulang seperti jam biasanya. Sampai di rumah Husein memeluk erat pinggang istrinya yang tengah membuat sarapan malam mereka.


"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Zaujati," Husein mendaratkan bibirnya pada pipi sang istri.


"Ehh, wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Zaujan," jawab Aida yang cukup terkejut dengan tindakan tiba-tiba Husein. "Maaf Zaujan, aku nggak bisa nyamin tangan Zaujan karena tangan aku lagi kotor," lanjut Aida.


"Tidak apa-apa Zaujati, Zaujan paham kok," balas Husein. "Ya sudah Zaujan mau mandi dulu ya, gerah banget rasanya," pamit Husein yang diangguki Aida.

__ADS_1


Aida melalanjutkan acara masaknya dengan tenang seperti semula. Suaminya kini sudah tak ada lagi di dekatnya. Yakinlah jika saat ini jantung Aida sudah berdetak dengan kencang. Ntah kenapa setiap berdekatan dengan Husein jantung Aida pasti akan berdetak sekencang yang dia mau. Padahal mereka sudah terbiasa untuk berdekatan dalam hal apapun, namun tetap saja jantung itu tak bisa di peringati.


Malam harinya sekitar pukul setengah sembilan-nan. Aida dan Husein sudah berada di atas ranjang mereka. Husein menatap wajah cantik istrinya begitupun sebaliknya.


"Zaujati, Zaujan mau mengatakan sesuatu," ucap Husein menatap lekat wajah istri cantiknya.


"Mengatakan apa Zaujan?" tanya Aida dengan penasaran.


"Dari awal kita memperbaiki hubungan pernikahan kita, kita sudah berjanji untuk saling terbuka dalam hal apapun kan Zaujati?" Aida mengangguk mendengar ucapan suaminya. memang itulah yang mereka katakan saat itu. "jadi sekarang Zaujan akan mengatakan apa yang terjadi tadi siang saat Zaujan di kantor." lanjut Husein membuat Aida semakin penasaran dengan kelanjutan cerita yang akan di sampaikan Husein.


"Sebelum Zujan mengatakannya Zujan berharap Zaujati tidak menyimpulkan seorang diri terlebih dahulu. Yakinlah Zaujan mengatakan ini juga untuk kebaikan pernikahan kita karena, Zaujan tidak mau jika suatu waktu terdengar dari orang lain apa yang terjadi di kantor tadi siang. Kadang kala mulut seseorang bisa saja melebih-lebihkan kata-kata yang akan di sampikan tanpa tahu jika itu tak semuanya terjadi."


"Tadi saat di kantor seorang wanita masuk ke dalam ruangan Zaujan. Awalnya Zaujan mengira itu Fiki sekretaris Zaujan. Tapi pikiran itu sirna kala mendengar suara seorang wanita." Husein menghentikan ceritanya lalu menatap wajah istrinya yang tampak masih penasaran. Husein yakin istrinya itu tidak akan mungkin menyimpulkan hal-hal buruk dalam kepalanya.

__ADS_1


"Lalu?" Aida menantikan kelanjutan cerita suaminya. Yakinlah dalam pikiran Aida tidak ada hal buruk yang bersarang. Dia yakin jika suaminya berkata seperti ini berarti suaminya jujur tanpa ada yang dia tutupi. Ini saja sudah membuat Aida bahagia. Setidaknya suaminya tidak kembali melakukan hal yang salah seperti waktu itu. Karena harmonisnya hubungan rumah tangga adalah dengan kita saling percaya dan terbuka satu sama lain tanpa ada yang tertutupi.


"Dia mantan kekasih Zaujan, Sinta. Dia datang setelah sekian lama kami tidak bertemu. Ntah kenapa lagi wanita itu kembali menemui Zaujan padahal Zaujan sudah memutuskan hubungan kami semenjak dia menghianati perasaan Zaujan waktu itu. Yakinlah Zaujati jika saat ini hanya nama Zaujati yang berada di hati Zaujan. Tak ada nama wanita lain yang berada di dalam sini."


"Tujuannya datang ke kantor tak lain tak bukan untuk mengajak atau meminta Zaujan agar menjalin hubungan lagi dengannya. Tapi ketahuilah Zaujati jika Zaujan menolaknya denagn keras. Semenjak Zaujan memperbaiki hubungan pernikahan kita dan Zaujan banyak belajar tentang ilmu agama, semenjak itu pula Zaujan berjanji tidak kan pernah lagi kembali pada kisah masa lalu atau merajut kembali benang sudah sudah putus. Zaujan berjanji akan selalu setia pada hubungan pernikahan kita. Zaujan tidak akan pernah mau lagi pernikahan kita seperti waktu itu."


"Alhamdulillah Zaujan, aku senang jika Zaujan mengambil keputusan yang tepat." Aida menampilkan senyum manisan. Karena Aida yakin jika suaminya itu sudah belajar dari sebuah pengalaman yang mana rumah tangga mereka yang sudah berada di ujung tanduk. Jika saja saat itu Husein tidak memperbaiki rumah tangga mereka maka, mungkin saja saat ini mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing.


"Zaujati tidak marah bukan sama Zaujan?" tanya Husein menatap lekat istrinya.


Aida menggeleng. "Tidak Zaujan, tidak ada yang membuat Zaujati akan marah. Zaujan berkata jujur saja Zaujati sudah bahagia yang artinya Zaujan sudah menyelamatkan pernikahan kita degan mengatakan suatu kejujuran." jawab Aida yang masih menampilkan senyum manisnya.


"Terima kasih Zaujati," Husein memeluk erat tubuh istrinya yang lebih kecil darinya. Beberapa kali Husein mendaratkan bibirnya pada dahi sang istri. Husein bahagia, bahkan sangat bahagia memiliki seorang istri seperti Aida. Untung saja dirinya cepat sadar jika saja tidak, mungkin kini Husein sudah merasakan penyesalan yang teramat dalam.

__ADS_1


TBC


__ADS_2