
Aku bersama anak anak juga mas gani ke rumah mama, dan rencana akan menginap ke rumah nenek mereka.
Mas gani berpamitan kepadaku untuk pergi sebentar dan nanti malam dia akan kembali untuk menginap.
"Aneh," mas gani ngk biasanya pergi bila di rumah mama, ini sungguh membuatku merasa curiga kepada mas gani.
Memang akhir akhir ini dia selalu keluar sebentar setelah pulang bekerja dengan seribu alasan dan aku tak menaruh curiga kepadanya.
aku juga sibuk dengan butik yang aku kelola karna selalu rame, jadi aku harus membantu karyawannku takut kewalahan dengan pelanggan.
Kutepis kecurigaanku pada mas gani karna sikap mas gani masih biasa terhadapku, akupun tak ingin berfikiran buruk kepada suamiku.
Mas gani kembali setelah makan malam kami selesai.
"Mas, mau makan." apa mas sudah makan di luar, tanyaku.
"Belum sayang, mas belum makan" jawab mas gani.
Aku menyiapkan makanan untuk mas gani dan menemaninya.
"Tadi ketemu siapa mas..."
Kok sampai belum makan, tanyaku
"Biasa ris "
Ketemu sama teman lama, tapi ngk sempat makan. Jawab mas gani
Mas gani menyelesaikan makanannya dan menemui anak anak di ruang tamu, mereka sedang bermain monopoli bersama tantenya ayunda.
Aku pergi kekamar mama karna mama setelah makan malam langsung pergi ke kamarnya, aku takut terjadi sesuatu terhadap mama.
"mama kenapa" tanyaku
ngk kenapa napa ris.
Mama tumben langsung ke kamar setelah makan, biasanya jika ada anak anak mama selalu menemani mereka.
"mama sakit,"Kita periksa ke dokter besok ya, karna sekarang sudah malam. kataku
"ngk usah ris"
ini memang penyakit tua ris, jadi ngk usah khawatir...
Jawab mama meyakinkanku.
Aku keluar dari kamar mama ke ruang tamu kulihat anak anak sudah tertidur, kali ini mereka tidur di luar bersama tantenya. kulihat mereka berempat tertidur berjejeran dan saling berpelukkan,
"damai" sekali melihat mereka seperti itu.
aku dan mas gani kembali ke kamar kami mengobrol ringan dan lalu tertidur.
__ADS_1
Sore hari kami pulang karena besok anak anak sekolah, sebelum nya aku mampir dulu membeli jajanan/ cemilan untuk di rumah dan rencana nya hari ini aku akan bertemu dengan reni untuk mendiskusikan desain selanjutnya untuk butik ku.
Aku pergi bersama almira karna memang aku sudah mengatakan ke andin dan fahmi jika aku akan pergi menemui reni.
Tadinya aku akan bertemu di restoran tapi reni mengusulkan jika kita bertemu di butik saja dan aku sudah sampai menyapa karyawan ku,
"Bu reni sudah sampai?" tanyaku ke linda karyawan butikku
"sudah bu barusan 5 menit lalu," aku mengangukkan kepalaku tanda mengerti dan berlalu menuju ruang kantor ku.
"kalau ini gimana ren menurutmu," aku menunjukkan gambar yang menurutku bagus dan cocok untuk dirilis untuk liburan tahun ini
"Hmmm... Oke ris"
kita pilih yang ini aja untuk projek selanjutnya,
sambil mengamati sketsa gambar yang aku tunjukkan kepada reni.
aku tak meragukan penilaian reni soal model baju, karna reni sudah lama berkecimpung di dunia baju dan jahit menjahit jadi dia tahu tentang baju yang trend saat ini.
Karna sudah lama berbincang bersama reni dan almira juga tadi bercanda sama reni sampai kelelahan dan dia tertidur aku memutuskan untuk pulang segera dan menggendong almira menuju mobilku untuk pulang kerumah.
