
Hari ini aku pergi ke butik setelah menjemput almira dari sekolah paud, karna belum sempat sarapan aku membuka makanan yang tadi aku masak sebelum berangkat dan ada puding coklat buatan mbk ayu.
Aku memberikan puding pada almira karna memang suka sekali puding coklat.
" Ma aku mau ke bawah bermain "
hati hati bermainya, sengaja aku membuat ruangan untuk kuisi dengan mainan agar pelanggan yang memilih pakaian dan membawa anak mereka bisa menaruhnya di tempat bermain.
Aku menyuruh nina untuk sesekali melihat almira, bagaimanapun takut kalau kenapa napa karna almira masih anak anak dan perlu diawasi.
Aku membuka keuangan butikku dan memeriksa nya, karna memang aku maih belum punya asisten dan masih aku tangani sendiri.
Kurasa aku sudah mulai ngk sanggup mengurus sendiri butik dan aku membutuhkan asisten, karna cabang butik ku sudah ada di berbagai tempat dan itu masih aku urus sendiri.
Aku menelpon reni untuk membahas soal ini, siapa tahu reni bisa mencarikan solusi nya. Kebetulan aku akan bertemu diah jadi sekalian aku akan mengajak reni juga.
"Hallo ren, bisa ngk kita bertemu hari ini."
"Bisa ris, dimana?"
Kita ketemuan di tempat biasa kebetulan aku juga mengajak diah dan kita bertemu disana ya...
"Siap bos," jawab reni.
Aku akan menyelesaikan pekerjaanku karna aku akan bertemu dengan teman temanku, sudah kubayangkan pasti akan seru pertemuan bertiga kali ini karna memang jarang sekali kita bertemu dan kumpul bertiga karna kesibukan masing masing.
Aku menuju restoran tempat aku mengajak dua temanku itu, bersama almira tentunya.
Aku sudah sampai disana kulihat ada diah disana dan reni belum datang, aku memesankan makanan untuk almira karna almira belum makan siang dan untukku aku memesan minuman.
Sambil menunggu reni datang aku mengobrol bersama diah.
Diah kulihat bertambah gemukkan sedikit, aku senang diah menikah dengan ardhan dan bahagia.
Reni sudah datang dan aku memesan makanan dan minuman, karna sudah waktunya makan siang aku juga sudah lapar.
"Ren, kurasa aku butuh asisten untuk butikku," kataku
menurutmu gimana ren dan kamu juga diah mumpung kamu juga ada disini, aku ingin pendapat kalian berdua.
__ADS_1
Kalau kamu kerepotan untuk mengurus butik memang sebaiknya merekrut asisten untuk membantumu kata reni dan di anggukkan kepala diah tanda setuju.
"jadi aku akan merekrut asisten secepatnya," kataku.
Kulihat almira sudah mengantuk dan aku segera memangku anakku menidurkannya dalam pangkuanku, aku masih melanjutkan obrolanku dan sambil makan dan minum.
setelah pulang dari pertemuan itu aku menjemput andin, karna andin tadi ada kegiatan di sekolah jadi sekalian aku menjemputnya.
Sampai di rumah aku langsung menuju kamar fandi untuk melihatnya, kulihat fandi sedang bermain game di laptopnya. Kupeluk anakku,
" ezzz anak mama bau asem."
belum mandi ya..jangan malam malam ya mandinya, kataku.
"Siap bos." (sambil menaruh dua jarinya di pelipis)
Aku pergi ke kamar dan membersihkan diri karna sebentar lagi malam dan mas gani pun akan pulang bekerja.
Ku bantu mbk dia menyiap kan makanan karna mas gani sudah pulang kerja dan sedang membersihkan badannya, aku memanggil ina untuk menyuruh memanggil anak anak untuk makan malam.
Setelah makan malam aku mengobrol sama mas gani sambil melihat almira bermain di teras depan, kulihat almira memainkan boneka yang baru di belikan mas gani kemarin.
