
Keara menyimpan mangkuk berisi mie kuah dan telur mata sapi di atas meja di hadapan Harris. Wajahnya ditekuk dan bibirnya cemberut. Ia sangat kesal dengan pria di depannya ini. Kalau saja pria ini bukan suaminya, mungkin Keara sudah menghajar mas Harris sekuat tenaganya yang kecil itu.
Semangkuk mie berkuah merah yang masih mengepulkan asap ia simpan di sisi meja depan Harris. Keara menarik kursi untuk duduk di hadapan pria itu.
Harris menahan bibirnya agar senyumnya tidak terbit. Wajah kesal istrinya sangat menggemaskan bagi Harris. Walaupun sedang kesal, tapi Keara diam-diam tetap memasak mie untuknya. Membuat hati Harris berbunga. Setidaknya wanita yang sedang ngambek ini masih mendengar rengekannya kalau perutnya juga sedang lapar.
Harris sangat terhibur dengan pelukan erat yang dilakukan Keara dengan sukarela tadi. Meskipun harus ada trik licik untuk memancing itu. Karena sebelumnya Keara sepertinya masih kesal dan menjaga jarak darinya.
"Kenapa malam-malam makan yang pedes-pedes gitu sih, sayang?" ucap Harris membuka obrolan di sesi makan tengah malam ini, setelah lumayan lama keduanya makan dalam keadaan senyap.
Keara masih enggan membuka mulutnya. Dia hanya mengendikan bahu dan melanjutkan makannya.
Harris terkekeh sangat pelan bahkan hampir tanpa suara. Ia lagi-lagi ingin menggoda istrinya. Tiba-tiba ia merebut mangkok Keara. Membuat Keara yang sedang asik menyeruput kuah mie terkejut.
"Apaan sih??" ketus Keara dengan mata membulat kesal.
"Habis kamu diajak ngomong not responding gitu.."
"Lupa?? Aku kemarin malam juga ngajak ngomong mas Harris lebih not responding.. Udah gitu sekarang berani-beraninya ngerjain aku. Nakut-nakutin hantu. Cium-cium leher. Dasar gunung es ngeselin! Gak punya perasaan." Keara melontarkan unek-uneknya dengan wajah memerah.
__ADS_1
"Gunung es? Hahaaha.. Lama banget aku gak denger kamu manggil aku gunung es.. Kirain aku sudah hangat dan bahkan.. lebih hot." goda Harris lagi. Mengabaikan wajah kesal Keara. Ia juga sengaja mengabaikan lontaran bahwa dia tak punya perasaan. Harris sama sekali tidak menyalahkan Keara kalau wanita itu menilainya tidak berperasaan. Ironinya, memang begitu adanya.
"Siniin makanan aku. Aku tuh masih laper." titah Keara yang masih enggan merespon kelakar Harris.
Harris mendorong pelan mangkok mie milik istrinya. Ia pun juga melahap lagi mienya yang masih ada separo porsi.
"Aku tuh serius nanya, sayang.. Tengah malam begini makan pedes apa gak bikin sakit perut..?" tanya Harris lagi.
Lagi-lagi Keara mengendikkan bahu. Tapi kali ini mulutnya terbuka untuk merespon pertanyaan suaminya. Meski hanya jawaban singkat yang terlontar. "Lagi pengen aja."
Harris tersenyum lebar. Tapi tidak menunjukkannya. Ia memilih menunduk menghadap mangkuknya. Ingin lekas menghabiskan makanannya saja. Agar lebih cepat mengeksekusi wanita di depannya ini. Ia sudah tidak tahan ingin melu*mat bibir cemberut yang sudah memerah akibat makan mie pedas itu.
"Aahh.." de*sah Keara seraya mengusap perut ratanya tanda perutnya yang sudah kenyang. Makanan pedas memang yang paling pas buat suasana hati yang lagi emosi seperti yang ia rasakan saat ini.
Keara hendak beranjak dari kursinya, tapi Harris mencekal lengannya.
"Sayang, maaf..." lirih ucap Harris.
"APA?? GAK DENGER!" ketus Keara.
__ADS_1
"MAAF... AKU MINTA MAAF SAYAANG.." Harris mengeraskan suaranya dengan gaya lebay yang dibuat-buat.
Keara menoleh dan menatap tajam pada suaminya. "Maaf buat apa?"
"Buat semuanya."
"Sebutin secara detail semuanya itu apa aja? Mas Harris mau minta maaf buat kesalahan yang mana? Emang Mas Harris tau udah buat salah apa aja?" Keara menyerocos meluapkan kekesalannya.
"Eee..." Harris memutar bola matanya. Bagi Keara, lelaki itu seolah sedang mencari-cari alasan. Padahal Harris hanya berusaha agar tidak salah memilih kata yang bisa lebih memantik emosi istrinya.
Keara bangkit dengan kedua telapak tangannya menghentak meja. "Tuh kan.. Mas Harris itu gak benar-benar niat minta maaf. Makanya masih bingung nyari alasan kan..? Ngeselin."
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih
__ADS_1