
drtt... drrt.... ada tlp masuk, aku mengangkat nya dan adikku ali yang menelpon ku. adikku mengatakan jika mama masuk rumah sakit dan ali menyuruhku untuk segera datang ke bandung.
aku sudah tidak bisa konsentrasi untuk bekerja karena mama masuk rumah sakit, segera aku meminta sekertarisku untuk membeli tiket pesawat ke bandung dan tak lupa aku memberi kabar pada Rista dan menyuruhnya untuk menyusulku ke bandung.
"bagaimana keadaan mama ali?," tanyaku
"masih belum sadar bang, tadi pagi mama seperti biasa ke toko dan siang mama jatuh pingsan salah satu karyawan mama menemukan sudah tergeletak pingsan di lantai." kata ali menjelaskan.
aku melihat mama yang masih di ruang ICU, mama belum sadar dan aku akan menemui dokter yang menanggani mama.
"dokter, bagaimana hasil pemeriksaan mama saya, mama saya sakit Apa?, " tanyaku
begini pak mama anda pembuluh darah di kepala pecah dan itu yang membuat mama anda belum sadarkan diri, jika beliau siuman kita akan melakukan CT SCAN dan melakukan tindakan operasi. banyak berdoa ya pak semoga beliau cepat siuman. kata dokter hadi, dia yang menanggani mama .
aku keluar dari ruangan dokter hadi dengan keadaan yang sangat cemas, kulihat Rista sudah berada di depan kamar mama dan melihat lalu dia menghampiriku dan memelukku memberi kekuatan padaku.
rista menanyakan keadaan mama padaku dan aku menjelaskan apa yang tadi dokter hadi katakan padaku. Rista tidak melepaskan genggaman tangannya padaku seolah mengatakan "jangan khawatir ada aku bersamamu" dia memberi semangat kepadaku.
aku bertanya dengan Siapa dia Ke sini dan bersama siapa, ternyata almira ikut bersamanya dan sekarang almira bersama dewi Adik iparku di rumah, fandi dan andin di rumah karena mereka sedang ujian kenaikan kelas dan ada nenek dan ayunda menemani mereka.
aku menelepon sekretarisku untuk mencancel pekerjaanku selama 3 hari kedepan, aku akan berada di bandung untuk menemani mama di rumah sakit.
__ADS_1
aku bergantian menjaga mama walaupun tidak bisa masuk setiap waktu karena ada jam besuk saja bila kami ingin masuk kedalam, tapi tetap harus ada yang menemani mama jika sewaktu waktu mama mungkin siuman atau harus tanda tangan mengenai obat dll.
malam ini aku menemani mama, aku duduk di kursi di luar ICU. karena tadi aku lupa untuk makan perutku terasa lapar dan aku membeli kue untuk ku makan.
aku tertidur setelah tadi perawat meminta tanda tanganku untuk masalah obat. pagi sekali Rista sudah datang kerumah sakit dan menggantikanku menunggu mama. aku akan pulang kerumah untuk membersihkan badanku.
aku melihat almira bersama dewi yang sedang hamil, dan kurasa ali sudah berangkat untuk bekerja. Memang aku meminta ali bekerja selama aku ijin kerja dan nanti setelah aku kembali ke jakarta ali yang akan cuti bergantian denganku karena aku akan kembali dulu kejakarta
Aku meminta rista untuk tinggal di bandung dulu untuk menemani ali, karena dewi sedang hamil aku takut ali akan khawatir dan kewalahan sendiri tanpa ada yang membantunya.
sudah tiga hari mama belum menunjukkan kemajuan dan mama bernafaspun di bantu dengan alat, aku mau tak mau aku harus kembali ke jakarta hari ini karena pekerjaan sudah menantiku dan aku meminta rista menelponku jika ada perkembangan dengan mama.
"Siapa tahu mama akan siuman dan bangun dari komanya"
aku masih menaruh harapan kepada mama, dan aku hari ini akan kepanti asuhan tempat di mana aku selalu memberi dan berbagi kepada mereka. Aku meminta doa kepada mereka untuk ibuku yang sedang koma di rumah sakit.
10 hari sudah dan mama belum sadarkan diri dan dokter menyarankannya untuk mencabut alat dan kali ini aku dan ali sudah mengiklaskan apa yang nanti terjadi bila alat di cabut.
aku dan ali berada di samping ibu saat alat bantu di cabut, kata dokter jika alat bantu di cabut kemungkinan mama akan sadar dari komanya dan kemungkinan buruknya mama akan
berhenti bernafas dan meninggal.
__ADS_1
aku memegang tangan mama setelah alat di cabut, mama bernafas sangat berat dan tersegal segal. kubisikkan kalimat dua syahadat kepadanya berulang kali dan mama akhirnya kembali ke Maha sang pencipta mama meninggal dunia.
aku menangis dan alibpun tak kuasa menahan air matanya. kami berdua berpelukan menangis bersama dan inilah hal yang paling menyedihkan dalam hidupku yaitu di tinggal oleh orang yang sangat kita sayangi yaitu "MAMA"
aku mengurus administrasi di rumah sakit untuk membawa mama pulang keruma dan aku sudah memberitahukan Risma yang masih dirubah untuk mengurus persiapan pemakaman mama, tidakblupa aku mengabari saudara dan kerabat mama meminta maaf kepada mereka jika ada kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja mohon di maafkan.
Aku memakamkan mama hari ini juga bersama sanak saudara kami mengantarkan di pemakaman untuk terakhirnya.
kami pulang setelah selesai semua, ali memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya setelah istrinya nanti melahirkan dan akan meneruskan toko roti mama karena ini satu satunya kenangan mama.
aku merasa kehilangan mama dan aku sangat bersedih akan hal itu, beruntung rista selalu menemaniku di saat aku bersedih. kulihat fandi masih suka menangis bila melihat foto di ponselnya, karena memang fandi adalah cucu yang paling suka bermanja kepada neneknya, jadi fandi yang paling kehilangan.
aku sudah mulai bekerja lagi di kantor dan para staf mengucapkan belasungkawa kepada ku secara langsung, walaupun karangan bunga belasungkawa dari perusahaan sudah kuterima saat masih di bandung.
aku mendapatkan telepon dari ali, dia mengatakan jika istrinya sudah melahirkan dan bayinya seoran" bayi perempuan," aku mengucapkan selamat kepada ali dan meminta maaf karena untuk saat ini aku sedang sibuk karena banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan.
aku mengatakan pada ali jika nanti pas acara aqiqah aku dan keluarga akan usahakan datang ke bandung, sesampai di rumah setelah pulang dari kantor aku memberitahukan kabar gembira ini kepada istri dan anak anak dirumah.
anak anak senang sekali dan tak sabar untuk melihat dedek bayi, almira dan andin begitu gembira karena bayinya juga sama seperti mereka yaitu perempuan, mengetahui bayi paman mereka perempuan mereka memutuskan untuk membeli kado pilihan mereka dan besok setelah pulang sekolah mereka akan pergi ke mall bersama sama.
aku membaringkan tubuhku di samping rista yang sudah tidur, aku berfikir Tuhan memang sayang kepada umatnya contohnya sekarang. Tuhan mengambil mama dan memberikan kami seorang bayi perempuan mungkin itu sebagai ganti atau obat untuk kehilangan. "nikmat mana yang kamu dustakan"
__ADS_1