
Setelah pulang dari sekolahnya almira aku kembali ke kantor, masih seperti biasa aku melakukan pekerjaanku karena memang belum ada yang tahu jika aku akan di pindahkan atau mengundurkan diri.
tinggal 2 hari lagi apa yang harus aku lakukan semoga saja almira bisa membujuk rista agar mau bertemu denganku dan aku bisa membujuknya.
"Tok...tok...tok, suara pintu di ketuk"
Sekertarisku masuk memberikan sebuah map, aku membuka map itu dan ternyata isinya adalah surat perceraian, ternyata rista benar benar melakukan apa yang dia katakan,yaitu mengajukan surat perceraian.
Aku mencoba menelfon rista dan tidak ada jawaban darinya, aku menjadi tidak bersemangat untuk bekerja.
Rista... kenapa dia begitu tega kepadaku, selama ini semua sudah kuberikan kepadanya dan dia sudah melupakan semua kebaikan ku kepadanya.
Kesalahanku tidak kah dia bisa memahamiku dan memaafkanku, aku benar benar di buatnya menjadi orang yang bersalah di pernikahan ini.
aku sudah tidak punya jalan lain aku harus menemui rista untuk meminta dia membatalkan perceraian, karena aku tidak mau bercerai dan rista harus tahu itu.
untuk menemui rista harus kerumah mama dahulu padahal mama sudah mengatakan untuk tidak datang ke rumahnya maka dari itu aku mencoba menelfonnya terus, rista tidak mengangkat telefon dariku.
Sudah semalaman rista tidak mengangkat telefon ku dan aku juga sudah berusaha ke butiknya dan dia tidak datang kebutiknya, bagaimanapun aku harus berbicara kepada rista sedangkan aku tidak bisa menemuinya.
Akhirnya sampailah aku ke club untuk menghilangkan rumitnya pikiranku, aku memesan minuman dan meminum sendiri sampai aku mabuk.
kulihat ada gaby di sana dan dia mendekatiku dan kami minum bersama, rasanya aku sudah mabuk tidak sanggup untuk berdiri. Entah aku di bawa siapa aku sudah hilang kendali akan diriku, aku meracau tak terkontrol karena aku merasa kesal terhadap rista yang tak mau mengangkat telefon ku memang dasar istri durhaka rutukku.
__ADS_1
Aku terbangun dari tidurku dan aku berada di sebuah kamar kurasa semalam ada yang membawaku ke sini, siapa orang yang membawaku?.
Aku mencoba untuk duduk karena kepalaku pusing, semalam pasti aku minum terlalu banyak tanpa sadar. Semalam seingatku aku bertemu gaby apa gaby yang membawaku, kulihat sekeliling kamar aku rasa aku mengenal kamar siapa ini.
"Mas sudah bangun," kata indah
Indah ...ya ini kamar apartemen indah ternyata dia masih disini menempati apartemen ini dan semalam dia membawaku, entah apa yang terjadi semalam aku tidak ingat karena aku terlalu mabuk untuk mengingat kejadian semalam.
Semalam mas mabuk berat ada yang menelfon dengan ponsel mas gani wanita masih muda, katanya mas di club sedang mabuk berat dan aku datang membawa mas ke sini.
"sepertinya gaby menelfon indah," pikirku
aku berdiri untuk ke kamar mandi membersihkan diri, aku akan pergi ke kantor untuk mengundurkan diri dan sudah kuputuskan aku akan menandatangani surat perceraianku dengan rista.
Aku sudah hilang semangatku memperjuangkan rista, aku rasa memang rista tidak ingin bersamaku lagi dan aku juga sudah menyerah tidak akan menganggu rista.
Aku menmberhentikan taxi dan pulang kerumah, di dalam perjalanan rumah aku hanya bisa menahan rasa sakit di hati. Aku kehilangan rista istriku dan pekerjaan , sekarang indah juga meninggalkanku semua hal karena dia dan kini diapun pergi dariku.
