Suami Player

Suami Player
bertemu mantan


__ADS_3

Sore tadi sudah kusiapkan keperluan fandi karna takut dia rewel,


dan mas gani ku wanti wanti untuk menelfon ku kalau saja fandi rewel banget. Dengan begitu aku akan cepat pulang karena bagaimanapun fandi masih balita dia masih membutuhkan aku.


Setelah magrib aku berangkat dan sebelum berangkat aku telah menidurkan fandi, biar mas gani tidak begitu lama menjaga anaknya takut kewalahan walaupun aku tahu mas gani tidak keberatan menjaga fandi tapi aku tidak enak hati kepada mas fandi meninggalkan mereka berdua entah bertahan sampai berapa jam mas gani menjaga fandi sendirian.


fandi cepat tertidur dia juga mungkin lelah setelah siang tadi aku bawa dia jalan jalan ke mall, aku merias diriku senatural mungkin tidak berlebihan memakai makeup dan memakai pakaian yang pantas untuk bertemu dengan teman temanku dengan memakai sepatu dan tas yang aku beli tadi aku bersiap untuk pergi kereunian.


Aku pamit ke mas gani kucium tangannya seperti biasa, aku berpamitan padanya kulihat mas gani enggan untuk pergi dan berkata terlalu cantik berdandanya sampai tak ingin aku pergi.


Mas gani terlalu berlebihhan kepadaku dengan berkata seperti itu agar aku mengurungkan kepergian ku, tapi aku sendiri sudah mantap untuk datang ke reunian itu dan aku tak tergoda dengan bujuk rayu mas gani.


Taksi yang aku pesan telah tiba dan aku masuk kedalam, melihat mas gani yang melihat aku masuk kedalam mobil aku sebenarnya juga menjadi ragu tapi aku tetap membiarkan taxi melaju meninggalkan rumah dan mas gani yang masih menatap kepergianku.


Rista seorang memanggilku dan ternyata itu diah sahabatku sewaktu SMA, kulangkahkan kakiku menuju mejanya dan kulihat banyak teman teman ku disana sudah berkumpul dan kusapa mereka.


Aku duduk sebelah diah karena dia memang teman paling terdekat ku di kala SMA. Walaupun banyak teman perempuan yang lain tapi diah yang paling dekat denganku karena memang aku bersahabat dengannya sampai aku menikah pun diah masih menjadi sahabatku.


Aku dan diah memang sibuk dengan keluarga kami masing masing dan mungkin sudah beberapa bulan kami tidak pernah memberi kabar dan bertemu.


Memang kalau sudah berumah tangga akan sedikit waktu luang untuk berteman karena waktu kita akan habis untuk pekerjaan rumah, anak dan suami.


"Makin cantik aja kamu ris.." kata diah membuat ku tersipu malu.


" diah kamu juga semakin cantik" kataku


diah pun mengibaskan tangan nya sambil tertawa kecil,


bisa aja kamu rista...bener lho ris, kamu tambah cantik udah punya suami dan punya anak kamu ngk berubah sama sekali.


Kami pun mulai mengobrol dan saling bercanda,beberapa menit kemudian diah menepuk pahaku seketika kulihat arah pandangan diah dan ternyata dia datang ...

__ADS_1


"restu mantan ku di waktu SMA"


dia menyapa kami semua dan melihat kearah ku, "rista apa kabar ? kamu ngk berubah sama sekali" kata restu


aku hanya tersenyum padanya dan kami pun bercerita kehidupan kami. selama kami tak bertemu, seru sekali apalagi ada reni yang kocak dari dulu, dia membuat kami tertawa dengan candaanya.


Aku berpamitan ke toilet dulu pada diah kuberi kode/tepukkan pada diah dan dia mengerti. leganya setelah ke toilet,


tapi aku kaget karena restu sudah ada di depan entah dia juga habis ke toilet atau dia sengaja menyusulku.


