
Pagi ini kulihat WA masuk ada satu no tak kukenal
ketika kubaca ternyata dari restu,
padahal kemarin aku hanya sebentar mengobrol dengannya
itu pun kami tak saling tuker nomer, sekarang dia memberi pesan padaku aku kadi penasaran rwatu mendapat no ku dari siapa?.
"hai ris, ini aku restu maaf aku meminta nomermu dari diah."
Aku membalas pesan dari restu, mungkin itu masuk semalam yang telah aku abaikan karena mengantuk, aku mengetik pesan untuk restu karena kemarin aku tidak sempat berbicara kepadanya. "Ternyata dia meminta no ku kepada diah"
"ya, res ada apa?" tanyaku
"Ngk kok ..aku hanya ingin menyapamu,"
" baiklah kalau begitu aku mau memasak" kata ku
lalu kutaruh Hp ku dan pergi tuk memasak sarapan buat mas gani dan anak ku fandi,karena mas gani juga sudah bangun dan aku harus segera memasak membuat sarapan.
Tak lama kemudian mas gani sudah di meja makan dan sarapan nasi goreng dan teh hangat buat mas gani sudah aku siapkan di meja makan.
" Ris, hari ini aku pulang telat karena ada temanku yang ulang tahun mengajak kami makan malam, itu lho si hendra kamu masih ingatkan," kata mas gani
"iya mas" kataku
tapi pulang jangan malam ya mas, aku melanjutkan ucapanku,
sambil ku berikan teh hangat yang barusan aku bikin untuknya
mas gani berangkat kerja tak lupa kucium tangannya seperti biasa kalau dia berangkat kerja.
"hati hati mas di jalan" kata ku
mas gani mencium kening ku sambil berlalu ke mobilnya, aku melihatnya sampai mobil yang di naiki mas gani menghilang dari pandanganku dan aku masuk kedalam rumah.
kurebahkan badan ku setelah ku selesaikan pekerjaan rumah ku, sebentar hanya menghilangkan pegal dan melihat apakah fandi sudah tetbangun dari tidurnya.
Setelah aku menyuapi fandi sarapan dan mandi aku bermain denganya dan akhirnya fandi tertidur karena memang fandi selalu tidur pagi setelah sarapan dan mandi, lalu bermain sebentar.
__ADS_1
Aku bersantai di kamar sebelum berberes rumah melihat lagi foto foto masa SMA yang trlah lama aku simpan dan mengenang masa dulu, aku ingat sekali dulu...
(cerita masa SMA)
"rista maukah kamu jadi pacarku" kata restu
mau..mau...mau ..
sorak anak anak yg berkumpul,
karena hari ini restu menembak ku untuk menjadi pacarnya, di waktu jam istirahat dan kebetulan setelah itu ada jam kosong karena guru sedang rapat.
"aku tersipu malu" Malu tapi ku mau
"ya." jawabku
kuanggukan kepalaku dengan rasa malu karena banyak yang melihatnya adegan ini, restu menembakku dengan disaksikan para siswa dan siswi yang kebetulan melihat keramaian dan kami pun menjadi tontonan teman yang lain.
pada hari itu juga aku dan restu jadi sepasang kekasih,
restu adalah ketua osis yang di kagumi banyak siswi di SMA Bakti nusa. Karena selain dia tampan, pintar
Hari ini restu mengantarku pulang, setelah kami resmi inilah pertamanya aku berboncengan dengan motor kesayangan restu. Tidak ada wanita yang pernah berboncengan dengan motor kesayangan restu dan akulah gadis pertama sepengetahuan ku yang menaiki motor ini.
"ayo ris pegang di pinnggang ku nanti takut jatuh" kata restu
dengan malu malu kulingkarkan tanganku di pinggang restu,
dak.. dik.. duk rasa jantung ini cepat sekali melajukan motornya.
Restu melihat di spion dengan tersenyum karnea mukaku bersemu merah menahan malu dan takut akupun berganti berpegangan di pinggangnya dan tidak memeluknya.
"Ris besok malam kita jalan yuuk kan malam minggu," tanya restu
Aku terdiam, karena aku ngk tau kalau aku di perbolehkan apa tidak sama mama keluar malam karena baru ini aku punya pacar,
entah lah lihat aja besok semoga mama mengijinkan aku keluar bersama restu.
"Rista jadikan kita keluar nonton malam ini nanti aku jemput ya?" tanya restu
__ADS_1
Pagi ini sebelum masuk kelas restu bertanya lagi kepadaku akan rencana malam minggu kami yang belum akubjawab dari kemarin dan restu menunggu jawaban dariku.
"Aku menganggukkan kepalaku tanda setuju dengan ajakannya"
"cie ..cie rista malming an ma doi ntar malam" ledek diah dan mukaku tersipu malu,ku tepak tangan diah karena meledek ku.
Diah aku tak tau apa nanti malam di bolehkan sama mama ku,
"bagaimana ini diah" kataku, sambil memegang tanganya.
Bagaimana nanti kalau aku nanti kerumahmu dan katakan saja kalau kita akan pergi bersama, diah memberi idenya kepadaku. aku mengangguk setuju akan ide diah kepadaku yang penting malam ini aku bisa keluar dari rumah dan mungkin ide diah bisa di lakukan dan semoga berhasil.
"tenang aja, nanti aku ada janji sama anton mau jalan sama dia.
selain bersahabat denganku diah juga mempunyai sahabat cowok bernama anton dan mereka memang sering jalan berdua seperti kekasih saja jika dilihat padahal mereka murni bersahabat.
baik kalau gitu sampai ketemu nanti malam ya, aku berpisah tempat duduk dengan diah. Walaupun sekelas tapi aku tidak duduk dekat dengan diah dan diah duduk di paling belakang sedangkan aku di depan.
Malam tiba dan diah sudah dirumahku, berbincang dengan mama entah apa yang diah bicarakan kepada mama karena aku berada di kamar dan setelah aku keluar diah pun selesai berbicara dengan mamaku lalu kami berpamitan.
"hati hati ris jangan kemalaman pulangnya," pesan mama
kuanggukkan kepalaku tanda aku mengerti.
Setelah nonton aku dan restu makan di salah satu makanan di mall itu,setelah selesai kami berjalan jalan kami berhenti di pantai.
Aku dan restu duduk berdua di pinggir pantai, restu berdiri menghadap ku dan berkata
"rista kelak nanti jika kita telah dewasa aku akan menikah denganmu dan akan membahagiakanmu," kata restu
aku bahagia dengan perkataan restu dan di dalam hatiku akupun menjawab semoga saja itu akan menjadi kenyataan.
karena restu adalah pria yang baik dia tidak bertingkah neko neko selama pacaran dengan ku,tak terasa sudah 2 tahun kami bersama dan mama pun tahu,karena aku selalu di antar jemput sekolah sama restu.
tapi setelah kelulusan sekolah restu pergi tanpa sepatah katapun dan itu membuatku sedih dan selama berada di universitas aku bertekad untuk tidak pacaran lagi, aku benar benar mencintai restu.
hingga akhirnya aku melihat mas gani dia adalah senior di kampus ku dan dia selalu mencoba mendekatiku walaupun aku selalu membentengi diriku untuk tidak jatuh cinta lagi.
dert...dert... Suara ponselku dan aku tersadar oleh lamunanku dan kulihat mas gani menelfon ku dan aku mengangkatnya, seperti biasa mas gani memang selalu menelfonku dari kantor tentunya menayakan kabar jagoan kecilnya fandi dan kebetulan fandipun sudah terbangun dari tidurnya.
__ADS_1