Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Mendadak Bodoh


__ADS_3

"Mas... Mas Harris.. Mass..." dengan sangat hati-hati Keara menyentuh lengan Harris. Harris hanya mengerang, namun tidak kunjung membuka matanya.


"Mas Harris... Bangun, mas..." kali ini Keara memberanikan diri mengguncang tubuh Harris. Sudah cukup lama ia memanggil-manggil nama lelaki itu, berniat ingin membangunkan dari tidur lelap nya.


Melihat wajah kelelahan Harris, ia juga tidak tega sebenarnya. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Dan di depan sana, sekretaris Harris sudah kebingungan karena sebentar lagi rapat akan dimulai, sedangkan dia tidak berani membangunkan Harris.


"Bangun, mas.. Ini sudah pagi.. Kenapa tidur di kantor sih..? Kayak gak punya rumah aja... Maasss..." karena kesal, K mengguncang tubuh Harris lebih kuat.


"Mass.. kok malah senyum-senyum sih.. Bukannya bangun.. Iihh ngeselin.. Gak pas bangun, gak pas tidur, ngeselin mulu mukanya..." Keara tertawa kecil. Merasa lucu sendiri dengan omelan yang ia tujukan pada orang tidur.


"Ini lagi.... Orang tidur susah banget dibanguninnya.. Dipanggil dari tadi bukannya bangun malah senyaaam senyuum.. Dih, pasti mimpi jorok nih orang.."


Karena lelah dan kesal sendiri, Keara duduk di tepi sofa. Mendesak tubuh Harris yang masih lelap dibuai mimpi. Satu lengannya ia sandarkan di sandaran sofa, sedangkan satu lengan yang lain ia tumpukan di atas pahanya sendiri. Tubuhnya condong ke depan. Menatap lekat-lekat wajah Harris yang sedang terlelap. Menelusuri garis ketampanan lelaki itu dari jarak dekat.


Ini bukan pertama kali Ia melihat Harris tidur. Tapi ketampanan dan wajah polos lelaki ini saat terlelap selalu mampu menyihir Keara. Jantungnya berdebar hebat dan desiran hangat mengaliri darahnya. Ia sungguh tak ingin berspekulasi apa-apa. Bukankah terlalu cepat menyimpulkan kalau perasaan ini adalah rasa suka dan sayang?


'Mungkin karena mas Harris ganteng aja aku jadi deg-degan.. Palingan juga kalau aku lihat Lee Min Ho atau Ji Chang Wook lagi tidur dari jarak sedekat ini, pasti aku deg-degan juga. Bahkan gak cuma deg-degan, Jantung aku udah pindah ke dengkul kalii.. Hehee...' gumam Keara dalam hati.


"Mas Harriissss.... Banguun.." Keara tidak menyerah. Ia kembali membangunkan Harris. Kali ini ia menepuk-nepuk pipi Harris. "Mas.. Mass Harriis..."


*Happp!!


Harris menangkap sesuatu yang menempel di wajahnya. Kesadarannya berangsur pulih. Netranya memicing demi menangkap bayang orang yang menepuk pipinya. Ia melihat sosok gadis cantik yang memenuhi otaknya sejak kemarin.


'Kenapa mimpiku seperti nyata..? Bahkan dalam lelapku dari tadi aku mendengar begitu jelas suara gadis ini terus memanggilku. Apa aku sudah gila? Aku terus memikirkan gadis ini sampai dalam tidur pun aku terus melihatnya..' monolog hati Harris.


Alangkah terkejutnya Keara saat tangannya ditangkap dan digenggam dengan erat. Namun, saat Harris tidak cepat memberi respon, Keara sadar kalau Harris belum benar-benar 'sadar' telah kembali dari alam mimpi.


"Mas Harriiisss..!!!" Keara mencubit pipi Harris dengan satu tangannya yang bebas. Sampai lelaki itu meringis kesakitan.


"Aaaaawwhhh....." Harris terperanjat. Ia mengusap pipinya dan membuka matanya dengan paksa. Menarik sepenuhnya kesadaran dan kewarasannya.


"K.. K-keara?" Harris mengerjap beberapa kali. Ia bahkan mengedarkan pandangannya.


'Aku ketiduran di kantor? Dan Keara ada di sini? Kok bisa?? Apa ini nyata?' gumam hatinya, karena merasa situasi saat ini sangat membingungkannya.

__ADS_1


"Mas Harriiiiss..." Keara kembali harus setengah berteriak demi menyadarkan Harris yang kini tengah melamun. Dia kini menangkup kedua pipi Harris dan mengguncangkannya ke kanan dan kiri.


"K...." lirih Harris. Keningnya masih berkerut.


"Bangun, mas.." Keara beringsut sedikit maju dari posisi duduknya semula. Lebih mendekat pada Harris. "Mas Harris habis begadang kemarin? Sampai ketiduran di sofa kantor.. Mana susah banget lagi banguninnyaa..."