"rista bisa kita bicara" Kata restu


sebentar !!


tring...tring..tring


suara ponsel ku berbunyi, kuangkat tlp ternyata mas gani.


"ya mas" kata ku


"oh.. ya baik lah."


kututup telefon dan kutatap restu.


"ada apa ?"kataku


tapi sepertinya restu tak menjawab pertanyaanku dia hanya melihat ku,


"aneh pikirku."


ya sudah aku belalu karena restu tak menjawab hanya melihat ku saja, entah apa yang sedang dia fikirkan dan aku berlalu darinya.

__ADS_1


aku langsung berpamitan pada teman teman ku karna fandi sudah bangun dan rewel, mas gani sepertinya kewalahan karena fandi terus menangis dan memanggil namaku.


Tak lama sampai aku kerumah karena memang jaraknya tidak begitu jauh maka dari itu aku berani meninggalkan mereka berdua dan datang ke reunian itu.


fandi sudah diam dan dia lagi makan roti yang aku belikan kemarin, sambil di pangku mas gani lalu kuambil fandi setelah aku ganti baju dan cuci muka .


mas gani masuk kekamar setelah fandi ku ganti memangkunya


Setengah jam kemudian fandi tertidur lagi setelah menyusuinya dan aku taruh di tempat tidurnya karena memang tempat tidur fandi jadi satu di kamar ku.


Gimana reunianya seru ngk tanya mas gani...seru mas ada diah, reni, adit, mela, wahyu, bagas dan restu


Mas gani melihatku waktu kusebut nama restu nama mantan SMA ku, kulihat muka mas gani begitu cemburu.


Aku pura pura tak melihat kecemburuanya walau dalam hati aku sungguh ingin tertawa akan kecemburuan yang tidak beralasan seperti itu.


Aku sungguh senang karena dengan begitu mas gani mencintaiku dan takut kehilangan ku, aku tak tahan dan mendekatinya lalu ku pegang kedua pipinya dan kucium b***rnya.


semoga menjawab bahwa tak kan ada yang dapat menggantikan dirinya dalam hidupku, karena memang aku sangat mencintai mas gani. Apalagi sekarang sudah ada fandi buah cinta pernikahan kami dan kami sangat bahagia untuk semua ini


Semoga mas gani tak meragukan cinta ku .


tring.. (WA masuk)


Tapi karna aku mengantuk kubiarkan saja akan kulihat besok aja, kupeluk tubuh mas gani dan kubenamkan mukaku di dadanya ya begitulah kalau aku tidur, rasanya senang mendengar detak jantungnya karena aku merasa detak jantungnya hanya milikku.


Aku bahagia bersama dengan mas gani dan berharap mas gani tidak akan meninggalkan aku nanti, aku yakin aku bisa memberikan yang terbaik dalam rumah tangga kami dan aku akan membiat mas gani tidak pernah berpaling kepada wanita lain.


Aku akan berusaha semampu mungkin mepertahankan rumah tanggaku walaupun nantinya akan banyak hal yang terjadi dalam rumah tangga.


Pastinya dalam rumah tangga akan ada cobaan dan tidak mungkin akan selalu berjalan mulus, tapi aku akan berusaha bersabar dan bersabar karena hanya dengan bersabar semua masalah akan teratasi.

__ADS_1


Mas gani adalah segalanya bagiku dan fandi adalah kekuatan cintaku jika mereka berdua bersamaku aku akan bahagia dan terus berbahagia, sampai nanti jika aku di berikan kebahagiaan dengan mempunyai momongan lagi pastinya aku akan bertambah kebahagian. Tapi untuk sekarang aku belum menginginkan menambah lagi momongan, adik untuk fandi.


Mas gani juga belum mengatakan dan menginginkanya karena mas gani belum membahas akan hal ini aku akan diam sampai mas gani yang meminta adik untuk fandi.


__ADS_2