
Hari ini aku janjian bersama diah,aku mengajak fandi dan juga andin. Diah bertemu di restoran yang di mana ada tempat bermain untuk anak anak.
Karena hari ini minggu jadi diah juga membawa dewi anaknya, agar mereka bisa bermain bersama fandi dan andin dengan begitu kami bisa mengawasi mereka sambil mengobrol santai.
mereka bertiga bermain,kami duduk sambil memesan makanan dan memilih tempat duduk yang dimana juga bisa mengawasi anak anak.
"Diah,bagaimana pekerjaanmu ?" tanyaku
"pekerjaanku seperti biasa ris, banyak dan selalu lembur bersama bos." jawab diah
Ris...pak ardhan (atasan/bos diah) melamarku, kamu tahukan ris pak ardhan adalah duda anak 1 dan istrinya sudah meninggal. Ya..dulu diah pernah bercerita tentang bosnya itu,
istrinya meninggal karna serangan jantung karna ada riwayat darah tinggi pada istri pak ardhan.
"Trus bagaimana jawabanmu,diah?" tanyaku
Aku belum menjawabnya ris, aku takut ada gosip tentang aku, "sekertaris yang mengoda bosnya" itu bisa membuatku sangat malu,maka dari itu ris aku minta pendapatmu,sambil memandang kearahku diah menunggu jawabanku.
"diah apa kau menyukai pak ardhan?" Tanyaku
aku sebenarnya masih trauma sama yang namanya ber rumah tangga takut di selingkuhi lagi,tapi aku harus mereruskan hidupku dan memikirkan dewi. Dia butuh seorang ayah,
masalah cinta aku akan mencoba mencintai pak ardhan hanya masalah waktu ris.
Kalau gitu terima lamaranya tapi sebelumnya kamu harus keluar dari pekerjaanmu diah dengan begitu takkan ada gosip tentang "sekertaris penggoda bos"
Kamu tahu ris kalau pak ardhan itu banyak penggemarnya setiap aku ke kamar mandi selalu saja ada yang memuji pak ardhan.
"Kenapa cemburu ya?"tanyaku
Ngk rista aku hanya ...hanya... diah melihatku tersenyum dan menepuk tanganku dan kami tertawa bersama,
__ADS_1
Biarkan saja mereka memuji pak ardhanmu itu tandanya banyak penggemar nya.
Kupanggil anak anak untuk makan dan fandi kusuapi,mereka sangat suka dengan makanan di restoran ini karna anak anak lahap sekali makannya.akhirnya kami berpisah dan kembali pulang kerumah masing masing.
Senang rasanya bertemu dengan diah hari ini, diah selalu berpikiran positf dan dia supel dan pastinya beruntung mengenal diah dia memang sahabat terbaik yang pernah kumiliki Karena bisa berbagi suka dan duka.
Mas gani pulang dari rumah temannya, setelah mandi dia menghampiriku yang sedang nonton tv di ruang tengah, dia memelukku dan mencium pipiku, mas gani selalu bermanja bila dekat denganku dia tak pernah mau kalah dengan kedua anaknya.
Kebetulan fandi dan andin sudah tidur jadi mereka tidak tahu sifat ayah mereka yang sama kayak mereka, eh... Salah.. sifat ayahnya menurun ke anaknya wk..wk..wk...
"Mas bagaimana menurutmu sifat pak ardhan.? tanyaku
Pak ardhan ya....dia orangnya baik dan sayang keluarga jawabnya sambil melihatku.
"Sayang,kenapa tanya pak ardhan?" tanya mas gani
"Mas, diah dilamar sama pak ardhan" jawabku
"Benarkah?" Tanya mas gani
Kuanggukkan kepalaku tanda mengiyakan pertanyaan mas gani, karena memang benar apa yang kuucapkan kepada nya tanpa ragu aku membenarkan anggukanku.
