
"Ara sayang, jadi ini kaka Kela yang kamu ceritakan?" Nico menyeringai licik.
"Iya, Pa.." sahut Ala.
"Halo kaka Kela.. Kenalin aku Nico. Papanya Ara. Anak cantik ini namanya Arabella." Nico melambaikan tangannya dengan senyum menyebalkan yang tidak bisa dibalas oleh Keara.
Keara hanya tersenyum kecut.
"Ala mau pesan apa?" tanya Keara, demi mengalihkan tatapan mengintimidasi dari Nico. Membuat Keara risih dan menatapnya sinis.
"Ala mau keik cokat. Sama es cokat. Boleh ya Pah?"
"Boleh, sayang." Nico beralih menatap Keara kembali. "Cupcakes chocolate, sama es susu coklat ya K.. terus buat aku hot cappucino latte. Mbak Retno mau apa?"
"Saya ice americano saja, Pak.."
"Sama makanannya sekalian.. Sudah masuk jam makan siang nih.." usul Nico.
"Terserah Bapak, saya manut Pak." ujar Retno kalem. Dia jelas tidak punya power untuk memilah milih makanan di depan majikannya.
"Ala mau nasi goyeng.." sahut si gemay Ala.
"Oke, Nasi goreng seafood tiga ya K.."
Keara mengangguk sopan, lalu cepat-cepat berjalan ke belakang. Dengan dalih akan menyiapkan pesanan. Ia menghindari Nico sebelum lelaki itu sempat berbicara yang tidak-tidak.
'Haduuh.. Kenapa harus ketemu lagi sama Nico sih! Mana dia bapaknya si Ala lagi.. Kenapa juga aku kemarin ketemu sama Ala? Astaghfirullah.. kok jadi mempertanyakan takdir Allah gini sih. Gak baik.. Gak baik..' gumam Keara. Hatinya sudah dongkol. Tapi berusaha ia tahan.
__ADS_1
Keara pun mendapatkan ide untuk melimpahkan tugas melayani meja Nico pada rekan sesama pramusaji, Putri namanya. Sementara Keara meminta ijin pada Juna untuk mengerjakan tugas di kitchen. Meskipun ini pertama kalinya Keara berkecimpung di area dapur. Tapi Keara tidak punya pilihan lain. Dia tidak ingin kelihatan berkeliaran di area kafe.
"Please yaa Mas Jun.. Sampe tuh customer pulang aja aku di dapurnya.." kata Keara dengan menyatukan telapak tangannya dan nada memohon. "Putri mau kok aku mintain tolong gantiin aku serving mereka. Cuman aku ga bisa keluar mondar mandir di area kafe."
"Oke. Gak apa apa.." Juna setuju saja. Ada rasa senang di hatinya melihat Keara begitu niat menghindari mantan pacarnya. "Ya udah buruan masuk. Nanti urusan di luar biar aku yang handle."
Keara girang. Sampai tidak sadar dia menggenggam lengan Juna sambil melompat- lompat, seperti anak kecil yang baru dapat uang jajan. "Tengkyu mas Juna. Tengkyuuu.."
Keara langsung melesat ke dapur. Membantu Bu Ijah dan Bu Siti menyiapkan pesanan customer. Karena dia belum pernah diajari cara memasak dan bekerja di bagian kitchen, dia hanya membantu sekenanya saja. Menyiapkan piring dan gelas. Membersihkan bekas makanan di alat masak. Membantu mengambilkan ini dan itu. Apa saja ia lakukan asal keberadaannya tidak mengganggu. Keara sadar diri.
Tapi kedamaian itu tidak berlangsung lama. Di luar, Ala cranky minta dipanggilkan Kaka Kela. Nico sudah berusaha menenangkan Ala, tapi gagal. Ala kecewa, bahwa tadi yang keluar membawakan pesanannya bukan Keara. Melainkan pegawai lain. Saat Ala minta dipanggilkan Keara, Putri bilang tidak bisa karena Keara sedang sibuk di belakang.
