
Tiga bulan setelah kematian hani,andin sekarang bersamaku, dia hadir di dalam keluarga kecilku. Aku masih belum terbiasa dengan kehadirannya walaupun kami sering bersama dan bertemu.
Aku canggung,aneh rasanya dengan hadirnya andin dan mas gani sangat paham dengan itu.
bukanya aku tak sayang pada andin, aku tahu anak itu tidak bersalah,hanya saja aku dan andin butuh penyesuaian Karena dia masih kecil dan yang dia tahu bahwa hani adalah mamanya bukan aku.
3 bulan telah berlalu andin mulai memanggilku mama bukan tante lagi Karena selama ini andin memanggilku seperti itu dan dia suka sekali bersama fandi sejak pertama dia datang kerumahku, dia sudah menyayangi fandi, aku tahu bagaimanapun mereka saudara dan mereka selalu bermain bersama.
Aku tak pernah membedakan fandi dan andin dalam kasih sayang karna mereka sama sama anakku dan mas gani mungkin dari itu andin sudah mulai menerimaku dan dia selalu bermanja padaku.
"Ma...hari ini aku bekal apa?" tanya andin
Aku selalu membekali andin sekolah agar dia tidak jajan sembarangan dan andin ngk pernah jajan di luar karna jajanan di luar kurang higienis menurutku.
"Ini mama bekali kakak oseng jagung manis,udang dan bucis maukan sayang" jawabku
Mau mah, masakan mama yg paling enak sambil memberi jempol padaku dan aku tertawa melihat tingkah nya
Dengan adanya andin rumah jadi ramai.
mas gani hari ini mengajak kami ke mall, fandi dan andin senang sekali dan mereka bermain di timezone.
Aku dan mas gani mengawasi mereka bermain, setelah mereka capek bermain kuajak mereka makan, Karena kurasa di samping capek mereka lapar terlihat sekali saat mereka makan sangat lahap.
Kami pulang setelah belanja untuk bulanan dan membelikan mereka pakaian dan mainan. Sambil tertawa mereka bersenandung di mobil sampai akhirnya mereka kelelahan dan tertidur.
Mas gani memelukku, dia mengucapkan terimakasih kepadaku karena tidak membedakan fandi dan andin. Memberikan kasih sayang sangatlah mudah untuk anak semanis andin dia anak yang patuh dan baik, penyayang kepada fandi siapa yang tidak suka dengan anak seperti andin.
__ADS_1
"ris terimakasih telah menerima andin," kata mas gani
"Mas aku tadinya meragukan diriku kalau aku bisa menerima andin apa tidak, tapi ternyata aku bisa Karena andin pun bisa,dia anak yang manis dan baik." jawabku
Mas,aku yakin almarhum hani telah mendidik andin dengan baik dan memberi kasih sayangnya sehingga dia mempunyai anak yang ber akhlak yang baik mas.
"bagaimanapun aku mengucapkan banyak terimakasih Karena kamu juga adalah wanita yang berhati mulia." kata mas gani
aku senang mas gani mengerti akan situasi antara aku dan andin yang butuh penyusaian, tentu saja semua itu membutuhkan proses. Proses yang lama tapi membuktikan.
Mas gani masih memelukku dengan erat sampai pagi menjelang tapi, hangat di dalam pelukan mas gani rasanya rngan untuk terbangun.
Karena sudah pagi aku bangun dan menyiapkan sarapan mas gani
Fandi dan andin, mas gani akan berangkat kerja dan andin sudah kami daftarkan di sekolah yang satu arah dengan tempat mas gani bekerja.
aku buatkan kamar anak anak terpisah dari kami,Karena fandi sudah 3 tahun dan sudah aku buatkan kamar bersebelahan dengan andin.
tidur terpisah sudah aku biasakan untuk mereka jika tidak nanti bisa repot dan walaupun begitu kami membuatkan kamar dengan pintu yang bisa langsung terhubung dengan kami supaya kami bisa mengawasi mereka jika mereka terbangun.
Fandi dan andin sudah bangun,kusiapkan sarapan andin Karena mas gani selalu mengantarkan andin kesekolah sekalian bekerja karena arah yang sama dengan kantor mas gani dan ketika pulang aku yang menjemputnya fandi selalu merasa senang sekali saat aku ajak menjemput kakaknya.
Karna adanya andin sekarang aku di belikan mas gani motor untuk antar jemput, untuk sementara motor dulu kami sedang menabung untuk membeli satu mobil lagi.
Maklumlah mas gani bekerja sebagai menejer , dia selalu berusaha menyisihkan uang untuk mama dan membantu kebutuhan kuliah ali.
Kebutuhan kami semakin bertambah, andin yang bersekolah dan fandi dengan susunya, makanya mas gani kadang pulang terlambat karwna lembur bekerja.
__ADS_1
Kami harus pandai pandai mengatur uang, walaupun mama mertua sudah mengatakan untuk tidak memberikan jatah uang tapi mas gani memaksanya mama mertua sampai ngk enak hati kepadaku tapi kukatakan padanya itu sebagai salah satu bakti mas gani untuk mama semoga rezeki kami bertambah dengan begitu.
Untuk itu aku selalu berusaha untuk berhemat agar kami bisa berbagi dengan keluarga dan syukurlah sampai sekarang kami tidak kekurangan dengan masalah keuangan.
Aku selalu mengajari anak anak ku untuk berhemat dan jangan menyia yiakan sesuatu apapun entah itu masalah sandang atau pun pangan.
Tidak berlebihan dan hidup sederhana menyesuaikan semua keuangan dan kebutuhan kami dan tidak mengikuti orang lain menjadi diri sendiri.
" mah besok hari minggu bagaimana jika kita kemping di rumah mah" kata andin
Memang setiap minggu jika mas gani tidak pergi keluar bersama teman temannya kami selalu melakukan apa saja entah itu kerja bakti membersih kan rumah atau melakukan olah raga bersama.
Salah satunya juga berkebun atau kemping ala keluarga di halaman rumah kami, walaupun tidak luas tapi bisahlah untuk mendirikan tenda kecil di halaman rumah kami.
Hari ini atas ide andin kami memasang tenda yang memang sengaja aku beli, tenda kecil dan tikar, meja kecil untuk makanan yang sudah aku siapkan.
Senang sekali melakukan hal kecil seperti ini bersama anak anak , melihat mereka bercanda dan bahagia adalah hal yang menyenangkan.
Andin dan fandi menyantap makanan setelah mereka bermain kejar kejaran dan entah apa lagi mereka lakukan karena aku menyiapkan makanan di dapur dan tidak melihatnya.
Ada mas gani duduk duduk di tikar tapi kurasa dia tidak melihat anak anak Karena asyik dengan ponselnya, walaupun sesekali dia menatap kedepan tapi kurasa lebih banyak melihat ponsel di tangannya.
"Mas ayo kita makan dan minum aku sudah membuatkan untukmu juga" kataku
Dari tadi mas gani sibuk dengan ponselnya dan anak anak sudah menyantap makanan sosis bakar dan kue serta puding yang aku bawa dari tadi aku siapkan untuk mereka.
Sambil tertawa fandi dan andin memakan makanan yang tersedia, mas gani dan aku sendiri duduk melihat tingkah mereka berdua yang sedari tadi terlihat gembira.
__ADS_1
Bahagia ngk selalu mahal hanya dengan hal kecil asal bersama keluarga akan terasa bahagia.