"Trus bagaimana diah?" Tanya mas gani
Kurasa diah akan menerima lamaran pak ardhan.walaupun dia trauma akan masa lalunya tapi kurasa diah akan mencoba lagi kehidupan baru dan berumah tangga lagi, biarkan saja masa lalu adalah masa lalu yang selalu disimpan dimana didalam nya buat pelajaran hidup, bila ada kesalahan jangan terulang kembali.
Aku membayangkan bagaimana diah dan mantan suaminya mengalami masa masa perceraian dan diah di tinggalkan karena mantan suami diah lebih memilih pelakor itu dari pada anak dan istrinya.
Tapi lihatlah sekarang diah mampu berjuang untuk menghidupi anaknya dan sekarang kulihat sudah melupakan mantan suaminya, malah sekarang diah di taksir bos perusahaan dimana dia bekerja.
Diah memang wanita cantik dan tangguh walaupun sedikit rusuh tapi dia wanita yang baik,sekarang kebahagiaan ada di depan mata dengan menikahi pak ardhan dia pasti akan hidup bahagia.
__ADS_1
Aku harap diah menerima ajakan pak ardhan untuk menikah dan itulah harapanku untuk dia hidup bahagia kembali dengan rumah tangga yang baru.
Mas gani menawil hidungku dan berkata "istriku pintar sekali"
dan menciumku gemas , entah mengapa dia gemas padaku aku tak tahu tapi ya sudah lah dan ahkirnya kami berdua tidur karena sudah mengantuk.
Padahal tadi aku sedang melamun mengenai diah dan mas gani malah gemas kepadaku, aku memeluk mas gani dan tertidur sambil menempelkan kepalaku di dadanya mendengar suara degub jantung mas gani adalah hal yang aku suka.
Pagi aku bangun menyiapkan semua kebutuhan mas gani dan andin, bekal andin untuk sekolah sudah aku siapkan setwlah itu aku melihat ke kamar fandi apa dia sudah bangun.
Fandi masih tidur dan kubiarkan dia karena aku akan mengurus andin dulu untuk kesekolah, sebenarnya andin anak yang mandiri dia sudah terbiasa melakukan sendiri.
Untuk mandi dan seragam sekolah,tas, sepatu andin sudah bisa melakukan sendiri karwna dia anak yang apik setelah pulang sekolah dia meletakkan kembali perlengkapannya di tempatnya.
Mandiri dan ngk manja sudah ada di andin dan dia juga senang membantuku jika aku sedang berberes rumah entah itu menyapu, cuci piring andin juga sudah bisa.
Mas gani dan andin sudah berangkat kerja dan mas gani seperti biasa mengantar andin dulu kesekolah.
Tring...tring...
Kuanggakat telefon dan kulihat nama diah tertera di ponselku aku mengangkatnya dan berbincang di telefon, setelah selesai aku ke kamar fandi dan dia juga sudah bangun tidur.
Aku memandikan fandi dan mengajaknya jalan jalan di taman seperti biasa dia bermain dengan temannya dan aku mengawasi sambil berbincang dengan tetangga yang memang biasa mengajak anaknya juga ketaman.
Sepulang dari taman fandi tidur dan aku menyelesaikan pekerjaan rumahku seperti biasa yang aku lakukan, setwlah itu aku masuk ke kamar karena anakku masih tidur aku mencoret coret membiat sketsa baju.
Kulihat beberapa gambar sketsaku dan aku berencana akan menjahit baju untuk almira karena almira mendapatkan undangan ulang tahun dari temannya.
Rencananya aku akan menjahit kan baju dengan gambar bajuku sendiri dan kurasa akan bagus dengan sketsa gambarku ini, tema ulang tahun sketsaku ini sangat cocok.
Segera aku membawa nya ke penjahit Karena aku sudah mempunyai bahan sewaktu aku ke mall aku iseng iseng membeli bahan.
__ADS_1
Fandi sudah bangun dan aku akan menjemput andin sekolah sekalian pergi ke penjahit agar andin di ukur untuk membuat gaun ulang tahunnya.