
Karena sibuk aku dan mas gani belum ada waktu untuk pergi ke rumah orang tua hani. Aku yakin andin ingin juga pergi kesana, tapi tak pernah mengatakan kepadaku.
Aku semalam berbicara sama andin untuk menjengul oma dan opa nya, dia setuju.
Hari ini aku berangkat menuju rumah orangvtua hani yang berada di bandung tentunya bersama anak anak,karna nanti akan ke rumah nenek, mama mas gani.
Sampai di bandung di rumah mama mas gani anak anak senang sekali, mereka langsung bermain bersama teman teman di sekitar rumah mas gani, karna memang sering datang ke bandung jadi mereka punya banyak kenalan.
Besok aku akan ke rumah alm hani bersama andin dan mas gani, fandi dan almira kami titipkan ke ali dan istrinya.
tak lama kami sampai di rumah oma dan opa, mereka senang karna andin mau datang kerumah mamanya di waktu menghabiskan masa muda.
Oma mengajak andin ke kamar hani dahulu dia tidur dan lama mereka berada di kamar mungkin oma menceritakan masa masa remaja hani dahulu dan mengenang alm hani.
Aku dan mas gani berbincang sama ayahnya alm hani.
Mas gani menanyakan kakak hani kak ferdi, mas gani terkejut dan dia tidak tahu jika saudara satu satunya hani telah meninggal akibat kecelakaan.
Ternyata tante heni dan om heru tinggal berdua saja, mereka sudah tua dan sendiri. Memang sih ada pembantu yang membantu mereka tapi aku sungguh kasian karna di umur yang tua ini mereka sendiri dan kedua anak mereka sudah meninggal.
Andin sudah turun bersama oma nya dia menghampiriku dan memelukku,
"andin, apa kamu mau menginap disini?" tanyaku
Ngk ma, aku mau pulang bersama mama saja, jawab andin
"andin nginap di sini ya," bujuk tante heni
andin menggeleng tanda dia tidak setuju dengan perkataan oma nya.
__ADS_1
Tante mohon di maklumi karna andin mungkin masih takut dan malu, "kata mas gani"
tante dan om, mungkin nanti seiring dengan waktu andin akan mengerti dan dia pasti akan menyayangi om dan tante, harap bersabar, kami akan membantu dengan memberi pengertian, kataku.
Aku tahu tante dan om heru sangat mengharapkan andin untuk menginap walau hanya sehari saja,tapi bagaimana pun andin tidak bisa di paksa karna dia masih anak anak dan belum mengerti.
Hari sudah mulai gelap aku dan mas gani pamit pulang ke om dan tante heni, sebelum kami pulang, om memberikan kepada mas gani sebuah amplop dan meminta kami membukanya nanti sampai di rumah.
Karna sampai rumah anak anak sudah tidur, andin pun sudah mengantuk dan semua juga sudah masuk ke kamar, jadi aku dan mas gani pun masuk kekamar untuk tidur dan sebelumnya kami membersihkan diri.
Aku merebahkan diri ke mas gani dan bertanya soal surat yang tadi di berikan om heru, mas gani mengambil surat itu yang sempat dia taruh di meja tidur dan kami duduk bersandar di ujung kasur.
Kami membuka surat itu dan membaca secara seksama, aku terkejut karna dalam surat itu mengatakan bahwa andin adalah satu satunya ahli waris mereka jika mereka sudah tiada atau lebih tepatnya meninggal dunia.
Memang om dan tante heni tidak punya ahli waris. Mereka hanya punya anak 2 dan itupun sudah meninggal.
Hanya andin satu satunya cucu mereka dan akan mereka berikan harta/ warisan kepadanya, warisan yang banyak yang mereka kumpulkan di waktu muda sehingga mereka kurang memberikan perhatian kepada hani.
🌺🌺🌺🌺
Aku pergi kerumah oma dan opa, aku pergi kekamar mama hani di antar oma.
Kamar yang bersih bercat pink dan aku yakin mama hani dulu pasti sangat feminim dan periang.
Terlihat di meja ada foto mama,ayah dan teman teman lainnya sedang berpose seru memakai baju sekolahnya.
Aku membuka buku harian mama hani, buku yang menceritakan teman dan cinta mama dan ayah. Aku yerharu meneteskan air mata, ternyata mama sangat mencintai ayah gani terlihat mama tidak menikah saat akau telah lahir.
Mama mencintai ayah dengan tulus setelah melahirkanku dia merawatku dengan baik, aku yakin mama orang baik yang disayang allah, makanya dia cepat di panggil di SISINYA.
__ADS_1
Aku selalu berdoa di setiap sujudku mendoakan mama semoga allah mengampuni segala dosanya di sengaja maupun tidak sengaja. Aku berjanji dalam diriku sendiri akan hidup dengan bahagia seperti yang mama harapkan. Aku yakin mama akan senang di "Sana" jika aku hidup bahagia.
Oma dan opa menawarkanku untuk menginap di rumah mereka, aku menolaknya karna takut jika nanti aku selalu mengenang mama hani karna aku di tinggal mama meninggal di waktu aku masih kecil.
Cukup untuk ku mengenang mama dalam hati ku dan tak pernah kulupakan, aku menyayangi mama hani dan mencintai mama rista dan ayah gani aku bahagia bersama mereka itu bagiku sudah cukup untukku.
Aku melihat opa memberikan surat kepada ayah gani, entah surat apa itu aku tak tahu, karna mengantuk aku langsung ke kamar untuk tidur.
Aku terbangun karna aku bermimpi melihat mama yang tersenyum kepadaku dan saat aku ingin memeluknya suara alram membangunkanku.
Alarm mrnbangunkanku di saat aku akan memeluk mama dalam mimpiku , tapi itu tak terjadi membuat aku kesal saja.
Aku buru buru mandi untuk berangkat sekolah dan aku memeluk mama rista,
"begini mungkin rasanya tadi jika aku memeluk mama hani dalam mimpi," pikirku.
"sayang, nanti pulang sekolah ada yang mama dan ayah ingin katakan padamu sayang,". Kata mama rista.
Aku mengangguk tanda mengerti dan seperti biasa aku memcium tangan mama rista dan ayah sebelum berangkat sekolah, bersama kedua adik ku dia antar sama sopir.
Aku menunggu mama dan ayah setelah mereka pulang kerja dan makan malam di ruang tengah, aku bertanya tanya ada apa mama ingin bicara padaku apa mama akan menyuruh ku untuk tinggal bersama oma dan opa.
"Semoga yang kupikirkan itu tidaklah benar aku jadi deg...deg an."
Sayang ku andin mama dan ayah ingin mengatakan soal surat yang di berikan opa waktu lalu, mam ingin mengatakan kalau andin adalah satu satunya ahli waris mereka dan merwka memberikan semua harta merwka semua jika kelak mereka meninggal.
Aku menagis dan mama memelukku, "ada apa sayang kok menangis," kata mama.
Aku kira mama akan menyuruhku tinggal bersama oma dan opa dan kalian mengusirku, mama dan ayah tidak sayang lagi padaku, kataku sambil menangis sesegukkan.
__ADS_1
Mama rista dan ayah memelukku, "mana mungkin seperti itu sayang." Kami sangat menyayangimu dan kamu takkan tergantikan oleh apapun sayang, jangan berfikir yang aneh aneh sayang dan kamipun berpelukkan.
" aku lega karna kedua orang tua ku menyayangiku dan aku tak peduli soal warisan itu, karna yang aku butuh kan hanya kasih sayang mama dan ayah.