
Hari ini sabtu, aku ingin bersantai di rumah dan membantu ibu saja berberes dan memasak. Agam pun ada di rumah karena liburan sekolah dan tahun ini agam lulus sekolah.
agam mendapat beasiswa untuk kuliah dan dia meminta pendapatku apa dia boleh kuliah apa bekerja saja, aku menyarankan padanya untuk kuliah dan nanti mencari kerja. seperti aku dulu kuliah sambil bekerja.
pekerjaan di rumah sudah selesai dan hari sudah sore, aku akan pergi bersama temanku. pergi ke mall bersama temanku lila dan aku janjikan dengan lila di depan bioskop karena aku akan nonton bersamanya.
aku terburu buru karena lila menungguku di parkiran mobil, aku tadi ke toilet dulu dan kusuruh lila jalan kepakiran dulu. sebelum sampai ke parkiran tiba tiba....
aku merasa seluruh tubuhku seperti ada yang menciumi ku, aku mengingat ingat jika tadi aku mau ke parkiran dan..
aku terbangun karena bius yang diberikan kepadaku sudah hilang , aku membuka mataku dan kulihat adam sudah diatas ku dia mencoba menyentuhku.
aku berteriak meminta tolong dan menendang nendang sekuat tenaga aku menolak nya, tapi adam tak menghiraukan dia seperti kerasukkan. Aku harap ada yang menolongku.
Tidak lama,
"buk.. buk.."
seseorang menyerang adam dan menghajarnya. siapa orang itu aku hanya melihat punggungnya dari belakang dan belum melihat wajahnya, aku bersyukur setidaknya aku selamat ada yang menolongku.
setelah menghajar adam dan adam sepertinya pingsan, penolong itu menghampirinya dan Ternyata "pak gani..."
dia menolongku, di lepas jas yang dia pakai dan di berikan padaku karena pakaianku koyak di beberapa tempat, aku berterimakasih atas pertolongannya padaku.
__ADS_1
aku tak menyangka jika adam begitu nekad menculikku dan aku di bawa di villa, jauh sekali dan lila dan ibu pasti cemas sekali karena aku tak pulang pulang dan ini sudah malam sekali.
pak gani membawaku ke hotel karena melihat keadaaku yang berantakan, aku pikir jika ibu melihat keadaanku seperti ini aku takut nanti akan jatuh pingsan. akhirnya aku mengikuti keinginan pak gani karna ini juga sudah tengah malam dan berkendara malam pasti berbahaya.
kamar hotel penuh karena di sini habis ada acara terlihat banyak sekali hiasan hiasan di mana mana, ternyata pak ganipun tadi juga menghadiri acara di hotel ini dan tidak sengaja melihat adam membawaku ke villa dan mengikuti kami.
tidak ada kamar lagi karena banyak yang menginap di hotel ini,terpaksa aku satu kamar dengan pak gani. Sebenarnya aku takut bagaimanapun pak gani seorang lelaki dan aku perempuan, aku takut nanti pak gani menjadi "kucing garong" dan aku "menjadi pepesan ikan." habislah aku, seram juga membayangkanya...
aku membersihkan diriku dan aku mendengar ada yang mengetuk pintu kamar mandi, aku mendekati pintu dan samar ku dengar pak gani mengatakan jika dia membawa baju ganti untukku.
aku memakai handuk dan mengintip melihat apa masih ada pak gani di sana dan ternyata tak ada, aku mengambil baju itu dan memakainya terasa pas di badanku. Boleh juga pikirku baju pilihan pak gani, aku terlihat cantik memakainya.
aku keluar dan melihat pak gani sudah duduk menungguku, sudah ada makanan dan pak gani menyuruhku duduk untuk makan, aku lapar sekali tak sungkan sungkan aku melahap semua makanan yang ada di piringku sampai habis.
aku membawa selimut dan bantal untukku tidur di Sofa karena tak mungkin aku satu ranjang sama pak gani.
tidak pak saya saja yang di Sofa badan saya pas untuk tidur di Sofa, bapak di kasur saja, aku langsung merebahkan badanku supaya tidak ada perdebatan untuk masalah kasur.
aku tidak bisa memejamkan mata kulihat pak gani masih sibuk dengan laptopnya, "pak terimakasih telah menolong saya"
"hmm..lain kali berhati hatilah," kata pak gani
beruntung aku melihatnya, katanya lagi.
__ADS_1
Aku mencoba untuk memejamkan mataku, tapi pikiranku masih saja masih memikirkan besok,jawaban apa yang aku katakan pada ibu di rumah. Aku memiringkan badanku dan ku lihat lagi pak gani ternyata dia sudah tidur.
Pak gani mengantarkanku pulang ke rumah, sepertinya pak gani mengetahui kegelisahan di hatiku, "apa perlu aku ikut bersamamu untuk menjelaskan kepada ibumu indah," kata pak gani.
Aku terdiam....
Pak gani ikut turun dari mobil dan mengantarku, aku mengetuk pintu dan ibu membukakan pintu, ibu terheran mungkin ibu berfikir semalam tak pulang dan sekarang pulang bersama laki laki yang belum ibu kenal.
Perkenalkan saya gani bu, pak gani mengenalkan dirinya setelah ibu menyuruhnya duduk. Pak gani menceritakan semua yang terjadi padaku semalam, dan ibu sangat marah sama adam.
Ibu menyuruhku istirahat dan ini hari minggu aku bisa beristirahat karena besok aku akan bekerja kembali, aku mencoba melupakan apa yang terjadi padaku dan beruntung aku masih selamat dari adam dan itu berkat pak gani.
Hari ini aku bekerja karena hari ini bu rista tidak datang ke butik dan ada yang harus aku diskusi kan dengan bu rista akhirnya aku datang kerumahnya atas suruhan bu rista sendiri.
Aku di persilahkan masuk ke dalam rumah bu rista, kulihat rumahnya besar dan sangat bagus, ku lihat foto keluarga di pasang di ruang tamu dan banyak foto di meja hias di ujung sana aku melihat lihat dan kulihat senyum bahagia di foto itu.
Bu rista menyuruhku duduk dan aku menyerahan beberapa berkas yang aku bawa untuk bu rista periksa dan tanda tangani, anak bu rista turun dan menyapaku karena andin sudah beberapa kali bertemu danganku.
Selesai dengan urusanku akupun pergi karena hari sudah sore dan aku tak kembali lagi ke butik, aku akan langsung pulang menaiki motor yang setia bersamaku dan sudah 10 tahun aku mengendarainya.
Kulihat ada mobil masuk ke halaman, ternyata pak gani sudah pulang bekerja, pak gani berjalan dan aku melaluinya dan ku berikan anggukan serta senyumanku untuk menyapanya.
Pak gani juga tersenyum padaku, dan berlalu berjalan menghampiri bu rista, mereka saling tersenyum penuh dangan cinta. kulihat pemandangan itu ketika sampai di pintu gerbang sambil menunggu pak satpam membukakan pagar untukku.
__ADS_1
Dari spion motorku kulihat bu rista mencium tangan pak gani dan bergelayut manja kepada pak gani masuk kedalam rumah dan aku heran dengan perasaanku aku seperti sesak dan kesal.
Aku melajukan motorku dengan cepat tapi tidak lama aku melajukan dengan pelan dan berhenti sebentar untuk minum air, aku seperti di kejar kejar dan kehausan. Jantungku berbunyi sangat cepat mengingat adegan yang kulihat tadi di rumah bu rista membuat aku sangat resah. "ada apa denganku"