
Sementara itu di tempat lain, Martha pun terlihat sangat geram. Ia marah dan merasa terhina oleh gadis yang bagi Martha 'tidak ada apa-apanya' itu. Dia memukuli dashboard mobil yang ia tumpangi dengan kepalan tangannya sambil mulutnya terus melontarkan umpatan kotor yang jelas ditujukan pada Keara.
"Aku pastikan. Aku akan buat wanita kecil sialan itu diusir sendiri oleh Harris."
"Dia akan dilemparkan kembali ke gubuk kotor tempat asalnya."
"Jangan panggil namaku Martha kalau tidak bisa membalas penghinaannya."
"Dia berani sekali melotot padaku. Dia pikir siapa dia?!"
Seorang pria yang duduk di samping Martha terus terkekeh mendengar kekesalan wanita tua itu. Dia tidak keberatan sedikitpun mobilnya dijadikan sasaran tinju padahal tak bersalah sama sekali.
"Kenapa kau malah tertawa-tawa, Dave..? Apa kau tidak marah wanita itu tadi lancang sekali berani menghinamu.."
Dave. Atau yang memiliki nama lengkap David Soehandoko, putra pewaris Handoko Building corp., menggeleng kuat. "Aku tidak bisa marah dengan wanita cantik.."
"Ciihh.. apanya yang cantik.. Body kurus pendek begitu.." decih Martha. Hatinya semakin panas.
"Justru itu, dia sangat menggemaskan.. Tubuhnya mungil, tapi dadanya padat berisi. Aah, sayang sekali tadi aku hanya melihatnya sekilas.. Dia sudah buru-buru nyebur lagi ke air.." Dave memukul kemudinya sebagai luapan kekesalannya. Hanya membayangkan penampilan Keara tadi, sudah bisa membangkitkan gairah se*x nya. 'Sia*lann!!'
"Are you kidding, Dave?" Martha memicing keheranan. Selama ini yang dia tau wanita mainan Dave adalah wanita-wanita cantik dari kelas atas. Seperti Model, artis, pengusaha wanita, sudah banyak dari mereka yang menjadi mainan Dave.
__ADS_1
Bisa dibilang selera Dave adalah wanita bergaya glamour. Bukan ja*lang norak, kampungan dan pelac*ur murahan. Tapi wanita-wanita kaya yang kesepian seperti Martha, akan dengan senang hati melemparkan diri kepada Dave. Mengingat dirinya sudah menjanda lebih dari setahun lamanya.
Bersama Dave, bukan hanya kepuasan se*ks yang didapat, tapi juga materi. Dave yang terkenal royal pada wanita membuat Martha rela melakukan apapun yang Dave mau asal bisa terus bersama pria muda ini.
Martha sangat berang mendengar baru saja Dave memuji Keara. Di mata Martha, Keara tak lebih dari sekedar gadis kampungan yang jauh dari standarisasi kaum sosialita seperti dirinya. Pujian Dave pada Keara tadi jelas mengoyak harga diri seorang Martha.
"No.. I am serious. Sekarang aku menyesal sudah membuatnya marah seperti tadi. Itu akan membuatku kesulitan mendekatinya di lain kesempatan.."
"Wanita itu sama sekali bukan levelmu, Dave.. I known you so well.. Dia hanya wanita kampung yang kebetulan sedang beruntung."
Mobil yang dikendarai Dave memasuki basemen sebuah gedung perkantoran. Setelah berputar sebentar, pria itu menemukan tempat parkir kosong untuk mobilnya.
"Khawatirkan dirimu sendiri tante.. Kamu sudah menghina seorang nyonya Risjad. Bersiaplah dilempar ke jalanan oleh Harris Risjad. Hahahahaa..."
Wanita berumur itu melepas seatbelt, lantas mendekatkan raganya pada lengan kiri Dave. Jemarinya mengusap lembut dada berbulu lelaki itu. "I still have you, baby..."
Dave menangkap lengan Martha. "Aku tidak suka menampung wanita. You know it." ucapnya dingin, lalu sedetik kemudian terkekeh geli karena melihat ekspresi masam Martha.
"Aku sudah memberimu banyak uang.. Kau bisa pakai untuk menyewa tempat tinggal. Jangan serakah, tante..."
Martha hanya mendecih seraya menjauhkan raganya dari pria itu karena tak kunjung mendapat respon.
__ADS_1
"Sekarang cepat turun. Aku masih banyak urusan." ujar Dave.
"Baiklah, baby.. Nanti malam kita jadi bertemu di apartmentmu kan..?"
"No, tan.. Aku berubah pikiran. Aku ingin mencari wanita lain bertubuh mungil. Sepertinya aku jarang bermain-main dengan wanita berpostur seperti itu. Hahahahaa.."
Lagi-lagi Martha mendengus kesal.
"Hahaa.. Sorry, Tante Martha sayang.. Kamu bisa menghubungi gi*golo langgananmu biasanya." Dave menyeringai licik. "Ingat, tante.. Kamu sudah janji akan membantuku memenangkan tender perusahaan Harris. Jadi lakukan apapun agar kamu tidak sampai diusir dari rumah itu."
Martha keluar dari mobil Dave dengan menghetakkan kakinya kesal. Dia merasa marah mengingat ucapan terakhir Dave. Dia dan Dave memang sudah punya kesepakatan untuk membantu Dave memenangkan tender perusahaan e-commerce Harris. Dan Martha akan mendapat imbalan yang besar.
Dia yang sudah sangat marah pada Keara, harus rela tunduk dan memelas meminta maaf pada nyonya kecil itu demi kelangsungan hidup dan aliran pundi-pundi hartanya. Menyebalkan.
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih
__ADS_1
...----------------...