Di jalan aku seperti melihat mobil mas gani,aku mendekat dan memang itu mobil mas gani.
aku mengikuti di belakang mobil karena penasaran sedang apa dan dengan siapa dia, siapa wanita itu "pikirku."
Mobil berhenti dan di sebuah hotel,
Aku mengepal setir mobilku , "geram"
Aku buru buru memfoto mereka, jika nanti aku tanya mas gani dia tidak bisa mengelak lagi, karena aku ada bukti.
Aku langsung pulang karena kasihan almira yang sedang tidur di belakang.
Aku masuk kekamar setelah menaruh almira di kamarnya dan melihat fandi,serta andin mereka ada semua di rumah sedang di kamar masing masing.
Kurebahkan badanku dan memikirkan apa selanjutnya yang akan aku lakukan, setelah kejadian ini aku mencurigai mas gani jangan jangan mas gani ada main di belakang ku.
Aku langsung teringat akan perkataan winda tempo lalu, kalau aku
"tak mengenal mas gani"
sekarang aku mulai menimbang nimbang, mas gani memang selalu sayang sama aku dan anak anak, dia jarang pulang terlambat kerja dan masalah uang mas gani pun tak pelit dan dia termasuk royal.
mas gani pulang dan dia bersikap bisa saja, sebenarnya aku kesal ingin bertanya langsung, tapi aku urungkan aku yakin dia pasti mempunyai banyak alasan.
Mas gani kekamar mandi dan aku langsung memeriksa bajunya dan mencium bau nya
Dan benar ada aroma parfum wanita dan itu pasti wanita yang tadi kulihat.
Buru buru aku melihat ke arah ponsel tapi saat kubuka ternyata ponsel nya terkunci
__ADS_1
" ah...sial di pake sandi"
Kuletakkan kembali ponselnya sepertinya mas gani sudah selesai mandi,hampir saja ketahuan jika aku sedang memeriksa isi ponselnya
"ada apa ris, apa ada yang tlp tadi,"tanya mas gani
"Ngk tau mas. aku tadi mendengar WA masuk," jawabku
Memang tadi ada yang WA , jadi itu bisa menutupi kalau aku habis memeriksa Ponselnya walaupun "Gagal total" karna pake sandi.
Biar saja nanti kalau pas tidur aku akan mencoba membuka lagi ponsel mas gani.
Habis mandi mas gani langsung makan dan setelah itu dia bersama anak anak di ruang tengah.
Aku masuk kekamar dan tidak lama mas gani menyusulku ke kamar dan memelukku,
"Ris kulihat dari tadi ngk semangat, ada apa?"
Kubalikkan badanku dan kulihat muka mas gani, tidak ada yang berubah mas gani memandangku masih dengan penuh cinta tapi apa yang kulihat tadi itu.
" apa mas gani bermuka dua"
semua itu masih menjadi teka teki di pikiranku.
"Ngk ada apa apa mas"
"tadi pergi sama siapa mas," tanyaku
Mas gani melihatku lalu menjawab
"dengan teman kenapa ris?"
Ngak mas tadi aku telepon mas kok ngk diangkat,
memang tadi aku sempat menelponya di butik sebelum mengetahui dia jalan dengan wanita ke hotel.
"Tadi ponselku lowbet ris, aku lupa membawa cas" kata mas gani.
"maaf ya ...sayang," mas gani mencium pipiku.
Alasan mas gani sangat klise ngk masuk akal, alasannya lowbet apa lagi asyik memadu kasih ama wanita lain, lihat saja kalau ketahuan
" habis kamu mas gani sama aku"
pikiran dan hatiku mengancamnya.
Aku diam dan mencoba untuk tidak emosi.
Kubiarkan saja mas gani berkata apa, tapi di hatiku aku akan memeriksa ponselnya lagi dan mencoba menebak sandi di dalam ponselnya itu.
"aku harus bisa dan aku mencurigainnya"
__ADS_1