Ara menangis dan rewel tidak mau makan. Dia terus memanggil-manggil 'Kak Kela.. Kak Kela..' Membuat Nico terpaksa memanggil Juna, seseorang yang menurut Putri adalah koordinator semua karyawan di kafe ini. Untuk meminta tolong agar Keara bisa dipanggil dan diminta secara khusus menemani pelanggan.
"Baik, Pak. Akan saya panggilkan. Namun, kesediaan Keara untuk menemani bukan tanggung jawab kami. Karena menemani pelanggan sama sekali bukan jobdesc Keara." Juna tidak ada pilihan. Dia harus tetap profesional meski hatinya tidak terima. Dia jelas bisa mencium aroma arogansi Nico yang merasa di atas angin dengan slogan sejuta umat 'pembeli adalah raja'.
"Anak kecil itu rewel dan manggil-manggil kamu terus. Gimana? Kamu bisa nolak kok.. Karena memang bukan kewajiban kamu buat nemenin pelanggan." ujar Juna tenang. Padahal dalam hatinya dongkol bukan main. Kalau saja dia pemilik kafe ini, mungkin sudah ia usir pelanggan macam Nico itu. Memanfaatkan anaknya demi bisa ketemu lagi sama mantan pacarnya. Kadal burik.
Keara terlihat berpikir sejenak. Lalu akhirnya dia mengangguk dan melangkah lesu. "Daripada ribut aku keluar aja lah mas.. Nanti biar aku bisa kasih pengertian ke si bocil itu."
Juna menepuk bahu Keara dan berjalan beriringan dengannya. Sampai Keara duduk di kursi di samping Ara, Juna kembali bekerja di balik meja mini bar. Tatapan tajamnya terus mengarah ke meja Nico, dimana Keara duduk di sana.
"Halo Ala sayang.. Kok belum dimakan sih nasi goyengnyaa?" Sapa Keara dengan ceria. Berusaha menenangkan bayi dino yang setengah mengamuk ini.
"Kak Kela kemana cih..? Kan Ala mau maem sambil ngobol-ngobol sama ka Kelaa.."
"Ala, Kaka Kela tuh disini kerja. Jadi ya kak Kela sibuk ngerjain yang lain di dalam. Gak bisa terus nemenin Ala makan.." jelas Keara.
__ADS_1
Keara tanpa diperintah langsung mengambil alih sendok Ala. Dan menyuapi bayi besar itu dengan sabar. Berusaha sabar lebih tepatnya.
"Bial papa aja yang nyuluh olang disini ijinin kak Kela nemenin Ala makan. Biasanya papa Ala kalo nyuluh-nyuluh olang, langsyung nulut semua.."
Keara mendecih lirih. Dan langsung menghujamkan lirikan tajam ke arah Nico. Ini bocah jadi manja gini pasti gegara mama papanya terlalu bossie dan nurutin apapun kemauan Ala. Nico langsung nyengir. Seakan paham betul arti lirikan Keara.
"Maaf yaa.. kita yang salah karena dateng pas jam kerja kamu." ucap Nico.
Nico mengusap rambut putrinya yang sedang disuapi Keara. "Ara sayang, besok kita jangan datang pas kak Kela kerja yaa.. Kasian nanti kak Kela dimarahin sama bosnya."
"Iyah pa.." sahut si bocah.
Keara baru saja menghela nafas lega atas pengertian dan kedewasaan Nico. Tapi semua kesan itu langsung runtuh begitu Nico berkata, "Kita ketemu sama kaka Kela kalau kak Kela udah pulang kerja aja yaa.. Oke?"
"What?? No more meeting!" ketus Keara dengan mendelik pada Nico. Tapi lelaki itu bukannya takut atau merasa bersalah, malah terkekeh penuh kemenangan.
"Oke Papah.."
Eh, ini lagi si bayi dino maen oka-oke aja. Ngeselin.
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih
__ADS_1