
Aku tak menyangka anak ku yang selama ini adalah anak yang baik dan penurut sudah berubah, bahkan dia bisa berbohong begitu besarnya kepadaku, sampai teganya dia membuat aku malu dan apa kata orang nantinya jika putriku yang kubesarkan dengan kasih sayang menjadi seorang pelakor.
Masih beruntung bu rista berbaik hati bersabar menghadapi masalah ini dan tidak marah marah sampai di ketahui orang waktu dia datang ke rumah, bu rista adalah atasan indah, dia pernah kerumah kala itu dan kami pernah berbicara. Bu rista bisa dilihat kalau orangnya baik, cantik dan sopan.
Entah apa yang merasuki hati anakku sehingga dia bisa berbuat hal yang memalukan seperti itu, rasanya aku ngk sanggup dan malu saat bu rista mengatakan kelakuan indah ke padaku aku hanya bisa mengatakan maaf dan akan berbicara kepada indah menasehatinya agar meninggalkan gani karena ini adalah sebuah kesalahan.
Besok aku akan mendatangi apartemen indah dan aku ingin berbicara kepada dua anak itu, gani dan indah aku harus berbicara kepada mereka.
Dengan menaiki taxi aku berangkat ke apartemen indah aku rasa hari ini indah sedang libur karena biasanyavkadang jika hati sabtu indah libur tapi jika ada kerjaan yang harus di selesaikan indah masuk kerja.
Aku memencet bel apartemen indah cukup lama indah membukanya mungkin dia masih tidur, kupencet lagi dan akhirnya pintu terbuka.
Indah terkejut dengan kedatanganku yang tiba tiba memang tidak biasanya aku mendatangi indah tanpa memberitahu dahulu dan biasanya aku hanya menyuruh agam untuk menegok kakaknya.
Aku duduk dan indah mengambilkan minum untuknya, aku menyuruh indah untuk duduk denganku dan menanyakan kabar pekerjaanya dan indah mengatakan baik baik saja.
" indah bagaimana hubunganmu dengan bu rista, apa dia baik baik saja," tanyaku
"Ya...bu, kami baik baik saja tidak ada persoalan." jawabnya
"Apa gani tidak kesini hari ini, jika tidak panggil lah dia ibu ingin berbicara kepadanya?" kataku
"Indah, apa kamu bahagia?" tanyaku lagi
"Tentu, bu aku bahagia!!"
Plak....(menampar indah)
"Bahagia... Katamu," kataku
"Bu ada apa? kenapa menamparku" tanya indah
Sungguh keterlaluan kamu indah, aku membesarkan mu dengan penuh kasih sayang dan ini balasanmu kepada ibu dan kamu telah membuat ibu tidak bisa menegakkan kepala atas kelakuanmu indah.
" bu ada apa ini,aku tidak tahu kesalahanku ?!!" jawab indah membela dirinya
Ting...tong...
__ADS_1
"Bel berbunyi dan indah membukakan pintu"
Gani memeluk indah yang sedang menangis dan menuntunnya ke ruang tamu, rasanya ingin berteriak di hadapan gani karena dia berani beraninya memeluk putriku.
"Gani, indah"
"putuskan hubungan kalian, dan kamu gani jangan kamu dekati indah lagi dan aku tidak ingin melihat kamu lagi.!!
"Tapi bu kami saling mencintai" jawab indah
"Hanya kamu....hanya kamu yang mencintai gani sadar indah, kamu hanya terpedaya oleh gani" kataku
"Katakan gani apa kamu mencintai indah?" tanyaku kepada gani
Gani terdiam dan lama menjawab pertanyaanku, membuktikan bahwa gani memang tidak mencintai indah.
Mengertilah indah, kamu sudah buta akan cintamu.
"Tidak bu, mas gani juga mencintaiku? Katakan mas kalau kau mencintaiku!!"
indah melihat gani yang sedari tadi hanya diam, tak satu katapun terucap dari bibirnya dan indah seperti orang yang kehilangan akalnya dia menangis dan mengharap agar gani berucap....
