
🌹 Rumah Harris
Keara mengedarkan pandang ke penjuru kamar. Kamar tidur luas dengan furniture mahal tapi bergaya gelap. Suram.
Apa memang begini kamar orang-orang kaya? Gak cerah. Masa tembok dan bedcover warna hitam? Keara terheran-heran dengan interior kamar Harris yang baginya tampak kelam dan mencekam.
Lelaki itu masih tertidur lelap di pahanya. Lengannya pun masih melingkar erat di pinggang Keara. Keara melihat wajah sedih itu sangat lelah. Ia melirik ke arah sofa, Bik Santi pun sudah tertidur dengan posisi duduk.
Tadi Keara menelepon ibuk dan berbohong kalau dirinya akan menginap di rumah Ocha. Karena mama papa Ocha sedang keluar kota dan Ocha takut tidur sendirian di rumahnya.. 'Duh.. maafin Keara ya Buk.. sudah bohongin ibuk. Keara ga macem-macem kok. Cuma kasihan aja melihat mas Harris..' batin Keara dalam hati.
"Memangnya Mas Harris sering mengigau sambil nangis-nangis gini Bik?" tanya Keara, beberapa menit lalu sebelum Bik Santi tertidur.
"Lumayan sering Non.. Apalagi kalau lagi kecapekan. Pasti sering tidur sama manggil mamanya..,"
"Terus kalau pas ngigau gitu diapain Bik?"
"Ya bibik bangunin sampe bener-bener bangun, Non.. Kalau gak gitu bisa ngigau dan nangis terus sepanjang malam.. Ini nih.. Tuan abis ngigau bisa tidur tenang lagi begini keajaiban Non.. Beneran deh." tutur Bik Santi sambil berkali-kali menguap. Keara mengangguk-angguk pelan.
"Bik Santi gak pernah lihat mamanya mas Harris datang ke rumah ini?"
"Gak pernah, Non.. Dua puluh tahun lebih Tuan gak pernah ketemu sama mamanya. Bibik juga heran.. Kok ada ya ibu yang gak pengen lihat anaknya? Mana anaknya ganteng begini, ya kan non..? Hehehee" Bik Santi terkekeh. Mungkin menghibur diri demi menyusut rasa kantuknya.
"Terus.. kalau.. papanya?" tanya Keara lagi. Berusaha mengulik masa lalu Harris.
"Saya kurang tau Non.. Tapi kalau tuan ngigau manggil papa, suaranya lebih histeris daripada yang tadi.."
Keara terheran-heran. Lelaki dingin yang tampak baik-baik saja ini, kenapa menyimpan kepedihan yang teramat mendalam? Tapi beruntungnya dia tidak bertindak ke jalur yang keliru. Lelaki sholeh ini tak pernah terlewat sholat dan puasa. Dia juga tidak terjerumus dalam dunia malam dan pandai membatasi pergaulannya. Mungkinkah karena pengaruh baik mas Rizky? Sangat mungkin, batin Keara.
__ADS_1
Punggung Keara mulai terasa pegal. Kakinya juga terasa kebas. Dia tidak bisa bergerak, dan tidak bisa bersandar. Sangat melelahkan. Dia mencoba mendorong tubuh Harris. Mencoba melepas taut an jemari lelaki ini. Tapi gagal. Harris tidur seperti orang mati.
Tiap kali Keara berusaha melepaskan diri, Harris akan langsung bergumam "Mama.. Harris capek, Ma.."
Dan mendengar itu selalu membuat Keara luluh. Ia membiarkan dirinya dipeluk sedemikian rupa oleh lelaki bertela njang dada ini, meski tubuhnya sudah pegal dan remuk.
Keara melirik jam digital di nakas samping ranjang. Pukul 00.59 . Pantas saja matanya sudah sangat berat menahan kantuk. Tapi bagaimana ia akan tidur? Gak nyaman banget..
Keara melipat kedua belah lengannya di atas kepala Harris. Lalu menumpukan kepala di atasnya. Oke, ini posisi ternyaman daripada tidak tidur. Hihii..
•
•
Pukul 02.44 ~
Harris merasa kepalanya sangat berat. Seperti ada batu besar yang menindih. Mengganggu tidurnya dan membuat kesadarannya berangsur kembali, meski belum sepenuhnya.
Harris dengan setengah sadar dan nyawa yang belum sepenuhnya kembali, menghempaskan benda berat di atas kepalanya. Lalu berusaha bangun dari posisi tidurnya.
Namun matanya terbelalak melihat seorang gadis terhuyung ke samping dan raganya rubuh ke ranjang dengan cukup keras. Harris yang bingung mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya. Dan mengulik lagi ingatannya. Bagaimana bisa ada gadis di dalam kamarnya? Bahkan dia tadi tidur sambil memeluk gadis ini? What, WHY??!!l
Harris menyibak rambut panjang yang menutupi wajah perempuan yang saat ini berbaring miring di ranjangnya. Dan seketika kesadarannya pulih seribu persen. Bibirnya yang semula membulat karena terkejut, sekarang terus menyunggingkan senyum. Antara bahagia dan rasa tak percaya sekaligus.
Keara??
'Tadi malam aku tidur memeluk Keara? Kok bisa?? Bagaimana ceritanya?? Kenapa? Apa yang terjadi? Lalu Bik Santi juga tidur di sofa di dalam kamarku. Ada apa sebenarnya ini?' Rentetan tanya itu terus memenuhi kepalanya. Tapi dia tidak ingin ambil pusing.
Harris jstru merasa bersalah telah menghempaskan gadis ini hingga ia terjatuh cukup keras di ranjang. Beruntung ia tidak terbangun. Pasti gadis mungil ini sangat kecapean.
__ADS_1
Lalu Keara terlihat menggeliat meluruskan tubuhnya sambil bergumam 'Aaaahhh..'. Harris jadi sadar kalau gadis ini tadi tidur sambil duduk, dengan pahanya dijadikan bantalan kepala oleh Harris. Pasti sangat melelahkan bagi Keara. Tapi menyenangkan bagi Harris.
Harris berbaring di samping Keara. Dengan posisi miring menghadap gadis cantik yang tidur pulas dengan mulut sedikit terbuka itu. Sangat menarik.
Dia tertawa sendiri melihat pemandangan indah di depan matanya. Apapun yang terjadi semalam, ia tidak peduli. Dirinyaa sangat bersyukur karena apapun yang telah mengantarkan gadis ini sampai ke kamarnya. Sampai tertidur di depan matanya. Tak ada yang lebih indah dari ini.
Harris menelusuri garis wajah Keara. Wajah manisnya tidak pernah membosankan bagi Harris. Bahkan saat tertidur, pancaran kecantikan dan keceriaannya tidak memudar sedikitpun. Pasti sangat melelahkan bagi gadis mungil ini, karena tidur dengan posisi yang amat tidak nyaman.
Lebih dari satu jam ia berbaring memandang Keara yang masih lelap tertidur. Harris sama sekali tak merasa bosan. Ia sangat menikmatinya. Momen langka yang tidak mungkin akan terulang lagi. Harus dinikmati sepuas-puasnya.
Sampai lamat-lamat terdengar suara adzan shubuh berkumandang. Raga Keara pun menggeliat. Matanya sedikit demi sedikit terbuka. Harris spontan menutup mata. Pura-pura tidur tanpa merubah posisi badannya. Miring menghadap Keara.
Keara merenggangkan sendi-sendi tubuhnya. Meluruskan punggung. Menikmati kenyamanan berbaring di ranjang mahal milik Harris. Empuk dan lembut. Sampai ia berkali-kali menggesekkan kakinya di kain bedcover yang super halus. Aah.. Nikmatnya.
"Mas Harris sejak kapan ganti posisi tidur ya? Aku juga tidurnya rebahan nyaman gini. Ga sadar kapan robohnya badan ini. Saking lelapnya tidurku nih berarti.." Keara berbicara dengan dirinya sendiri. Tidak sadar kalau Harris mendengar celotehannya juga.
Keara mengangkat tubuhnya. "Aku harus pulang.. Sudah jam setengah lima shubuh. Tapi Bik Santi masih tidur. Bangunin jangan yaa?"
"Ini lagi.. Pria kesepian.. Pantesan aja sikapnya sedingin gunung es.. Orangnya juga doyan dingin. Suhu ACnya udah sedingin ini, betah banget bobok ga pake baju.. Heran. Gak masuk angin apa.." Keara terus mengoceh sembari menyelimuti tubuh Harris.
Harris tersenyum tertahan. Masih dengan mata terpejam. Hatinya berbunga-bunga sepagi ini? Fix seharian moodnya bakalan secerah lampu neon berwatt paling besar. Hehee..
...----------------...
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
__ADS_1
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih