Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Berubah Pikiran


__ADS_3

๐ŸŒนKantor Harris


"Kok ketawa sih? Mas.. Apanya yang lucu sih..?" Keara mengayun-ayunkan lengan Harris, dan sebelah tangannya yang lain berusaha mengangkat wajah lelaki itu. Demi mencari jawaban atas rasa penasarannya.


"Iiihh.. ngetawain aku yaa?? Ngaku deh..",


"Enggak.. Enggak...." Jawab Harris di sela-sela tawanya.


"Iiiihh.. Apaan siih, maas? Ketawanya gitu amat.. Kenapa sih maass..?" Keara masih merajuk. Tidak puas dengan jawaban Harris.


Harris berusaha menghentikan tawanya. Ia menyentuh pipi gadis itu dengan sebelah tangannya. "Gak apa-apa, K.. Sungguh."


Keara mencebik kesal. "Hemm.. Bohong."


"Tau gak sih, mas Harris hari ini tuh aneh banget.. Udah tidurnya senyum-senyum, sekarang pas udah bangun juga senyum-senyum sendiri.. Malah ketawa -tawa. Hemm.. Mencurigakan."


Harris selalu bisa menikmati momen saat Keara sudah mulai banyak bicara. Harris bersandar santai di sofa sambil bersedekap. "Oh ya?"


"Iyaaa.. Masa tadi aku bangunin, aku panggil- panggil, aku goyang-goyangin badannya.. Malah senyam senyum gak jelas.. Bukannya bangun.. Pasti tadi lagi asik-asiknya mimpi jorok yaa?" Tuduh Keara seraya mengarahkan telunjuknya di depan hidung Harris.


"Wahahahhaaa..." Harris tergelak. Ia bahkan merasa tadi sedang bermimpi. Ketika mendengar suara Keara memanggilnya. Itulah yang membuatnya tersenyum. Karena merasa sedang bermimpi indah. Tapi nyatanya, gadis ini benar-benar mendatanginya dan memanggil namanya.


"Tuh kaaan.. Malah ketawa.. Iiiihh.. Mas Harris jorok iiihh.." ledek Keara. Yang diledek makin lebar ketawanya..


"Iiihh.. buruan sana mandi, mas.. Tuh abis mimpi jorok begitu.."


"Siapa yang abis mimpi jorok siih.. Kamu tuh yang isi kepalanya kotor terus..." Harris meraup wajah Keara dengan gemas.


"Udah ah.. Aku mandi dulu. Setelah itu kita ngobrol lagi, oke? Kamu tunggu aku di sini, hm?"


"Iya..."


"Atau kamu mau mandi juga? Buat membasuh pikiran-pikiran jorok di dalam sini?" Harris mengacak rambut Keara.


Keara mendelik kesal. Dengan segenap kekuatannya ia mendorong raga Harris agar lekas menjauh darinya. "Udah sanaa.. Buruan mandi! Iisshhh...!!"


Harris melenggang ke kamar mandi di dalam ruang kerjanya dengan gelak tawa. Yang sangat langka terdengar di kantor.


Keara menunggu selama sepuluh menit. Sampai Harris keluar dengan kemeja putih yang lengannya digulung sampai siku dan celana berbahan twill, membuat tampilannya casual dan..... ganteng.


Lelaki itu langsung duduk di sofa, tepat di samping Keara. "Kita lanjutkan pembicaraan tadi.. Ada apa kamu kesini, K?"


Keara tertegun sejenak. Ia seperti tersihir melihat ketampanan Harris. Aroma shower gel maskulin menguar memenuhi indera penciumannya. Nafas Harris beraroma mint segar, terasa begitu menyegarkan. Harris yang duduk dengan kepala yang condong ke depan, bermaksud ingin bicara dari jarak dekat dengan Keara, malah membuat konsentrasi gadis itu terpecah.


"Heeyy.. Kamu kenapa, K?"


"Eh? Emmm.. Enggak.. Enggak apa-apa.." jawab Keara tergeragap. Ia berusaha menetralkan debaran jantungnya. Ditatap sedemikian rupa oleh Harris ternyata membuat degup jantungnya tidak baik-baik saja.


"Ehmm.. Gini, Mas.. Aku mau ngomong kalau aku berubah pikiran."

__ADS_1


Harris mengangkat alisnya.


"Aku gak mau kerja disini lewat jalur instan. Aku mau ikut proses recruitment seperti karyawan yang lain. Aku gak mau asal masuk dan kerja disini karena ada koneksi dengan Mas Harris. Nantinya akan ada kecemburuan antara aku dan staf yang lain.. Aku gak mau begitu.." terang Keara.


Harris terlihat berpikir sejenak. Kemudian dia mengangguk- angguk pelan. "Kalau begitu aku juga berubah pikiran."


"Heh?"


"Kamu tidak akan aku pekerjakan di kantor ini sebagai staf keuangan. Tapi sebagai asisten pribadiku."


"Tapi kan mas sudah....."


"Aku butuh dua orang asisten." sela Harris. Ia paham betul, gadis cerewetnya ini pasti akan banyak protes.


"Bukannya tetep harus melalui proses recruitment juga..." ucap K ragu-ragu.


"Gak perlu. Aku bossnya. Suka-suka aku mau angkat asisten siapa aja.."


Keara sudah akan membuka mulutnya untuk memprotes sikap seenaknya sendiri Harris.


