
Aku mendapatkan tlp dan itu dari hani, hani adalah pacarku dulu sewaktu SMA.
"Ada apa?"
"Gani bisa kita bertemu?"
"Baik kita akan bertemu nanti kukirim alamatnya"jawabku
Setelah selesai bekerja aku berangkat ke restoran di tempat aku dan hani janjian, kulangkah kan kakiku tapi entah mengapa jantungku rasanya ngk enak entah ada apa ini?
"Papa..."
Anak kecil berumuran 6 tahun memelukku dan memanggilku papa
"Anak siapa ini"
tp tunggu wajahnya kok mirip dengan....
"Gani"
muncul hani dari luar mungkin habis dari toilet,dia melihat ku kebinggungan karena ada anak kecil bergelayutan di kakiku.
"Andin....namanya andin" kata hani
"Dia adalah anakmu"
"jedar"
Seperti di sambar petir dengan perkataan hani barusan tadi dan mana mungkin dan kapan aku menyentuh hani. Aku tidak pernah sadarbakan hal itu.
Hani pasti mengada ngada Karena selama bersama aku yakin tidak menyentuh hani sekalipun tapi melihat andin yang memang sangat mirip denganku.
Aku mencoba mengingat semua tentang masa laluku dan sungguh aku tidak mengingatnya dan sekarang aku harus bagaimana menghadapi semua ini.
Aku terkejut karna sudah 7 tahun tak berjumpa dengan hani dan tiba tiba dia datang membawa seorang anak da dia mengatakan bahwa itu adalah anakku.
"Sebenarnya waktu selesai acara perpisahan waktu itu kita melakukanya" kata hani
"bagaimana mungkin, aku tidak mengingatnya" jawabku
"Aku tak bermaksud menyembunyikan darimu, kulihat kau sangat menggebu gebu dengan impianmu saat bercerita dan waktu itupun aku tak tahu kalau hasil semalam bisa membuatku hamil,mungkin waktu itu aku dalam masa suburku." Kata hani
"Ya tuhan.ada apa ini" batinku
__ADS_1
bagaimana dengan rista dan fandi,apa mereka menerima masa laluku ini dan rista apa dia akan memaafkan ku aku menjadi cemas.
"Gani aku sakit" kata hani
Aku datang padamu untuk menyerahkan andin kepadamu,dulu Karena aku hamil aku diusir orang tuaku.Aku sudah semampuku merawat andin.
Tapi ..tuhan berkata lain, aku sakit leukimia...aku tak sanggup jika melihat andin sendiri. Aku sangat mengharapkan kesediaan mu merawat putri kita gani dan membesarkanya.
Aku mohon padamu untuk menyayanginya dengan sepenuh hatimu karena hanya dia milikku satu satunya dan anggap ini adalah permintaan pertama dan terakhirku padamu gani.
"Maafkan aku hani aku sudah berkeluarga, aku harus berbicara pada mereka."jawabku
Terus terang aku masih belum siap dengan semua ini, aku sangat bingung rasanya bercampur aduk.
"Baik lah aku akan menunggu kalau kamu tak mengiginkan andin akan kutaruh dia kepanti asuhan." kata hani
"Anakku di panti asuhan batinku tak rela....tunggulah aku akan berbicara sama istriku." kataku
aku memeluk andin aku mengambil satu helai rambutnya untuk di tes DNA tanpa sepengetahuan hani tentunya karena takut menyinggungnya.
Karena tahu hani sedang sakit dan pastinya aku tidak ingin membuat hani berpikiran yang tidak tidak jika aku terang terangan meminta untuk tes DNA.
Jadi tanpa sepengetahuan hani diam diam aku mengambil rambut andin untuk tes DNA.
karena memang andin sangat mirip denganku.
Untuk berjaga jaga Karena semua harus ada bukti dan tes DNA jalan satu satunya yang aku tempuh. Untuk mengatakan ini kepada rista dan aku harus bisa menyakinkan nya jika ini adalah masa lalu yang tidak aku ketahui.
