Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Posesif (3)


__ADS_3

“Sayang, itu.. ehm.. Anu....”


“Ini video apa sebanyak ini mas?”


Keara terperangah. Lebih dari seratus video masuk bersamaan ke aplikasi yang tidak Keara kenal. Ia mengernyit keheranan. Sedangkan Harris menggaruk kepalanya. Terlalu bingung harus mulai menjelaskan dari mana.


“Ini bukan video aneh-aneh kan..?” tuduh Keara.


“Bukan sayang.. Jangan salah paham yaa.. Gini, aku harus jelasin satu persatu..” Harris mengusap lembut punggung istrinya.


“Jelasin.. Kalau gak, siapa yang gak akan salah paham....” Keara bergumam lirih dan menatap sayu suaminya.


Harris dengan sabar membimbing istrinya agar beringsut duduk selonjor bersandar di headboard ranjang. Tangan kirinya terulur untuk merangkul Keara. Gadis mungil itu terkulai nyaman di dada Harris.


“Sayang, begini.. di rumah, kantor, apartment, villa, di semua aset yang aku punya, ada CCTV yang kupasang.”


“Oh iya? Tapi aku gak pernah lihat kamera Cctv di rumah mas Harris...”


“Letaknya tersembunyi, sayang.. Hanya aku yang tau. Dan yang bisa mengakses rekaman dari semua tempat itu hanya aku.”


“Oh iya.. sekarang kamu juga tau, istriku tercinta. Kamu memang berhak tau..” imbuh Harris.


Keara mengangkat wajahnya. “Kenapa begitu? Bukankah biasanya ada bagian keamanan sendiri yang bertugas memeriksa dan mengamankan semuanya..”


“Iya, tapi aku tidak terlalu percaya pada mereka semua, sayang.. Aku memang sulit sekali bisa percaya pada orang lain..”


“Lagipula, kalau orang-orang tau ada kamera, mereka pasti bersikap baik.. Beda kalau gak tau..”


“Oh Iya, benar.. Tapi apa mas Harris bisa percaya padaku?”


“Tentu sayang.. Aku sangat percaya padamu.. Karena itu, kalau kamu sampai menghianatiku, hatiku akan sangat terluka..”


Keara mengeratkan dekapannya. “Aku juga berharap kita tidak akan pernah saling menyakiti mas.. Tetaplah seperti ini selamanya.. Tetaplah mencintaiku selamanya....”


“Pasti, sayang.. Inshaa Allah.. Semoga Allah mengijinkan kita bersama selamanya.. Sampai maut yang memisahkan.”


Bibir keduanya saling bertaut. Melu mat dan menye sap penuh cinta. Sebagai ungkapan cinta yang menggelora. Tidak ada sekat karena hati mereka juga telah menyatu dan tak ingin berpisah.


Bibir mereka terlepas karena Keara mendadak tersentak. “WAIT!! Berarti mas Harris bisa melihat video mas Bara dan Hanna kapanpun??”


Netra gadis itu memancarkan  kilatan cemburu yang mendominasi. Keara mengendikkan bahu berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya.


“Bisa kalau aku mau, sayang.. Tapi aku gak mau lihat..” tutur Harris lembut.

__ADS_1


“Pantesan, tadi santai aja pas aku larang lihat video Hanna.. Ternyataa....” geram Keara.


“Janji?”


“Janji, sayang..”


Keara menatap penuh selidik. Tapi akhirnya urat-urat tegang di wajahnya berangsur mengendur.


“Satu lagi, mas.. Yang ketiga, aku mau tau dimana saja rumah, vila, apartment, semua yang mas Harris punya. Aku mau tau semuaaaaanya.”


“Baik... Listnya akan kuberikan semuanya pada kamu..”


Keara mengangguk lemah. Meski tampak tidak puas, tapi ia tetap tidak menolak saat Harris kembali membawanya ke dalam pelukan hangatnya.


“Boleh aku tau? Kenapa istriku tiba-tiba sangat serius dan menanyaiku sedetail ini..?”


