
Sesudah makan malam kami keruangan tengah kulihat ali sedang asik bersama ponselnya,
mama dan mas gani sedang duduk berbincang sambil mengawasi fandi yang asik main dengan mobil tayo nya.
Aku menghampiri mereka, mama melihatku sepertinya ada hal yang penting untuk di bicarakan padaku, pikirku.
"Ris, mama mau ngomong sama kamu." kata mama
"maaf ya ris sebelumnya, mama mau meminjam uang ke gani
ngk banyak kok cuma 20jt aja nanti mama akan ganti kalau sudah ada." kata mama
"kebetulan mama mau merenovasi toko roti mama dan uangnya kurang bolehkan?" kata mama lagi
"kulihat mas gani menunggu jawaban dariku "boleh aja ma kalau mas gani ada uang" kenapa tidak, ku kira ada apa kok serius banget ngomongnya," jawabku
Kulihat kelegaan di wajah mama dan mas gani. "ma besok baru aku ambil uangnya di bank karena uang yang di rumah ngk ada banyak hanya ada uang kebutuhan rumah saja." kata mas gani
"Ngk papa gani besok aja mama juga pulangnya lusa mama masih kangen sama fandi soalnya." kata mama
"gimana ma toko rotinya masih rame kan?" tanyaku
alhamdulillah ris sekarang udah mulai ramai lagi ngk kayak waktu ada corona sepi sekali, walaupun sekarang juga masih ada corona tapi lumayan orang sudah mulai ngk takut keluar rumah.
tapi harga telor juga naik..turun ris bikin pusing aja curhat mama mertua ku..
Iya sih bagi penjual roti yang bahanya telor emang kerasa banget kalau harga ngk menentu, toko roti mama adalah penghasilan satu satunya mama karena ayah mas gani sudah meninggal sewaktu mas gani masih kuliah.
Tapi mas gani setiap bulan memberi uang ke mamanya ngk banyak, tapi mama selalu bersyukur karena untuk mengkuliahkan ali mama pasti kewalahan kalau hanya mengandalkan hasil dari toko rotinya dan aku sebagai istri mas gani bersyukur karna mas gani tidak melupakan mama dan adiknya.
hari sudah malam dan kami masuk ke kamar. mama kekamar tamu dan ali tidur di depan tv, eeh...bukan tv yg di lihat tapi tv yang ngelihat ali tidur.
__ADS_1
mungkin ali kecapek an.seperti biasa aku selalu mengontrol pintu kalau mau tidur.kumatikan tv dan lampu karena ali sudah tertidur pulas.
"ris, ngk papa uang tabungan kita di pinjam mama." kata mas gani
Ngk papa mas emang sih uang itu mau kita pake buat memasang atap teras halaman karena kalau hujan kursi yang di teras basah semua.
tapi biar saja mas mungkin mama lebih membutuhkan dari pada kita.
makasih ris atas pengertianya sambil memelukku mas aris mencium keningku dan kami pun tidur dengan berpelukkan karena memang sudah malam dan mengantuk.
Pagi hari mama membantuku di dapur untuk membuat sarapan, senangnya di bantu mama pekerjaan dapur dapat cepat selesai kalau di bantu dan fandi juga sudah bangun dia bersama ali bermain di depan.
Setelah sarapan mas fandi berangkat kerja dan aku mengantar sampai depan bersama fangi yang kugendong.
Mama dan aku duduk di teras depan sambil melihat ali dan fandi yang main lempar bola kecil.
aku pikir ali tidak suka anak kecil karena biasanya anak laki cuek dan sukanya main ponsel, ternyata tidak buat ali sepertinya ali juga suka sama anak kecil seperti fandi.
"duk... Suara orang jatuh"
"kak fandi jatuh ada luka di kakinya, kata ali
aku masuk kedalam rumah dan mengambilkan obat lalu aku mengobati kaki fandi.
"Kak maaf karena aku lalai menjaga fandi," kata ali
Aku melihat ali merasa bersalah karena fandi terjatuh dan pastinya itu bukan keaalahan ali, tapi ali merasa bersalah karena fandi terjatuh saat bersamanya.
"ngk papa ali hanya luka kecil ngk usah khawatir," kataku
fandi jagoan kan kataku menenangkan fandi yang menangis dan ajaib fandi berhenti menangis.
__ADS_1
Mungkin karena sudah di obati jadi ngk terlalu sakit lagi, hanya luka kecil dan nanti akan sembuh dengan memberinya obat.
lagi pula anak kecil memang biasa terjatuh dan itu sudah biasa terjadi apalagi fandi memang anak aktif kesana kemari ngk mau diam.
Setelah diam dan tidak menangis lagi fandi kuajak kekamar dan aku menidurkanya, fandi mungkin juga ngantuk dan lelah karena bermain dan akhirnya tidak berapa lama fandi pun tidur.
Aku meninggalkan fandi sediri di kamar karwna dia tidur dan kubuka sedikit pintu agar aku bisa mendengar jika fandi nanti terbangun.
Mama sedang di dapur, "mah sedang apa?"kataku
ini ris mama bikin puding, nanti bisa di makan buat fandi juga, jangan lupa nanti di suapin juga fandinya.
"Pasti fandi suka puding buatan mama." kataku
"Bisa aja kamu ris, semoga saja memang benar katamu fandi suka dengan puding buatan mama." kata mama
Aku dan mama melanjutkan memasak untuk makan siang dan malam kami nanti akan aku hangatkan jika mas gani sudah pulang kerja. Karena hari ini mas gani akan pulang terlambat jadi nanti kami makan malam duluan.
"ma...ali kemana mah?" tanyaku
"ali sedang tlp sama temanya kayaknya, ada apa ris?" tanya mama.
Ngk kok ma cuma tanya saja, ya sudah ma aku juga mau menjemur pakaian dulu sambil berlalu dari dapur aku menjemur pakaian. Hari ini aku menjemur dan cuaca sangat terik.
Selesai menjemur pakaian aku masuk kamar karena takut fandi bangun dari tidurnya dan mencariku untuk menyusu, karena pekerjaan rumah juga sudah selesai dikerjakan dan aku bisa beristirahat juga.
Aku berbaring di kasurku dan tidak lama mas gani menelfonku dari kantornya, karena mas gani memang selalu menelfon untuk melihat fandi dan menanyakan mama sedang apa dan aku mengatakan kesibukkan kami kegiatan sehari ini.
aku berbicara dengan mas gani dan mas gani bilang akan makan malam di luar padahal semalam mas ganipun sudah mengatakan padaku dan dia mengatakan lagi takut aku lupa dan menunggunya.
Selesai berbicara di telefon dwngan mas gani fandi pun terbangun dan mengajak ku keluar dari kamar, meminta mengantarkannya mencari ali, mungkin fandi ingin bersama pamannya ali.
__ADS_1
Syukurnya tadi mama membantu untuk berberes di rumah dan tidak terasa pekerjaan rumah memang cepat selesai, jadi aku bisa awal beristirahat setelah menyelesai semua pekerjaan.
sekarang fandi bermain lagi dengan ali di halaman dan aku sudah hilang rasa kantuk ku jadi kuputuskan untuk menyirami bunga yang berada di halaman saja, sambil melihat fandi dan paman nya bermain.