
*Braaakk
Sebuah benda pipih berukuran enam setengah inci itu membentur dinding hingga terpental. Membuat wujudnya retak mengenaskan. Benda yang biasanya sangat pintar itu jelas tak lagi bisa berfungsi normal setelah sengaja dilempar oleh sang empunya.
"Ponselmu gak salah apa-apa, Dave.." cicit Martha seraya bergeleng kepala melihat kelakuan lelaki yang hari ini begitu berantakan karena sisa mabuk semalam.
Edo, asisten Dave yang juga sedang berada di ruangan itu pun menelan ludah dan menahan nafas sepersekian detik melihat Dave yang mengacak-acak rambut usai melempar ponsel canggih keluaran terbaru itu. Edo bisa menebak apa isinya. Ia tahu, bosnya yang sedang terobsesi pada seorang wanita itu baru saja mendapatkan pesan dari orang suruhan yang ditugaskan memata-matai Keara.
"Do, kamu ini memperkerjakan orang bodoh??" geram David seraya melayangkan telunjuknya pada Edo. Orang yang menugaskan lelaki bayaran langganan Martha. Alex.
"T-tidak, bos." sahut Edo. "Memangnya pesan apa yang dikirimkan Alex pada bos??"
"Kamu lihat sendiri saja kalau mau tau." bentak David. Telunjuknya mengarah pada smartphone yang tergolek di lantai, yang sudah retak dan layarnya mati.
Edo diam bergeming. Dia tidak sekepo itu sampai ingin memungut ponsel yang sudah tidak bernyawa itu. Dia hanya sedikit penasaran kenapa bosnya bisa marah dan membanting ponsel.
"Memangnya apa yang dikirim Alex padamu, Dave?" kali ini Martha yang bertanya.
"Si bodoh itu mengirim foto-foto mesra wanitaku dengan suaminya." jawab Dave tanpa melihat Martha dan Edo. Matanya nyalang menatap ke arah luar gedung dari jendela besar yang ada di depannya.
"Bukannya memang itu perintahmu?" tanya Martha lagi dengan kening mengerut.
"IYA TAPI BUKAN FOTO BERCIUMAN DAN BERPELUKAN MESRA DENGAN HARRIS!!"
Edo menahan tawanya. Sungguh gila bossnya ini. Obsesi yang merajai pikirannya mulai tidak wajar. Apa salahnya bermesraan dengan suami sendiri? Lagi pula Alex ini kenapa bodoh sekali. Menguntit sih menguntit. Tapi kenapa harus foto mesra yang dikirim untuk dijadikan laporan. Cari mati sepertinya.
__ADS_1
David memang sering bergonta ganti pacar. Mulai dari yang perawan, janda, sampai wanita bersuami. Tidak seorangpun wanita yang menolak pesona David. Meski tidak bisa dibilang sangat tampan, tapi jiwa casanova Dave jadi daya tarik kuat untuk para wanita itu.
Terkecuali Keara.
Hal itu pulalah yang membuat Dave frustasi. Sampai sangat terobsesi ingin menjerat istri Harris Risjad itu. Dia sangat angkuh hingga tidak bisa terima kalau Keara tidak menunjukkan perasaan suka saat melihatnya.
"Mungkin mereka berpelukan dan berciuman sepanjang jalan dan setiap detik. Jadi hanya foto itu yang bisa diambil Alex." sahut Martha. Ada nada mengejek yang terselip di ucapannya.
"Breng*sekk! Kalian malah menertawakanku." Dave melengos. Moodnya yang sudah buruk sejak pagi menjadi semakin memburuk. Dia memijat pelipisnya yang terasa pening.
"Lagi pula wanita itu sepertinya sedang hamil, bos." ragu-ragu Edo membuka mulutnya, ia ingin sekali menyadarkan kegilaan Dave.
"Aku tidak peduli."
Martha mendekati kursi hitam besar yang diduduki Dave. Dengan impulsif wanita setengah baya itu duduk di atas paha Dave seraya mengusap dada lelaki itu dengan gerakan sensual.
Lama-lama Martha jengah juga. Karena semenjak mengincar Keara, Dave tidak pernah lagi menjamahnya. Membuat Martha selalu mengandalkan Alex untuk memuaskan has*ratnya. Tapi perbedaan yang sangat kentara, kalau dengan Dave dia akan dibayar. Tapi dengan Alex, dialah yang harus membayar. Lelaki itu hanya gigolo rendahan yang mau melakukan s*ex jika menerima bayaran setimpal.
"Memangnya apa yang kalian berdua lakukan? Kenapa sepertinya sulit sekali mengabulkan keinginanku??" celetuk Dave dengan nada gusar. Ia bahkan sedikit mendorong agar Martha menjauh dari raganya.
Edo hanya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, sebab tidak tau harus menjawab apa pada pertanyaan Dave. Dia menatap Martha untuk mencari dukungan. Agar wanita tua itu saja yang memikirkan cara licik untuk mendapatkan wanita.
"Kalian itu bisu atau tuli??" hardik Dave lagi. Sudah setengah menit ia menunggu, tapi tak kunjung mendapat jawaban atas pertanyaannya.
"Apa kau serius ingin merebut wanita itu dari sisi Harris Risjad? Apa kau ingin menikahi wanita itu? Atau hanya ingin bersenang-senang sementara saja sampai kau bosan?" Martha merentet banyak pertanyaan. Ia pikir perlu untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil.
__ADS_1
"Entahlah." Dave mengendikkan bahu. "Akan kupikirkan setelah mendapatkan si cantik itu."
"Tolong jangan begini, bos. Pak Handoko, ayah bos David, mulai memantau pekerjaan anda. Dia curiga setelah tau proyek kerja sama dengan perusahaan Bima Sakti terbengkalai cukup lama." tutur Edo.
Dave menghembuskan nafas kasar. "Karena itu, kalian kerja yang becus. Dapatkan wanitaku bagaimanapun caranya. Agar aku bisa bekerja dengan baik dan lancar."
Suasana mendadak hening. Dave menatap Edo dan Martha secara bergantian seolah sedang menunggu jawab. Kedua orang yang selalu ia suruh-suruh itu tampak berpikir keras. Meskipun kenyataannya, hanya Martha yang berpikir. Sedangkan Edo malas memikirkan sesuatu yang tak penting baginya itu.
"Bagaimana kalau kita manfaatkan Bapaknya Keara??" celetuk Martha yang baru saja dikirimkan secercah ide cemerlang dari langit.
Dave memajukan tubuhnya, mendengarkan dengan antusias.
"Pria tua itu mata duitan dan sama sekali tidak menyayangi putrinya. Bahkan untuk menikahkan Keara saja dia minta bayaran berupa tunjangan bulanan seratus juta sebulan. Gila kan??" Martha mengangkat alis kemudian berdecak mengingat sifat Pak Suryo.
"Dari mana kau tau?"
"Hei.. Aku tinggal serumah dengan mereka. Bodoh sekali kalau aku tidak tau informasi penting di sana." decak Martha menyombong.
"Tapi kalau kamu mau menggunakan jasa pria tua itu, kau tentu harus menggelontorkan uang. Karena dia sangat mata duitan." imbuh Martha.
"Tidak masalah." Dave menyeringai. "Hubungi pria tua serakah itu. Ayo kita susun rencana cerdik untuk mendapatkan wanitaku yang cantik itu."
...----------------...
🌹 Happy reading
__ADS_1
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih