
aku telah menyelesaikan pendidikan kuliah ku aku senang sekali dan hari ini aku akan wisuda, ibu dan adikku agam menghadiri wisudaku.
senang sekali bisa menyelesaikan pendidikan dan akhirnya aku bisa bernafas lega, karna aku sudah lulus dan tentu aku akan melamar pekerjaan yang lebih baik lagi bukan menjadi OB lagi.
aku melamar untuk menjadi asisten seorang diseiner baju, karna aku di rekomendasikan oleh kakak sahabatku.aku mencobanya dan mengirimkan lamaran ke sana dan hari ini aku mendapatkan panggilan.
pagi ini aku datang untuk wawancara, kulihat ada beberapa orang yang datang untuk wawancara sama sepeetiku, sebentar lagi aku yang akan di panggil karena memang aku mendapatkan giliran no 3.
aku masuk keruangan wawancara dan menjawab semua pertanyaan dengan jujur, aku melihat kemungkinan kecil pekerjaan ini kudapatkan. Aku merasa yang lain juga mempunyai pengalaman karena tadi aku sempat bertanya pada orang yang duduk di sebelahku dia pernah menjadi seorang asisten di sebuah perusahaan.
selesai wawancara aku langsung pergi bekerja di cafe karena aku sudah selesai masa kontrak menjadi OB, sebenarnya atasanku sewaktu menjadi OB menyarankanku untuk melamar di perusahaan ini lagi dan tentunya menjadi staf keuangan karena aku memang mengambil jurusan akutansi.
mungkin nanti jika aku belum mendapatkan pekerjaan yang lain aku akan melamar di perusahaan ini lagi, karena aku tak ingin melihat wajah wakil direktur lagi yang membuat kesal karena dia selalu mengerjaiku.
gimana tidak pernah sewaktu hari aku sudah membersihkan ruangannya dan aku harus mengulanginya dan aku yakin pekerjaanku sudah bersih dan juga sewaktu aku membuatkan kopi ada saja alasannya yang kemanisan lah, yang kepahitan padahal aku membuatnya sesuai dengan yang dia minta.
aku rasa pak gani sengaja membuat aku tidak betah untuk bekerja di perusahaan ini, makanya untuk melamar di perusahaan ini adalah hal Yang terakhir yang aku lakukan nantinya.
cafe hari ini sangat rame aku datang bekerja dari sore dan akan tutup jam 11 malam. banyak sekali orang yang datang di cafe ini, tumben sekali tak lama kemudian lampu padam dan ada salah satu lampu menyala dan di bawahnya kulihat....
"adam"
adam menghampiriku dan melamarku membawa sebuah buket bunga dan cincin, kulihat ada agam juga dan aku yakin mereka berdua telah bersekongkol untuk acara ini.
Indah aku mencintaimu dari dulu hingga sekarang. Hari ini di hadapan banyak orang dan di saksikan adikmu dan orang tuaku,
"maukah kau menikah denganku"
aku mengangguk menandakan aku setuju dengan lamaran adam, dan adam memelukku. Aku menghampiri kedua orang tua adam dan berpelukan mereka mengucapkan selamat dan adik ku agam juga memelukku.
hari ini aku bahagia karena adam sudah melamarku, aku menelpon ibu ku dan ternyata beliau sudah tahu akan hal itu karena sebelumnya adam sudah meminta restu pada ibuku.
__ADS_1
bos ku memberikan izin untukku pulang lebih cepat, aku dan adam berdua menaiki mobil karna aku akan berjalan jalan sebentar.
aku dan adam makan sate langgananku,setelah selesai adam mengantarkan aku untuk pulang, sebelum pergi untuk pulang dia ,
" cup"
dia mengecup bibirku dan ini pertama kali adam melakukanya, aku kaget tapi adam malah mendekatiku lagi dan memciumku dalam dan lama.
adam adalah lelaki yang aku cintai dia baik dan santun terhadap orang tua, aku yakin bisa bahagia jika bersamanya. aku berharap adam akan menjadi suami dan ayah bagi anak anak ku nantinya.
hari ini terasa panas sekali aku pergi belanja ke pasar di antar agam adikku, sepertinya kumelihat mobil adam melewatiku dan benar kok itu adam dia tak melihatku dan aku buru buru menaiki ojek yang melintas untuk mengejar mobil adam.
mobil adam berhenti di sebuah rumah, aku memberhentikan ojek dan turun ku berikan ongkos objek dan aku melihat adam bersama wanita bergandengan mesra sekali,
hati ku dag... dig.... dug.... cemas
mereka masuk dan aku mencoba mengintip mereka, aku merasa ada yang aneh semalam adam melamarku dan hari ini aku melihat dia bersama wanita lain.
"bu, mau nanya siapa yang berada di rumah sebelah itu? " Tunjukku.
itu rumah nak adam beserta istrinya diana Mbk, ada apa ya?
mereka baru 3 bulan menikah Mbk masih pengantin baru,jawab ibu itu.
rasanya badanku lemas sekali, aku bersandar di pagar itu menahan rasa di hatiku.
sakit... sekali rasanya kenapa,ada apa ini.
Adam dan keluarganya kenapa begitu jahat padaku dan keluargaku.
aku menelepon agam untuk menjemputnya, agam kaget karena dia menurunkan aku di pasar dan kenapa aku berada di tempat lain, agam melihatnya bersedih dia tidak bertanya hanya diam dan melajukan motornya pulang ke rumah.
__ADS_1
sampai dirumah aku langsung kekamar, ibu melihatnya lalu melihat agam untuk bertanya.
sepertinya agam memberitahukan kepada ibu soal dia menjemputku tadi dan ibu masuk kedalaman kamar.
Aku menceritakan apa yang kulihat tadi kurasa agam juga mendengarnya dari pintu kamarku,
"bu... aku harus bagaimana?" tanyaku
sebaiknya kita bicara dulu dengan adam indah, kita perlu minta penjelasan kepada adam, jawab ibu tegas.
aku mencoba menghubungi adam dan menyuruhnya ke rumah, sore ini aku ijin ngk bekerja di cafe dan syukur bos di c afe mmengijinkan aku untuk ngk masuk hari ini.
adam datang ke rumahku dengan senyum di wajahnya, aku mempersalahkan masuk dan memanggil ibu. agam berada di dalam menyimak percakapan kami.
"adam apa kamu mencintai indah?" tanya ibu memulai percakapan.
tentu bu, kami saling mengenal sejak sekolah tentu aku mencintai indah, jawab adam tanpa ragu.
"terus siapa wanita yang tinggal di jln mawar no 23 itu adam?" tanyaku
adam terkejut dan berubah wajahnya "gugup"
bagaimana kamu tahu itu indah, jawab adam bergetar suaranya
"jawab saja pertanyaan indah adam," kata ibu
aku sudah menikah indah dan wanita itu diana namanya, aku menikah karna kakakku menghamilinya dan kakakku pergi entah kemana dan aku yang harus menanggungnya karna keluarga indah mengancam akan menghancurkan usaha ayahku, jawab adam
aku merasa telah di permainan oleh adam, aku kesal dan marah
padanya kenapa dia yang harus bertanggung jawab itu tak adil untukku, aku memutuskan untuk membatalkan lamaran dari adam.
__ADS_1
"hampir saja aku menjadi pelakor," aku masuk ke kamar mengurung diri dan menangis meluapkan rasa amarahku,banyak sekali chat dari adam aku tak membacanya membiarkanya dulu