"Kerjaan kamu cukup di sini. Menemaniku. Menyiapkan apa saja keperluanku. Mengerjakan perintahku. Dan ikut aku meeting kemanapun yang diperlukan. Meskipun ke luar kota atau keluar negeri. Kamu harus selalu mendampingiku. Gimana? Deal? Besok kamu sudah bisa mulai kerja."


"Eehh.. tunggu dulu. Siapa yang setuju? Maen mulai kerja ajaa...." seloroh Keara.


"Selalu mendampingi... selalu menemani... Itu kerja jadi asisten apa jadi istri....." gumam Keara lirih.


"Enggak.. Gak apa-apa.."


"Berarti deal?"


"Tunggu. Aku pikirin dulu...."


"Jangan kelamaan mikir. Kamu sudah gak punya kerjaan sekarang. Mau nganggur di rumah?"


Keara mengernyit. Sebal juga dengan 'paksaan' Harris yang memberinya pekerjaan aneh.


'Apa kerjaan asisten memang begitu? Mas Arman kan juga asistennya Pak Daniel. Kalau pak Daniel lembur ikutan lembur, kalau pak Daniel meeting, ikutan meeting.. Artinya kerjaan asisten emang mendampingi bosnya. Ya kaan..? Tapi... yang ini kenapa berasa ada yang ganjil gitu... Kayak...'


"Mikirnya lama amat.. Udah kayak diajak nikah.."


"Hih.. Sabar laah.. Kalau diajak nikah mah bukan dipikirin, tapi di-Istikharah-in..." jawab Keara asal. Tidak mengerti jantung Harris sudah berdegup kencang mendengarnya saja.


"Aku kasih waktu sampai besok." tukas Harris. Dan langsung diiyakan oleh Keara dengan mengacungkan jempolnya mantap.


"Kalau begitu, aku pulang ya mas.. Mas Harris bisa lanjut kerja." ujar Keara dengan langsung beranjak dan berjalan ke tengah ruangan.


Harris masih tertegun di sofa. Kemudian bergegas berdiri menyusul Keara.


"Oh iya, aku belum dapat nomor hp mas Harris.." gadis itu mendadak berbalik badan seraya menyodorkan ponselnya.

__ADS_1


Harris yang terkejut segera menangkap ponsel Keara. Lalu menyimpannya di atas meja kerjanya.


"Loh kok ditaruh sana..?"


"Aku mau bicara dulu." Harris menghentikan protes Keara.


"Ehmm.. K.. Aku mau tanya.. Apa kamu sudah mencari tau tentang Alfariz Risjad?"


Keara bergeming. Ia terlihat berpikir sejenak sebelum menjawab. "Belum." jawabnya.


"Aku mau dengar langsung dari mas Harris aja. Bukannya mas Harris janji mau nyeritain sendiri ke aku..?"


'Maaf, mas.. Aku berbohong. Aku sudah membaca semua artikel itu. Tapi aku gak mau kamu merasa rendah diri kalau aku bilang aku sudah mencari tau. Aku yakin tidak semua berita di artikel itu seratus persen benar. Aku juga ingin mendengar ceritanya versi mas Harris sendiri.. Bukan hanya versi media..' batin Keara.


"Aku berubah pikiran, K." lugas Harris.


"Jangan mencari tau apapun tentang masa laluku.."


Keara mengerutkan keningnya. "Aku tidak mencari tau karena mas janji mau cerita sendiri...." ucapnya dengan nada lirih.


"Enggak K.. Aku gak siap kamu tau dan akan menghindariku.. Masa laluku bukan hal yang mudah untuk diterima orang lain.. Aku..."


Keara menahan Harris yang hendak melangkah. Kedua tangannya mencekal lengan Harris, hingga lelaki itu tidak bisa bergerak.


"Aku yakin mas Harris bukan orang jahat. Mas Rizky sangat memahami dan mengerti mas Harris. Itu artinya mas Harris bukan orang jahat. Aku yakin aku bisa menerima bagaimanapun masa lalu mas Harris.."


"Aku juga gak maksa mas Harris untuk bercerita sekarang. Mungkin saat ini mas Harris belum bisa percaya padaku. Mungkin juga mas Harris belum siap membuka luka lama.."


"Aku gak keberatan. Asalkan jangan pernah berpikir aku akan meninggalkan mas Harris karena tidak bisa menerima masa lalu....."


Harris menatap nanar gadis di depannya. Gadis yang bisa mencairkan kebekuan hatinya. Menyembuhkan lukanya. Dan meramaikan hari-harinya yang selalu sepi. Tanpa berkata, kedua belah tangannya menangkup pipi gadis mungil itu. Hingga Keara tidak bisa menuntaskan kalimatnya.


"Lalu, apa kau juga bisa menerima ini?"


*Cup


Tanpa menunggu jawaban Keara, ia mendekatkan wajahnya. Mengecup bibir gadis itu. Dalam dan lama.


Harris merasa menemukan harapan baru. Keinginan dan mimpi baru. Ia ingin mereguk kebahagiaan bersama orang yang dicintai. Ia tidak ingin kesepian lagi.


...----------------...


...----------------...


๐ŸŒน Happy reading


๐ŸŒน jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru ๐Ÿ˜‰


๐ŸŒน klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih

__ADS_1


__ADS_2