Akhiri semua ini!!
"Ibu, bagaimana ibu tahu soal mas gani. Jika mas gani sudah menikah dan dari mana ibu tahu?" tanya indah terkejut
Aku duduk di kursi melihat indah yang menangis dan kebingungan, aku hanya ingin gani mengatakan sesuatu tentang hubungan mereka, tapi gani hanya diam dan tak mengucapkan apa apa dia sepertinya memang benar benar tak menganggap indah dan benar kata rista jika gani hanya memanfaatkan indah.
Aku sebagai orang tua ingin tahu sampai mana hubungan mereka dan aku menyuruh indah untuk masuk ke kamar dan jika ada indah dengan suara tangisnya membuat aku semakin kasihan dan geram padanya.
Aku berbicara pada indah dan bertanya kepadanya mengulang kata yang dari tadi aku ucapkan dan belum di jawab oleh gani.
"katakan gani, apa kau mencintai putriku?" tanyaku
"Bu, aku mencintai indah" jawab gani
"Bagaimana denhan istrimu?" kataku
__ADS_1
"Aku...aku juga sangat mencintai istriku dia adalah ibu dari anak anakku." jawab gani
jika kamu mencintai istrimu jauhi indah gani dan putuskan hubungan kalian, kamu memang laki laki yang brengsek yang memanfaatkan kepolosan putriku.
Ingat gani kamu akan mendapat karma akan perilakumu itu, amarahku sudah tak bisa aku tahan lagi dan aku benar benar meluapkan nya kepada gani.
asal kamu tahu gani ....
"bu aku sudah menikah dengan mas gani," ucap indah yang tiba tiba muncul dan membuat aku terkejut dengan perkataanya.
Kami sudah nikah siri bu dan aku sudah...
Plak...
Aku menampar lagi putriku...
Sakit hatiku ketika indah mengatakan hal itu, dia sudah menikah siri dan benar benar menjadi terkejut.
"Gani...."
benar bu aku sudah menikahi indah secara siri, sudah lama bu kami menjadi suami istri dan kami melakukan....
Plak...
Kali ini gani yang aku tampar,
Aku sudah tidak bisa menahan dari tadi akan kekurang ajaran gani yang telah menikai putriku tanpa memberi tahuku.
Sangat jelas jika gani hanya memanfaatkan kepolosan hati indah.
jangan bilang kalau kalian melakukan atas dasar suka sama suka, dan kamu indah bukan kah kamu tidak suka jika kamu mengambil suami orang apalagi dia itu adalah orang yang telah berbaik hati menerima kamu sebagi pegawainya.
Aku sudah putus asa akan masalah ini dan memang sudah tidak ada yang bisa aku lakuakan, mereka sudah menikah siri dan bukannya lagi pacaran.
Jika hanya pacaran aku bisa memaksa indah untuk meninggalkan gani sedangkan mereka malah sudah menikah siri itu membuat aku tidak bisa berfikir lebih lagi.
Asal kalian tahu, dengan berbersar hati bu rista meminta ibu untuk menasehati kamu indah dan asal kamu tahu gani jika istri mu bu rista mengetahui semua kelakuan bisukmu itu.
__ADS_1
Aku mengatakan itu agar gani tahu jika istrinya mengetahui semua persoalan ini dan biar tahu rasa... Setidaknya dia akan memutar otaknya untuk bagaimana berhadapan dengan istri yang mengetahui kelakuan buruknya.
Aku harap bu rista juga mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya, dan untuk indah aku akan membawanya pergi dari kota ini dan menata hidup baru untuknya. Saat ini hanya itu yang bisa terfikirkan olehku, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. sebagai ibu aku hanya bisa memberi nasehat kepada putri ku dan kuharap indah sadar akan kesalahan ini.