Tapi aku harus segera berbicara dengan rista aku harus mencari waktu yang tepat,segera batinku mantap memutuskan mengatakan soal andin kepada rista.
"Mas ada apa...kok sepertinya lagi banyak pikiran." tanya rista
"Ngk papa sayang," jawabku
kupeluk rista kubenam kan mukaku bermanja padanya....kucium dirinya untuk menghilangkan kegundahan di hatiku.
"Ris ...kataku"
"Aku saangat mencintaimu ris" kataku
"Aku juga mas." jawab rista
akupun meluapkan rasaku dengan rista, malam ini benar benar hatiku sedang kalut.
__ADS_1
"Ris jika aku membuat kesalahan di waktu lampau apa kamu bisa memaafkan ku" kataku
"Kenapa mas,aku takkan melihat kebelakang mas, semua orang punya masa lalu tergantung kesalahanya mas." jawab rista
"Rista maafkan aku..."
"mas gani kenapa sih kok minta maaf terus aku kan jadi binggung lho mas" kata rista
(kulihat mas gani memandangku ingin mengatakan sesuatu tapi sepertinya ragu)
Kulihat rista begitu pulas tidurnya aku memandang wajahnya yang cantik, hidung dan bibirnya yang membuatku menjadi candu.
Apa reaksinya jika kukatakan dulu aku membuat kesalahan dan ada hasilnya...adalah anak cantik yang bernama "andin"
semog Aku di maafkan oleh rista.
Untuk hari ini aku belum bisa mengatakan apa apa kepada rista, aku menjadi pecundang untuk malam ini tidak berani berkata jujur akan masa laluku.
Walaupun rista sudah mengatakan tidak melihat akan masa lalu karena dia tidak tahu masa laluku yang membuat aku saja tidak percaya.
Apalagi rista nanti jika tahu tentang andin apa dia bisa memaafkanku tapi aku akan berusaha merayunya jika dia keberatan akan keberadaan andin.
Jika aku tidak bisa membujuknya aku akan meminta kepada mamaku untuk merawat andin bersamanya tapi kuharap rista menerima andin sebagai putrinya.
Aku yakin rista adalah wanita yang berhati lembut, nanti jika dia melihat andin dia pasti akan senang kepadanya walaupun aku tahu semua akan ada prosesnya.
Andin adalah anak yang cantik dan aku tahu hani juga adalah wanita yang sangat baik dia pasti mengajari andin hal hal yang positif dan baik.
Sekarang aku harus mencari waktu untuk menceritakan masalah ini tentang hani andin dan masa laluku yang tidak aku ketahui jika mempunyai anak yang sudah besar.
Anak yang tidak aku tahu akan keberadaanya dan sekarang dia hadir tiba tiba mengejutkanku walaupun sekarang aku belum tahu akan tes DNA itu.
Tapi aku yakin jika memang andin adalah anakku bersama hani dan hani sekarang sedang sakit, itu adalah sakit yang serius belum ada obatnya.
Mungkin dulu aku memang mencintai hani dan kami memang mungkin melakukanya walaupun aku tidak tahu karena setahuku kepalaku pusing dan darahku mendidih seperti ingin lari marathon.
Waktu itu aku memang sedang pulang reunian dan aku pulang kerumah hani dan setelah bangun hani biasa biasa saja dan tidak mengatakan kalau kita sudah berhubungan badan jadi akupun tidak tahu.
Hani bersikap normal seperti biasa dan waktu itu aku bertanya kepadanya dan dia benar benar tidak mengatakan apa apa jadi ini bukan kesalahanku dan hanilah yang salah tidak menuntutku dan malah pergi jauh meninggalkanku.
Jika dulu hani mengatakan semua itu mungkin semua ini takkan terjadi kepada kami kemelut dalam rumah tangga tidak akan terjadi kepadaku
Aku berbaring mencoba untuk memejamkan mata dan mengatakan dalam diriku jika nasi sudah menjadi bubur dan besok aku akan menghadapi semua, kupeluk rista dalam dekapanku dan akupun tertidur.
__ADS_1