
Tring....tring suara ponsel mas gani, karena mas gani sedang mandi aku mengambil ponsel itu yang dari tadi berbunyi terus.
lagi lagi si winda yang WA dan menelfon mas gani sepertinya dia ingin mas gani mengangkat/membaca pesan darinya...genit benar teman mas gani ini, (pikirku sewot)
" lagi apa.."
zzz ...
nich cewek ngapain coba nanya gitu ma suami orang, kayak ngk ada kerjaan aja, mas gani keluar kamar mandi dan bertanya siapa yang WA dan kujawab dengan nada sewot.
"Itu si winda yang chat," kataku
"mas gani senyum senyum sendiri, cemburu ya ?"
sambil memelukku. Dia mengodaku karwna melihatku menekuk mukaku dan memang benar aku sedang cemburu karena suami mendapat chat dari teman yang terlihat jelas jika wanita itu menyukai nya.
"iihh.. siapa yang cemburu ama ulet bulu,"
mas gani kaget dengan sebutan yang aku berikan pada teman mas gani itu, gimana tidak winda selalu saja mengganggu mas gani kadang sok perhatian tanya ini itu seperti ngk ada kerjaan.
pokoknya kalau soal winda aku jadi emosi sekali, kalau aku ketemu dia akan aku jitak kepalanya agar dia sadar jika laki laki yang dia kejar itu punya istri dan lagian winda itu kenapa ke gatelan sama mas gani, pikirku heran.
"Mas ada urusan apa ama si winda dan kenapa selalu WA mas gani." tanyaku
"Aku juga ngk tau kenapa winda selalu menggangguku, tempo hari sudah ku bilang jangan wA bahkan no nya pun sudah kublokir," jawab mas gani
berarti memang winda saja yang kegatelan, buktinya mas gani sudah mencoba memblokir no ponselnya dan masih saja dia seperti itu.
Biarkan saja rista sayang mas gani mencium keningku dan memelukku sepertinya dia tahu kegundahanku.
__ADS_1
Ya sudah lah dari cerita mas gani sepertinya mas gani cuek, tidak merespon ganguan yang di berikan winda atau dia hanya menjaga perasaan agar aku nantinya tidak marah.
Hari ini aku pergi ke mall bersama fandi membeli kebutuhan hari hari dan setelah belanja aku ke restoran untuk makan karena sudah waktuunya makan siang.
Aku memesan makanan untuk fandi dan untikku juga, aku menyuapi fandi es cream kesukaanya dan aku telah memesan soup untuk fandi.
kulihat ada tiga cewek di belakang tempat ku duduk, mereka berbincang bincang dan samar samar aku mendengar ucapan mereka karena memang berada di belakangku aku duduk.
"Win gimana gebetanmu si gani udah berhasil belum kamu gaet?"
Tenang saja pasti aku dapatkan si gani, kalian tahu kan aku ngk pernah gagal masalah urusan cowok? Jawab si winda percaya diri.
"Apalagi ku dengar istrinya itu hanya wanita rumahan saja pastinya dia akan selalu di rumah dan pastinya dia seorang yang cupu dan norak," kata winda lagi
pastinya cantik kan aku dari pada istrinya, dengan sombongnya winda berkata seperti itu dan menghina diriku, dengan kompak ketiga cewek itu tertawa.
aku geram sekali dengan di ulet bulu winda dia berani beraninya merendahlan aku di depan temam temannya, kenal juga tidak dan aku rasa aku belum pernah bertemu, hanya melihat wajahnya di WA saja.
Toh...yang mereka bicarakan mengenai diriku juga dan ini memang suatu kebetulan yang tidak di sengaja.
"Emang kamu pernah bertemu istri gani mahendra itu," tanya teman
"belum sih, karena waktu pernikahannya aku ngk datang.?" kata winda
Jadi kamu belum pernah bertemu dengan istrinya bagaimanabkamu yahu dia cantik atau jelek winda dan merwka pun tertawa lagi bersama.
Aku langsung saja berdiri dan menghadap ketiga cewek yang sedang tertawa dan mereka terkejut dengan tindakkanku.
Karena aku rasa aku harus membela harga diriku yang telah mereka hina dan sudah keterlaluan membuat aku geram.
__ADS_1
"Mbk winda ya,winda purnamasari kan?" tanyaku
" hai, kenalkan namaku rista." kataku
Dengan kaget winda langsung berdiri, dia tidak menyangka jika ada aku dan mendenhat apa yang mereka bicarakan.
"aku istrinya mas gani, o..ya maaf lain kali jangan WA mas gani malam malam, mengganggu tahu dan sepertinya (sambil berbisik kukatakan) bajumu udah keluaran lama, norak banget dan sepatu,tas mu juga itu kayaknya KW, kataku
Tapi ngk papa sih emang pantas buat mu, sambil berlalu dari tempat itu.
aku Merasa puas karena sudah "hempaskan" si ulat bulu winda itu, aku berjalan keluar restoran itu sambil membawa fandi dan ada rasa senang telah membuat winda bungkam.
Mimpi apa aku semalam bisa bertemu si winda tapi ada hikmahnya juga setidaknya winda akan berhenti mengganggu mas gani, kalau dia punya harga diri.
Biar kata aku ibu rumah tangga aku ngk jelek jelek banget, malah aku masih rajin yoga walau di rumah karena dulu aku pernah ikut latihan yoga jadi aku terus melakukan yoga di rumah 2x dalam seminggu dan perawatan muka selalu aku lakukan walau ngk kesalon aku selalu merawat mukaku dengan baik dengan uang belanja yang di berikan mas gani aku masih bisa membeli peralatan make up.
syukurnya mas gani selalu memberiku uang yang lebih dari cukup karena mas gani bukan tipe suami yang pelit, dia sangat royal pada istrinya karena katanya buat apa kerja kalau bukan untuk menyenangkan anak dan istrinya jangan sampai istri mengeluh, katanya
"karena kesuksesan suami ada doa yang selalu di panjatkan oleh istri."
"karena itu kebutuhan istri terpenuhi,kebutuhan suami juga di penuhi oleh istri dengan senang hati dan iklas"
Aku banga dengan pikiran mas gani dan aku yakin mas gani adalah suami yang bertanggung jawab kepada keluarga, menyayangi keluarga adalah hal yang terbaik ada pada diri mas gani.
Selain itu mas gani juga seorang penyayang pada sesama, dia tidak lupa menyisihkan uangnya dan membantu orang jika memang harus di bantu.
Setia kawan juga ada pada dirinya, pernah sekali ada seorang teman yang sedang membutuhkan dirinya, sedangkan dia sedang sibuk tapi dia masih membantu karena memang kala itu istri temannya akan melahirkan sedangkan di tengah perjalanan ban nya bocor dan mas gani segera kesana untuk menolongnya.
Walaupun akhirnya mas gani kena marah atasanya mas gani terima saja memang, sudah sewaajarnya kena marah.
__ADS_1
Melalaikan pekerjaan dan satunya adalah seorang teman yang membutuhkan pertolongan adalah dua hal yang sama pentingnya bagi mas gani.