"Ka-kamu.. kok disini, K?" tanya Harris dengan sedikit terbata.


"Kenapa? Aku ganggu yaa? Mas Harris lagi sibuk yaa? Aku cuma sebentar aja kok mas.. Janji gak akan lama-lamaa.. Aku cuma....." rentetan ocehan Keara seperti oase sejuk untuk jiwa sepi Harris.


Harris mulai tersenyum. Kesadarannya telah pulih seratus persen. Bahkan berkali-kali lipat lebih sadar. Gadis cerewetnya ini benar-benar nyata. Dia tidak bermimpi. Apa lagi berhalusinasi.


"Enggak.. Enggak, K.. Sama sekali gak ganggu. Aku sudah bilang kan.. Kamu bebas kesini kapanpun yang kamu mau.." jawab Harris dengan senyum yang tak pudar.


"Aku cuma masih bingung.. Ehmm.. Jam brapa sekarang?" Harris terlihat celingukan mencari ponselnya.


"Jam delapan lewat." sahut Keara. "Tadi waktu aku dateng, sekretaris mas Harris bilang kalau mas mau ada meeting jam delapan, tapi mas Harrisnya masih tidur.. Jadi aku bilang aja, aku bantu bangunin.."


Harris menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Demi meredam kecanggungan. "Aku ketiduran..." ucapnya gamang.


"Kenapa? Sibuk banget ya mas? Sampe dibelain nginep kantor... Kayak gak punya rumah aja..." cibir Keara.


"Kamu.... Ehmm.. Aku mandi dulu yaa.. Kamu tunggu dulu di sini." ucap Harris canggung.


"Eh.. bentar mas. Aku cuma bentar aja kok.. Setelah itu, Mas mandi dan meeting.. Ini sudah lebih dari jam delapan."


"Tunggu." Harris bangkit dari duduknya dan mendekati meja kerjanya. Menyambar gagang telepon dan menekan beberapa nomor.


"Tia, reschedule meeting hari ini." perintah Harris pada sekretarisnya.


"Tapi Pak, semua orang sudah berkumpul di ruang meeting.. Aswin juga sudah membuka rapatnya." ujar Tiara lemah. Membatalkan rapat di detik terakhir sama sekali bukan kebiasaan Harris.


"Kalau gitu kamu dan Aswin saja yang mewakili saya.." perintah Harris. "Satu lagi. Kosongkan jadwal saya hari ini. Saya sedang tidak ingin bekerja."


Sebelum Tiara sempat menjawab, Harris sudah lebih dulu menutup teleponnya.

__ADS_1


"Sudah. Aku tidak ada schedule apapun hari ini. I am free.." ujar Harris seraya berjalan mendekati Keara.


"Ha? Kok bisa?" tanya K heran.


Harris tidak menjawab. Hanya mengusap puncak kepala Keara sambil mendudukkan raganya di samping Keara.


"Iiissh..." tepis Keara. "Pasti mas Harris semena- mena lagi nih sama karyawannya..."


"Enggak dong.." sahut Harris dengan menyeringai.


"Sekarang, katakan. Apa yang membawamu kesini sepagi ini? Padahal kemarin seharian kamu tidak menghubungiku sama sekali.."


"Eeh... justru karena itu aku datang ke kantor mas Harris. Ada yang mau aku omongin.. Tapi aku tuh bingung gimana caranya hubungin mas Harris.."


Harris mengernyit.


Keara mengeluarkan ponsel barunya. "Hape aku baru nih.. Gak ada nomor mas Harris di sini.."


Keara dibuat bingung dengan reaksi Harris yang langsung menunduk dalam-dalam. Tapi dari guncangan bahu lelaki itu, K yakin Harris sedang tertawa. Tawa tanpa suara.


"Kok ketawa sih? Mas.. Apanya yang lucu..?" Keara mengayun-ayunkan lengan Harris, dan sebelah tangannya yang lain berusaha mengangkat wajah lelaki itu. Demi mencari jawaban atas rasa penasarannya.


"Iiihh.. ngetawain aku yaa?? Ngaku deh..",


"Enggak.. Enggak...." Jawab Harris di sela-sela tawanya.


'Goblok.. Dasar goblokk!! Apa cinta memang bisa bikin orang mendadak jadi bodoh begini ya?? Gimana bisa seharian kemarin aku udah berpikir yang bukan-bukan. Bahkan aku mikir kalau gadis cerewet ini sudah meninggalkanku. Ternyata aku belum memasukkan nomor ponselku ke HP barunya. Hahaaa.. Harris, tololnya kauu!!' Harris merutuki dirinya sendiri dalam hati.


Harris masih tertawa tanpa suara. Hanya hatinya yang bergemuruh. Betapa ia sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan gadis kesayangannya ini.. Tapi juga lucu mengingat kegalauan tak berdasar yang menggerogoti kewarasannya kemarin.


...----------------...


...----------------...


🌹 Happy reading

__ADS_1


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih


__ADS_2