
Ku buka pintu kamarku kulihat helena sepertinya mabuk dan bau alkohol, dia masuk kekamarku. Kurasa dia tak sadar jika salah masuk kamar, kubiarkan helena masuk kekamarku dan aku duduk di sofa sambil melihatnya.
kulihat helena berdiri sambil memejamkan matanya dan di bukanya kemejanya tinggal baju dalamnya, ya tuhan apa ini...wanita ini kok malah buka baju di kamar pria dan dia tertidur di ranjang pula tanpa dosa, dalam hati,
"godaan ini sungguh terlalu berat"
Kuusap mukaku beberapa kali tak percaya sekertarisku seperti ini, aku lalu duduk di sofa dan melihatnya.
Sepertinya ada yang aneh pada helena dia seperti tidak mabuk dan hanya berpura pura mabuk tapi biarlah kuikuti saja apa maunya dan rencananya dan aku tertidur di sofa sepanjang malam walaupun badan akan pegal pegal setelah bangun tidur nanti dan aku mencoba memejamkan mata untuk tidur malam ini.
Aku terbangun karna alram dari hp ku, kulihat helena sudah tak ada di kasurku dan aku merasa lega, lalu aku pindah ke ranjangku sebentar untuk menghilangkan pegal badanku karna tidur di sofa.
Setelah selesai mandi kumakan sarapanku yang telah di pesankan oleh sekertarisku helena, sambil menunggu jam karna akan rapat jam 10 nanti.
Aku menelpon rista menanyakan kabar anak anak dan si kecil almira aku sangat rindu pada anak anakku, kemungkinan selesai rapat nanti aku langsung pulang, dan helena nanti akan kutanyakan tentang semalam itu dan dia harus memberikan jawaban yang memuaskan kalau tidak lihat saja nanti,brraninya dia bermain denganku.
🌸🌸🌸
Aku takut bagaimana ini..aku mondar mandir di kamar hotel ku mencari jawaban jika nanti pak gani bertanya kepadaku,kuputar otakku mencari alasan tapi tak kudapatkan, aku bilang "suka padanya" itu tak mungkin karna pasti aku akan langsung di pecat karna sudah terbukti pak gani adalah suami yang setia.
Kukatakan aku test "kesetiaan"
__ADS_1
apalagi aku pasti langsung di tendang dari perusahaan, emang siapa aku pake "test" segala kepada pak gani.
aku benar benar gila "kupukul kepalaku karena pusing dengan Ulahku sendiri"
Daripada pusing aku memesankan makanan untuk sarapan pak gani bosku itu dan menunggu untuk rapat nanti. aku berharap semoga dia lupa tentang kejadian semalam.
tenyata pak gani boleh juga iman nya bisa di ancungkan jempol, gimana tidak aku yang punya wajah dan body lumayan tak berpengaruh pada nya padahal aku sudah mencoba terbaik untuk mengodanya, tapi tak berpengaruh padanya dan dengan begitu aku harus hormat padanya dia adalah lelaki terbaik yang pernah aku temui jika itu orang lain wah ...pasti keperawananku jadi taruhanya pikirku.
Sudah jam sembilan dan aku akan kekamar pak gani untuk berangkat ke tempat rapat,semoga rapat bertemu klien berjalan dengan lancar dan aku akan meminta maaf ke pak gani setelah selesai rapat untuk masalah semalam dan semoga saja aku mendapat alasan yang bisa dia terima.alasanya nanti saja dipikir lagi sekarang aku harus rapat dan harus memuaskan klien dengan presentasiku nanti.
Kuketuk pintu kamar pak gani dan muncullah dia kutundukkan kepalaku karna rasa canggung dan takut padanya tapi pak gani biasa saja seperti tak terjadi apa apa semalam,
ku elus dadaku tanda plong karna pak gani tidak membahas masalah semalam, aku berjalan di sebelahnya sedikit kebelakang karna malu sendiri dan mencoba untuk tenang dan rileks karna aku harus melakukan pekerjaan dengan memberikan yang terbaik untuk kantor yang selama ini menggajiku.
Kamipun melanjutkan makan siang bersama dan sore nanti aku dan pak gani akan balik ke jakarta, tapi sebelum pulang aku akan pergi membeli oleh oleh dan pak gani juga memintaku untuk membeli kan oleh oleh untuk keluarganya.
aku pergi di antar oleh sopir hotel untuk membeli oleh oleh, karena waktu ku tidak banyak aku hanya membeli dari 2 toko saja dan kurasa ini sudah cukup.
aku kembali ke hotel dan bersiap untuk kembali ke jakarta, kubersihkan badanku dan kubereskan pakaian dan oleh oleh yang tadi aku beli kumasukkan ke dalam koper dan akupun keluar dari kamar hotel dan kulihat pak gani sudah berada di lobi hotel menungguku untuk berangkat ke bandara.
beruntung di pesawat aku duduk terpisah oleh pak gani, aku dapat bernafas lega. hingga sampai di bandara pak gani memanggilku.
__ADS_1
"helena,"
ya pak, jawabku. aku menghampirinya,
"mana?"
apa nya pikirku belum mengerti apa yang di maksud pak gani.
"oleh oleh," kata pak gani
aku jadi malu karena oleh oleh itu memang masih aku pegang dan saking malunya aku memberikannya kepada pak haji tanpa melihatnya.
aku sudah sampai di apartemenku rasanya capek sekali aku merebahkan badannya di kasur, aku mengingat kejadian hari ini sungguh memalukan sekali.Benar benar kenapa aku bisa lupa tentang oleh oleh yang aku pegang dari tadi waktu turun dari pesawat padahal hal itu sudah aku rencanakan bila nanti aku akan mengasihkan ke pak gani tanpa memintanya, entah mengapa aku sampai lupa bikin aku malu saja.
Aku tertawa berguling guling di kasur sambil Mengingat wajah pak gani, rasa aku memang sudah gila menganggumi bos ku sendiri. Aku membuka sosial media ku menggugah sesuatu tentang kejadian hari ini. Aku langsung tidur agar besok aku tidak bangun keuangan dan tidak mempunyai mata panda karna kekurangan waktu tidur, aku mencoba memejamkan mata untuk tidur.
tringg.... suara alarm menbangunkanku,aku memang sudah terbiasa menggunakan alarm untuk membangunkanku tidur, kalau tidak aku pasti bangun kesiangan. Aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berdandan dan memakai pakaian yang terbaik dan rapi karena aku memang selalu ingin yang terbaik untuk diriku.
aku bangun pagi sekali dan kubuka kulkas ku, Karna aku akan sarapan dan membuat nasi goreng adalah hal yang paling praktis buat sarapanku hari ini, karena semalam aku ngk makan nasi dan langsung masuk kamar tidur jadi pagi ini aku merasa lapar.
karena aku akan membagikan oleh oleh kepada temanku di kantor jadi aku akan datang lebih pagi. Memang aku ngk begitu banyak teman, hanya beberapa saja teman di kantor jadi aku ngk banyak membawa oleh oleh untuk kuberikan kepada mereka.
__ADS_1
aku memanggil taxi hari ini untuk bekerja karena untuk naik bus akan lama dan repot harus berdesakan.