Mereka mengucapkan salam dan mas gani berucap orang tua hani, aku berdiri bersalaman.
nak gani, maksud kedatangan kami kesini adalah untuk melihat cucu kami,
Kami sebenarnya sudah lama mencari hani dan anaknya. Maafkan kami nak gani baru sekarang kami bari menemui cucu kami.
"Om dan tante silahkan di minum airnya," kataku.
Aku sebenarnya merasa tegang atas kedatangan orang tua alm hani, banyak sekali pikiran di dalam pikiranku.
Om dan tante tidak bermaksud lain hanya ingin melihat saja andin cucu kami , karna kami hanya melihat foto bayinya saja sewaktu kami main ke menado.
Sebenarnya kami tak melepaskan hani begitu saja di menado, tanpa sepengetahuan hani kami selalu memantau kehidupan nya disana. Karna kami tahu hani tak mungkin meminta bantuan kami. Hani adalah anak yang keras kepala dan itu adalah kesalahan kami, kami sibuk bekerja dan kurang memperhatikan hani. Setelah tahu hani meninggal dan tak tahu andin berada di mana kami terus mencarinya dan akhirnya sampailah kami di sini.
lama sekali kami mencarinya, karna sedikit petunjuk yang kami dapatkan dan nenek hani yang di menado pun sudah meninggal.
Aku dan mas gani mendengarkan cerita mereka, setelah selesai mas gani menyuruh aku untuk memanggil andin.
__ADS_1
Andin belum tidur dan dia sedang mendengarkan musik sambil tiduran, ku pegang pundaknya dia melepas handset nya.
"ada apa ma?" Tanya andin
Ada yang ingin bertemu sama andin,
"siapa ma?"
Oma dan opa andin,kataku
"Opa siapa ma,?"
oma dan opa dari mama hani sayang...kataku
Andin terdiam... Ayo sayang mereka sudah menunggu, aku dan andin turun. Setelah sampai andin yang di belakangku memegang lenganku dan aku membawanya di sampingku , orang tua hani berdiri mereka terharu sekali karna lama mereka tidak bertemu. Andin bersalaman dengan oma opanya dan omanya memeluk andin, aku menyuruh andin duduk diantara kami.
"Andin" cucu oma jika mau andin bisa main ke rumah oma kata tante heni, kami dengan senang sekali jika andin bisa main kerumah.
Andin melihatku,
Om dan tante nanti jika andin menginginkanya kami pasti akan mengantar andin ke sana, jawab mas hani
Setelah berbincang bincang tante heni dan om heru orang tua hani pulang dan andin lalu masuk di kamar.
Aku menyusul andin ke kamar, aku memeluknya. Maafkan kami andin kami tak pernah mengungkit oma dan opa andin.
Karna memang kami tak bermaksud untuk menjauh kan andin dengan oma dan opa. Kami hanya...
"Ma," aku ngk nyalahin mama dan aku mengerti ma jangan khawatir, andin sayang mama dan ayah. "sela andin."
Mas gani yang menyusul aku di kamar andin pun langsung ikutan memeluk kami dan kami berpelukkan, setelah berbicara sama andin kami kembali ke kamar.
sebelum tidur aku melihat ke kamar fandi dan almira yang tidur bersama mbk ayu. Kulihat mereka sudah tertidur dan aku mengambil air minum di dapur untuk ku bawa ke kamar.
"Mas " tadi aku sangat tegang takut jika tante dan om heri meminta andin.
Aku ngk akan memberikan andin kepada mereka, sebelum hani meninggal aku sudah mengurus semua nya. Walaupun aku adalah ayah kandung andin, tapi aku dan hani tidak menikah. walaupun tidak ada surat apapun untuk menjadi kan andin keluarga kita, maka dari itu andin aku adopsi dan itu sudah sah secara hukum, mereka tidak bisa mengambil andin dari kita tenang saja, mas gani memelukku menenangkan hati ku.
"Bagaimanapun aku tak ingin kehilangan andin anak ku" hatiku berkata.
__ADS_1