Semua telah hilang, hilang secara bersamaan. Aku merutuki kesalahan yang telah aku lakukan tidak ada celah untuk memperbaiki semua ini, semua sudah terlambat.
🌺🌺🌺🌺
Mas gani mencoba menelfonku tapi aku tidak mengangkatnya, aku membawa anak anak ke bali kerumah kakak ku. Sebisa mungkin aku menutupi semua yang terjadi kepada anak anak, aku takut anak anak akan merasa sedih dengan perceraian yang terjadi pada orang tua mereka.
__ADS_1
Andin... aku berbicara kepada andin secara empat mata, dia menangis dan bersedih dengan apa yang terjadi antara aku dan ayahnya. Aku memeluknya meminta maaf kepada andin karena kemungkinan besar jika nanti mas gani meminta andin aku tidak bisa menahannya karena memang aku bukan ibu kandungnya dan mas gani memang berhak atas diri andin.
Aku berkata kepada andin jika dia meminta akan tinggal bersamaku aku bersedia menerimanya dan aku yakin mas gani juga akan membiarkan andin dalam pengasuhanku.
Tapi aku sungguh terkejut dengan jawaban yang andin berikan kepadaku, dia berkata akan bersama mas gani karena mas gani sendirian dan aku masih mempunyai fandi dan almira bersamaku.
Aku menahan tangisku mendengar jawaban andin yang tidak kuduga dia akan pergi dariku dan memilih tinggal bersama mas gani, ternyata aku terlalu berharap jika andin akan memilihku dalam hal ini.
Kami berdua berpelukkan dan mungkin setelah sampai di jakarta nanti kami berpisah dan aku pasti akan sangat kehilangan semoga ini adalah pilihan yang terbaik untuk dirinya.
Aku akan selalu berdoa semoga andin bahagia walau tidak bersamaku nanti, entah apa yang di fikirkan kepada fandi dan almira jika tahu ayah dan kakak mereka tidak bersama lagi.
Aku harus menjelaskan sedikit demi sedikit kepada mereka dan aku harap mereka bisa mengerti terutama fandi yang sudah remaja apa dia bisa mengerti dan menerima perceraian ini, inilah yang aku cemaskan menghadapi anak anak dan bagaimana memberitahukan kepada mereka berdua.
Setelah pulang dari bali, aku akan mengatakan hal ini pada fandi dan kubiarkan anak anak ku menikmati liburan bersama dan mungkin ini liburan terakhir mereka bersama.
Andin gadis yang baik dia juga sebisa mungkin tidak menangis di hadapan adik adiknya tapi aku tahu isi di hatinya akan kesedihannya, aku salut akan pemikirannya yang sudah dewasa.
Aku mendapatkan berita dari pengacaraku jika surat cerai sudah di tandatangani, aku bersyukur karena mas gani tidak berlama lama untuk mau bercerai dan aku sekarang bisa tenang terlepas dari mas gani.
Aku akan hidup bersama dengan anak anak ku, masih ada keluarga dan sahabat yang mendukungku. Aku akan menyibukkan diri dengan anak dan pekerjaanku rasa sakit di hatiku tak seberapa dari pada rasa kehilangan anak anakku terhadap ayahnya dan itu yang aku fikirkan, tapi aku akan berusaha membahagiakan anak anakku itu janjiku pada diriku sendiri.
Mulai dari sekarang dan nanti aku akan lebih giat mencari nafkah dan menjadi single mom semoga kedepannya lebih baik dan aku harus menjadi wanita dan seorang mama yang mandiri, masih ada mama yang menemani dan mendukung di setiap langkahku dan adikku juga yang bisa menemani dan mengawasi anak anak.
__ADS_1
Ciiit...jedaaaaar....brakkkk
suara ambulance terdengar dan banyak orang berkerumunan melihat kecelakaan.