
"Sayaaang.." seru Keara begitu panggilan video pada sang suami terjawab.
"Aku lagi berenang sama Stella nih... Seger bangett.." imbuhnya, memberi informasi yang sebenarnya bisa dilihat sendiri oleh Harris. Keara harus mengangkat lengannya tinggi-tinggi agar smartphonenya tidak menyapa air kolam.
"Aaahh.. enaknyaa.. Aku jadi pengen ikutan nyebur sama kamu, sayang.."
Harris melihat istrinya dari layar pipih itu seketika langsung tersenyum lebar. Kepenatan usai menghadapi dua kali meeting berturut-turut sejak pagi, spontan menguap ke udara. Otaknya lebih jernih sekarang. Seolah dia sedang ikut berenang bersama istrinya.
"Kamu sudah makan, mas?"
"Sudah. Tadi makan nasi kotak konsumsi meeting."
Keara memberi tanda jempol dengan jarinya mendengar jawaban suaminya.
"Ya sudah.. Kamu kerja lagi aja. Aku mau berenang lagi sama Stella.."
"Kok udahan sih?" Harris merasa dia masih ingin terus melihat istrinya.
"Tadi kangen aja sama suamiku.. Tapi sekarang udah gak kangen lagi.. Hahahaa..." Keara menggoda lelaki yang refleks cemberut dan menekuk muka itu.
"Aku jadi pengen pulang nih Sayang..." keluhnya dengan nada suara lesu.
"Pulanglah, sayang.. Lagian kamu bossnya, bisa pulang kapan saja.. Hahahaa.. Kemarilah.. kita berenang sama-sama, mas.." Keara semakin menggoda dengan mengarahkan kameranya semakin turun ke dadanya.
"Hahaa.. tumben kamu memberi lampu hijau padaku bertindak seenaknya sebagai boss, hah? Biasanya kamu akan sangat protes kalau aku menyalah gunakan wewenangku.."
__ADS_1
Keara melirik Stella yang sedang berenang dan membenamkan wajahnya di air. Lalu ia tersenyum, merasa tenang omongannya nanti tidak akan didengar oleh anak di bawah umur.
"Itu karena aku ingin berenang sama Mas Harris.. Mengenang masa honeymoon kita di Maldives, sayang..." bisik Keara dengan mendekatkan bibirnya pada ponsel dan kerlingan menggoda nan manja.
"Aaaaarrghh... " geram Harris. Ia bukan marah, tentunya. Hanya sekelebatan kenangan di Maldives menyapa otaknya. Dan seketika membangunkan radar kelelakian Harris.
Selama periode dua minggu masa honeymoonnya, mereka memang menyempatkan tiga hari untuk ke Maldives. Di sanalah mereka sempat bercinta di kolam renang dalam cottage yang mereka sewa. Dan melakukan penyatuan dengan gelegak gai rah yang membuat suasana dalam air begitu menghanyutkan jiwa-jiwa saling mencinta itu.
"Sayang... Nakal kamu yaa..! Aku pulang sekarang. Awas aja kalau kamu gak mau kuajak bercinta di kolam renang.." Harris benar-benar bangkit dari duduknya.
"Hahahaa.. Jangan. Jangan gila, sayang... Ada banyak orang di rumah. Hahahhaaa..." Keara tergelak. Sangat mudah memantik naf*su bercinta suaminya. Belum disentuh, hanya digoda dengan iming-iming sedikit saja, pasti langsung kesetrum tuh alat tempurnya.
Sambungan video call sepasang suami istri itu seketika diputus secara sepihak. Siapa lagi yang memutuskannya kalau bukan si suami yang sudah beranjak dengan tergesa untuk pulang ke rumah. Menuntut pertanggung jawaban istrinya menjinakkan alat tempur yang sudah menegang.
Sedangkan Keara masih saja terkekeh. Ia kemudian menapaki tangga di tepi kolam untuk naik sejenak menyimpan ponselnya di tempat kering.
"Siang-siang begini berenang, such a good idea.." suara seorang lelaki asing di ambang pintu dengan senyum seringai menyebalkan.
Keara langsung menjatuhkan kembali dirinya ke air. Agar lelaki itu tidak menatap cetakan tubuhnya lebih detil dan lebih lama.
"Siapa anda?" tanya Keara dengan nada datar. Ia sadar diri, kalau dia belum terlalu mengenal seluruh keluarga dan kerabat Mas Harris. Daripada terlanjur nge-gas tapi ternyata lelaki ini adalah salah satu keluarga mas Harris? kan bisa memicu kesalah pahaman..
"Oh, maaf.. Maaf jadi mengganggu waktu bersantai nona-nona cantik ini.." wajah lelaki ini masih tampak menyebalkan di mata Keara.
Keara melirik Stella. Gadis ABG itu mengkerut dan sedikit menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh Keara. Ia menunduk dan dari gesturenya sangat menunjukkan ketakutan yang coba disembunyikan.
__ADS_1
"Siapa anda? Ada perlu apa datang kemari?" kembali tanya itu terlontar dari bibir Keara.
"Ooh.. Hay ladies.." sapa tante Martha yang entah kapan datangnya, sudah berada di rumah. Stella makin mengkerut dibuatnya.
"Keara, maaf.. Ini teman kantor tante.. Ada kerjaan yang ketinggalan. Jadi teman tante ini baik sekali nganterin tante pulang dan ambil berkasnya.." jelas tante Martha.
Keara melotot mendengarnya. "Jangan bawa masuk orang asing, tante.. Aku gak suka." tegas Keara. Dia seolah mendapat kekuatan dari dewa air karena berani berkata ketus pada tante Martha.
"Hehee Keara.. Tante kan sudah jelaskan dia teman tante, bukan orang asing.."
"Kalau tamu bisa berkunjung sebatas ruang tamu atau teras saja kan..?! Tidak perlu sampai masuk ke dalam sini."
Martha sangat kesal. Dia cukup kaget, gadis ingusan seperti Keara berani kasar padanya.
"Jangan belagu nyonya baru... Inget tempat asal kamu sebelum dipungut Harris." balasnya tak kalah sengit.
"Setidaknya aku tidak pernah memohon-mohon untuk dipungut dan ditampung di rumah ini. Mas Harris dengan sukarela membawaku kesini.." Keara tak mau kalah. Dia sangat kesal pada lelaki di samping Keara yang terus memasang senyum menyebalkan mendengar adu mulut dua perempuan karenanya. Seperti tidak merasa berdosa sama sekali.
"Ini yang pertama dan terakhir tante membawa tamu sampai ke dalam seperti ini. Untuk kali aku tidak akan mengatakan pada mas Harris. Tapi kalau terjadi lagi, aku tidak segan mengatakan semuanya." pungkas Keara menyudahi perdebatan.
Martha langsung menarik keluar lelaki yang usianya sepuluh tahun lebih muda darinya ini. Tentu saja dengan hati dongkol dan geram setengah mati. Ia bertekad pasti akan membalas nyonya baru yang baru saja membuatnya merasa dipermalukan. Terlebih di hadapan lelaki muda temannya bersenang-senang.
...----------------...
🌹 Happy reading
__ADS_1
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih