
🌹 Kantor Harris
"Lalu, apa kau juga bisa menerima ini?"
*Cup
Tanpa menunggu jawaban Keara, ia mendekatkan wajahnya. Mengecup bibir gadis itu. Dalam dan lama.
Keara terbelalak. Tidak siap dengan serangan tiba-tiba Harris. Nalarnya sadar jika ini salah. Tapi tubuhnya seolah terlena dengan ciuman lembut Harris hingga ia terpaku sekian detik lamanya.
Harris menahan nafas. Menikmati sapuan bibirnya yang mengecap rasa manis bibir Keara. Impulsnya yang semula hanya ingin mengecup singkat bibir gadisnya ini karena tersanjung dengan perkataan Keara. Namun Ia terbuai setelah mereguk nikmat yang baru pertama ia rasakan. Hingga ia tidak bisa berhenti mencumbui gadis itu lebih dalam dan lebih lama.
Harris menelusuri bibir Keara, menikmati bibir manis gadis itu. Meski tanpa balasan dari Keara, sama sekali tidak mengurangi sensasi candu yang ia rasakan. Sampai sebuah gerakan dorongan lemah di dadanya membuat ia terpaksa berhenti.
"Eehhmmpp Mass....." Keara mendorong lemah dada Harris. Nafasnya mulai tersengal. Wajahnya sudah merah padam. Malu. Campur deg-degan luar biasa.
"Aku mencintaimu, K... Sangat mencintaimu."
Harris menjatuhkan kepalanya di bahu Keara. Membenamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu. Tangannya erat mendekap gadis mungil yang terasa sangat kaku dan canggung menerima perlakuannya.
Keara diam mematung. Dia merasa lututnya gemetaran dan tubuhnya sangat lemas. Tetapi lelaki besar ini justru sampai melengkungkan punggungnya demi bisa bersandar di bahu Keara, yang tinggi badannya memang lebih pendek dari Harris.
Perlahan, Keara mengangkat tangannya dan meletakkannya di atas punggung Harris.
"M-maaf, mas.. Aku belum yakin dengan perasaanku.."
"Tidak apa-apa, K.. Jangan dipaksakan." sahut Harris tanpa mengendurkan pelukannya. Ia menghirup aroma tubuh Keara dan mulai menikmatinya.
"Aku hanya minta tetaplah bersamaku. Tidak peduli bagaimana masa laluku dan orang-orang di sekitarmu memintamu pergi, tetaplah percaya padaku dan berada di sampingku. Aku mohon.."
Tanpa kata, Keara hanya mengangguk. Ia tahu Harris pasti bisa merasakan anggukannya.
"Janji?"
"Hm.."
"Bisa kupegang janjimu?"
__ADS_1
"Hemm..."
"Hamm Hemm.. Hamm hemmm.. Yang bener kalau jawab." sergah Harris. Dia memiringkan kepalanya agar bisa melihat wajah Keara. Dan senyumnya langsung terukir begitu melihat wajah gadis cantik itu memerah sempurna. Dari wajah Keara pula kecanggungan jelas tergurat.
Keara melirik Harris yang masih nyaman memeluknya. Menggesekkan hidung di leher Keara. Membuat tubuhnya meremang. Dan saat ini sedang menengadah memandang wajahnya. Keara yang begitu lemas dan tidak bisa menetralisir detak jantungnya, seakan sedang berperang melawan akal sehat dan perasaannya sendiri.
"Lepasin dulu.. Mas Harris berat."
Harris refleks berdiri dari posisi merubuhkan raganya di bahu kecil Keara. Ia sampai terkekeh begitu sadar Keara kelelahan menahan berat tubuhnya. Bahkan Keara sampai membungkuk dengan bertumpu di lutut segera setelah Harris bangkit.
"Hehee.. Maaf, K.. Tapi itu juga karena tubuhmu terlalu kurus kering.." seru Harris sambil terkekeh senang.
Keara melirik Harris dengan sinis. Masih dengan posisi seperti sedang rukuk. Wajahnya memerah dan ia masih sibuk mengatur nafasnya yang masih tersengal.