“Aku hanya merasa tidak terlalu mengenal mas Harris. Dan aku gak suka itu... Aku pikir, aku harus tau dimana saja rumah mas Harris.. Agar mas Harris gak akan bisa punya kesempatan menyembunyikan wanita lain di salah satu rumah atau apartment mas Harris...”


“Hah? Ahahahhahaa” Harris tertawa.


“Gak akan, sayang.. Gak mungkin!” tegas Harris. Dia sungguh bahagia. Ya, sepertinya Harris memang sudah gila. Dia begitu bahagia saat istrinya bersikap posesif dan menuntut untuk ingin tau dalam banyak hal..






🌹 Dua minggu kemudian..


Harris dan Keara baru kembali dari bulan madu. Pak Diman yang menjemput di bandara. Sekarang mobil mereka sudah menembus jalanan Surabaya yang padat.


Honeymoon yang membahagiakan bagi keduanya. Karena Harris benar-benar memberikan seluruh waktunya untuk Keara. Keara pun dibuat sangat terkesan dengan bulan madu yang panjang mengelilingi tiga negara di Asia.


“Gimana keadaan rumah pak? Aman?” tanya Harris ketika mereka baru saja sampai di rumah. Pak Diman menepikan mobilnya di dekat pintu masuk agar tuan dan nona mudanya tidak berjalan terlalu jauh.


“Alhamdulillah aman, Pak..”


Keduanya pun turun dari mobil. Melangkah dengan anggun memasuki rumah yang baru bagi Keara.


“Selamat datang kembali, sayangku..” Harris mengecup pelipis istrinya.

__ADS_1


“Makasih mas.. Beri tau aku apa yang harus aku lakukan.. Mas kan tau sendiri aku tidak pernah tinggal di rumah sebesar ini..”


“Yang harus kamu lakukan hanya berganti posisi untuk permainan yang lebih variatif saja sayang.. Aku suka sekarang kamu sudah bisa mendominasi di ranjang.”


“Ishh.. Diajak ngomong apapun, selalu saja larinya ke ranjang. Dasar mesum.”


Harris terkekeh.


Kehangatan mereka mendadak berubah hambar ketika sosok keluarga Harris tapi terasa (masih) asing datang menyambangi kediamannya.


“Harris... Keara...”


Keduanya menoleh ke pintu. Asal suara terdengar.


“Tante Martha..” gumam Keara.


Yang datang saat ini adalah tante Martha dan putrinya yang masih berusia sepuluh tahun, Stella.


“Harris.. tolong ijinkan tante dan Stella tinggal di rumah ini.. Tante tidak mempunyai tempat tinggal lagi.. Tolong, Harris.. Tante minta tolong...”


"Rumah Om kamu disita. Karena hutang-hutangnya yang menggunung.. Tante tidak punya apapun lagi sekarang..."


Keara dan Harris saling berpandangan. Keduanya diam seolah tidak ingin menjadi yang pertama mengambil keputusan.


"Tolong, nak.. Lihatlah Stella, dia sepupu kamu juga, Harris.. Tante bisa tinggal dimana saja, tapi tante gak tega kalau Stella hidup terlunta-lunta di jalanan.."


"Baiklah, Tante.. Kalian berdua boleh tinggal disini. Tapi hanya ada satu kamar untuk kalian. Gimana?" pungkas Harris.


"Tidak apa-apa, Harris.. Sungguh.. Tante sudah sangat berterima kasih."


"Oke. Bik Santi akan menunjukkan kamar tamu yang akan kalian tempati."


Harris menggamit lengan istrinya. Lantas keduanya naik ke kamar Harris, yang sudah resmi menjadi kamar mereka berdua.


...----------------...


Permisiii... uler sudah berhasil masuk ke rumah Harris. Siap-siap kita kasih kerikil tipis-tipis untuk rumah tangga Harris Keara yaa..


Biar mas Harris gak bercocok tanam mulu pikirannya..


...----------------...


🌹 Happy reading

__ADS_1


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih


__ADS_2