
Keara benar-benar memanjakan tubuhnya dengan melakukan serangkaian perawatan. Mulai dari kulit wajah, tubuh, sampai perawatan inti demi memuaskan suamipun ia lakukan.
Setelah menikah, ini kali pertama Keara melakukan treatment semacam ini. Bahkan bisa dibilang seumur hidup Keara baru merasakan spa mahal yang sangat menyenangkan. Kalau dulu menikah, paling banter Keara hanya akan melakukan facial di salon kecantikan murah saja.
Keluar dari klinik kecantikan, Keara merasakan sensasi rileks luar biasa. Ia kini lebih percaya diri. Dengan tubuh yang terasa lebih ringan. Rasa pegal dan lelahnya menguap entah kemana. Berganti dengan tubuh segar dan bugar. Ditambah aromatherapy semerbak mewangi yang menguar dari tubuhnya.
Keara langsung melipir ke butik yang direkomendasikan oleh mas Harris. Ia akan membeli gaun untuk acara gala dinner bersama suaminya nanti malam. Acara ini akan menjadi acara bergengsi pertama yang ia hadiri bersama mas Harris. Maka Keara berpikir ia tidak ingin mengacaukannya. Ia ingin jadi istri yang menjadi cerminan dari suaminya.
Kiprah mas Harris di dunia bisnis jelas tak diragukan lagi. Ia sudah dinobatkan jadi enterpreneur muda paling berpengaruh tahun ini. Namanya sudah tersohor seperti artis ibu kota. Dan sudah pasti, penampilan pasangannya pun akan menjadi sorotan semua orang yang hadir di gala dinner nanti malam.
Staf butik menyambutnya dengan ramah. Mereka menunjukkan koleksi terbaru di butik itu. Gaun-gaun indah dan berharga fantastis menurut versi Keara itu berbaris rapi di depan matanya. Membuat Keara bimbang dalam menentukan pilihan yang terbaik.
Hampir semua gaun yang dipamerkan adalah gaun yang terbuka di bagian atas. Keara memilih tiga gaun yang menurutnya paling sesuai dengan seleranya untuk dicoba di kamar pas. Seorang staf membantu Keara membawakan tiga gaun tersebut, mengarahkannya ke fitting room.
__ADS_1
Keara menjatuhkan pilihan pada satu gaun yang tak terlalu terbuka. Gaun warna hitam berlengan panjang. Dengan bagian bawahnya panjang sepanjang mata kaki dan belahan selutut. Aksen glitter di seluruh bagian gaun membuat tampilan gaun terlihat mewah dan elegan. Warna gaun juga sangat kontras dengan kulit putih Keara. Menjadikan penampilannya dengan gaun itu jadi semakin bersinar.
"Gaun pilihanmu sangat indah sekali, nona.." suara seorang lelaki mengejutkan Keara saat ia baru saja menyerahkan gaun pilihannya pada staf butik.
Keara berbalik seratus delapan puluh derajat demi melihat lelaki yang sepertinya baru saja mengajaknya bicara. Alisnya terangkat begitu melihat pemilik suara bass itu. "Pak David?"
Keara mengenal betul wajah lelaki tampan dengan senyum smirk yang masih saja menyebalkan bagi Keara. Mungkin memang itu senyum biasa bagi David dan juga bagi orang lain. Tapi insiden di kolam renang beberapa bulan lalu membuat Keara tidak menaruh respect sedikitpun pada David.
"Hmm.. " Keara hanya berdehem dan memaksakan senyum canggung untuk sekedar bersopan santun. Ia sadar, David adalah kolega bisnis suaminya. Ia tidak ingin bersikap kasar atau kurang ajar dan pada akhirnya berimbas pada nama baik seorang Harris Risjad. Toh, ini di tempat umum. David juga tidak akan mungkin berani bersikap kurang ajar.
"Anda boleh memanggil apa saja Pak David."
"Kalau begitu, saya panggil Keara saja boleh?"
__ADS_1
"Silakan."
"Keara, panggil saya Dave saja. Dan ijinkan saya meminta maaf secara tulus untuk pertemuan pertama kita yang tidak baik." David mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Ya, saya maafkan." singkat Keara. Ia pun membalas uluran tangan David. Lelaki itu tersenyum dengan ekspresi yang sulit diartikan.
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih
__ADS_1