'Gunung es gak jelas! Dikira aku lemes begini gara-gara badanku yang kurus? Gak sadar dia jantungku berasa udah turun ke lambung gegara dia tiba-tiba nyium bibirku.. Duuh, mana lututku masih gemeteran.. Haduuh malu banget.... Bisa pakai jurus ngilang mendadak gak siihh..? Malu. Malu. Maluuu..' batin Keara.
Harris meraih jemari Keara. Hingga gadis itu terpaksa harus berdiri tegak dan menahan lututnya yang masih gemetar. Harris menciumi jemari lentik dan mungil itu dengan lembut dan penuh perasaan. Seakan sedang menyalurkan luapan hasrat yang terputus karena aktivitas ciumannya tadi yang harus berhenti.
"Maaf, K.. Maaf aku sudah lancang menciummu. Aku hanya sudah tidak tahan lagi. Kata-katamu tadi benar-benar membuatku tenang dan semakin menyadari kalau aku sangat mencintaimu dan tidak mau kehilanganmu.."
Keara tidak merespon. Dia semakin kelimpungan menahan gejolak dari dalam dirinya. Berharap ini semua hanya mimpi. Mimpi yang indah.
Keara merasa ada yang mencekat di tenggorokannya. Sampai ia merasa begitu kesulitan membalas perkataan Harris. Ia pun sulit mengendalikan detak jantungnya. Ia masih merasa semua ini tidak nyata. Tapi dia tidak menampik kalau dia menyukai setiap ucapan yang terlontar dan perlakuan manis Harris terhadapnya.
Semua yang Harris lakukan membuatnya terlena dan merasa sangat dicintai. Ia begitu bahagia. Meskipun masih meragukan apakah ia juga sama mencintai Harris?
"Mana gadis cerewetku yang biasanya banyak bicara? Kenapa sekarang mendadak jadi pendiam?"
Keara yang salah tingkah, bermaksud ingin beranjak dari hadapan Harris. Desiran dalam darahnya makin memanas jika terus bersitatap dengan lelaki ini. Tapi apa daya, dengan sekali tangkapan Keara pun tak bisa lagi bergerak. Lengan kekar Harris melingkari pinggangnya.
"Sudah kubilang jangan pergi..." sergah Harris dengan suara parau. Yang entah kenapa terdengar begitu seksi di telinga Keara.
'Dih, geli banget K... Kayak bucin aja. BIG NO!' jerit batin Keara.
"Ehmm aku...."
"Apa, hm?" goda Harris. Ia tau betul Keara sedang salah tingkah saat ini.
__ADS_1
"You know? You've stole my really first kiss.."
"You stole.. you stole.... Siapa juga yang nyuri..? Situ sendiri yang nyosor duluan..." gumam Keara dengan wajah merengut dan tidak berani menatap Harris.
"Hahahaaa..." Harris tergelak.
"Oke.. Oke.. Aku ralat."
"You've got my first kiss, K.."
"Terserah..." Keara memalingkan wajahnya. Ia sadar mukanya saat ini pasti sudah merah padam. Ia bisa merasa pipinya makin memanas setelah mendengar pengakuan Harris.
"Dih.. Mukanya jangan merah gitu dong K.. Bikin gemes pengen cium lagi..." Harris sudah memajukan wajahnya. Siap menerkam bibir ranum alami di depannya. Bagaimana tidak alami? Lipstik warna soft yang tadi dikenakan Keara, kini sudah pudar karena ulah Harris.
Happ!!
Keara membungkam mulut Harris dengan kedua tangannya. Tepat sebelum bibir lelaki itu menyentuh bibirnya.
"Awas kalau berani!" ketusnya.
Dan Harris tergelak makin lebar.
...----------------...
...----------------...
Segini aja dulu yaa kaka-kakaa..
Mas Harrisnya pengen nyosor lagi, tapi K masih malu-malu.
Kali aja kalau dapet vote hari senin dari para reader kesayangan, K dan mas Harris makin sweet lagii..
Hihiii... Kalau ini sih Othornya yang ngareeepp..
Selamat Hari Senin.. Semangaat buat yang masih kerja di minggu akhir tahun.. Semangat jugaa buat mamak-mamak yang cuciannya masih numpuk, tapi anak ngajak main teroos.. Hehee 😍💪🤗
🌹 Happy reading
__ADS_1
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih