Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Tentang Harris (3)


__ADS_3

"Berapa kali aku bilang. Aku bisa terima apapun dan bagaimanapun masa lalu mas Harris. Aku kan hanya nanya. Cuma pengen ngerti. Cuma pengen kenal mas Harris lebih dalam lagi. Ngerti gak sih diajak ngomog..?! Heran. Diulang-ulang terus nanyanyaa.. eemmhhpppp..." dan seketika ocehan Keara berhenti saat Harris tanpa aba-aba membungkam bibir gadis itu dengan ciuman lembutnya.


Harris terus mengecap rasa manis dari bibir ranum yang kemerahan karena menangis cukup lama tadi. Dengan lembut ia menyapu setiap inci bagian bibir gadis itu. Menghisap dan ******* candu yang membangkitkan gairah dari dalam dirinya. Membuat dadanya memanas karena ia masih harus rela menahan gejolak yang menggegar.


Keara mendorong lemah dada Harris. Menjauhkan wajahnya dari Harris. Lelaki itu nyatanya dengan suka rela melepas tautan bibir mereka.


Harris tersenyum bahagia. Melihat rona merah di wajah Keara membuat kewarasannya berangsur menghilang. Harris kembali menyatukan bibir mereka. Kembali mencecapnya tanpa ampun. Sebelah tangannya bahkan menekan tengkuk Keara. Agar semakin melekatkan tautan bibir mereka, seakan ia tak pernah puas menjejaki bibir gadis cerewet kesayangannya itu.


"Tidak bisakah kita menikah besok saja sayang? Aku sudah tidak sabar...." ucap Harris begitu ia menyudahi ciuman panjang yang menggairahkan.


Keara masih sibuk menata debaran jantungnya. Serangan tiba-tiba dari Harris pada bibirnya ternyata ikut menyita nafasnya hingga ia terengah. Wajahnya masih merah padam. Dan gesturnya menandakan jelas gadis ini masih salah tingkah ditatap sedemikian rupa oleh Harris yang baru saja membuat bibirnya bengkak.


Harris kembali menarik kepala gadis itu dan mendekap di dadanya. Ia tersenyum kecil begitu menyadari gadisnya ini terlihat kikuk dan salah tingkah. "Maaf sayang.. Lagi-lagi aku tidak tahan untuk tidak menciummu.."


"Ehmm.." Keara memukul dada Harris.


"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?"


Keara menggeleng.


"Kalau begitu, begini saja. Tetaplah diam di pelukanku seperti ini... Agar aku tidak bisa menciummu lagi."


Keara terkekeh kecil. Dia lalu melingkarkan lengannya di tubuh kekar Harris. Turut membalas pelukan dengan merapatkan tubuhnya hingga tak berjarak sama sekali. Dangan sesekali mengusap punggung lebar itu,. hidungnya dimanjakan aroma segar maskulin yang menguar dari tubuh lelakinya.


"Mas.. Aku haus.. Boleh minta minum?"


"Tentu, sayang.." Harris terkekeh. Mengingat tamunya ini belum disuguhi minuman sejak ia datang tadi. Setelah menangis tersedu-sedu dan sesi ciu man panas, sudah pasti tenggorokannya kering kerontang sekarang.


Harris beranjak ke dapur. Terpaksa melepas pelukan hangat yang melenakannya.


Harris kembali dengan membawa segelas jus jeruk dingin. Ia mengernyit di depan meja bar dapurnya tadi. Di sana ada dua gelas jus jeruk yang sudah tertata di atas nampan. Ia jadi terpikir mungkin tadi bik Santi sudah hendak menyuguhkan jus itu pada mereka, tapi urung karena dia melihat keduanya sedang bercumbu dan dimabuk cinta.


Keara meneguk jus segar itu sampai habis setengahnya. Kemudian tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


"Ehm.. Boleh aku tanya lagi?"

__ADS_1


"Anything, baby..."


"A-pa setelah kejadian itu mama mas Harris tidak menemui mas? Ehmm.. Beliau pasti mendengar berita kematian mantan suaminya kan? Terlebih Papa mas Harris seorang pengusaha yang cukup terpandang.."


"Mama menemuiku saat aku masih di rumah sakit. Di situ, di depan mataku, mama dan suami barunya berdebat harus membawaku atau meninggalkanku saja.. Dan keputusan yang diambil mama menuruti suami barunya. Ia meninggalkanku dengan sejumlah uang dan beberapa kali meminta maaf padaku. Aku tidak berbicara sepatah katapun, sampai mama benar-benar pergi dan sampai detik ini aku tidak pernah lagi bertemu dengannya.."


"Bagaimana mungkin ada manusia sejahat itu..? Apalagi dia seorang ibu.." gumam Keara pedih.


"Dia memang ibuku, K.. Tapi jangan lupa, dia juga ibu dari buah cintanya dengan suaminya itu.."


"Tapi tetap saja kan..." Keara tidak tau harus mengatakan apa. Ia kesulitan menemukan kata yang pas untuk menggambarkan maksud dalam benaknya.


"A-pa mas Harris tidak berusaha mencari tau dimana mama mas Harris sekarang berada?"


"Aku tau dimana tempat tinggalnya. Dia dan keluarganya tidak tinggal di kota ini. Tapi untuk bertemu dengannya, aku masih tidak punya nyali..."


"Bayangan pesan terakhir papa terus menghantuiku. Aku takut jika bertemu dengan mama, aku merasa aku harus menyampaikan pesan terakhir papa.. Aku sangat takut,' K.. Aku tidak mau ketemu mama karena tidak ingin mengingat dan mengucapkan kembali pesan terakhir yang mengerikan itu.. Serindu apapun aku pada sosok beliau, aku tetap takut untuk menemuinya.." Harris terkulai lemas. Kepalanya lunglai. Tampak jelas kepedihan yang menyayat hati pria tangguh ini.


Keara kembali mengusap air mata yang membasahi pipi, yang bahkan belum sempat kering itu. "Aku gak tau gimana kalau aku jadi mas Harris.. Mungkin aku sudah gak kuat dari awal.."


"Aku pun tidak ingin sesuatu yang mengerikan terjadi padamu, sayang.. Bantu aku, K.. Doakan aku, agar kelak bisa menjadi imam yang baik untukmu.. Doakan aku agar trauma masa laluku tidak akan menyulitkan kamu ke depannya.." pinta Harris seraya mengusap lembut rambut panjang gadis itu.


"Mas Harris orang baik.. Aku yakin mas Harris juga bisa bertanggung jawab terhadapku sebagai seorang lelaki dewasa, dan se-ba-gai su-a-mi.."


"Hemm.. Kamu yakin aku orang baik?"


"Heem, aku yakin."


"Dari mana kamu tau aku orang baik?"


"Iishh.. pake acara ngetes nih..?" Keara mendecih sebal.


"Hehee.. bukan ngetes, sayang.. Aku hanya mau tau penilaian kamu tentang aku.."


"Aku tau mas Aswin dan Tiara sekretaris kamu itu dulunya tinggal di panti sama seperti mas Harris.. Mas Harris mencarinya dan mengajak mereka bekerja sama, padahal dulu saat di panti mereka tidak menemani dan membela Mas Harris.."

__ADS_1


"Hahahaa jadi baj ingan kecil itu sudah bicara padamu tanpa ijinku?"


"Hemm.." sahut Keara.


"Aku memakluminya sayang, aku sungguh bisa mengerti situasi mereka saat itu. Mereka berdua masih sangat kecil pada waktu itu. Mereka pasti takut, dan belum memahami betul kondisiku.."


"Tetap saja, itu bukti mas Harris orang yang baik. Mas Harris bisa saja mencari pegawai orang yang lebih mumpuni, lebih ahli di bidangnya. Ketimbang harus membimbing mas Aswin dan Tiara yang sebelumnya tidak berpendidikan baik.."


"Itu karena aku sulit percaya pada orang yang tidak pernah kukenal sebelumnya. Aku pernah dikhianati orang-orang terdekatku.. Itu membuatku memilah milih sendiri orang-orang yang bisa aku ajak bekerja denganku.."


"Aku pun ingin berbuat baik seperti Rizky. Ingin mengentaskan mereka dari lembah kelam, seperti yang Rizky pernah lakukan terhadapku. Rizky mengangkatku dari lumpur kotor. Dia membersihkanku dan merawat lukaku dengan sangat baik. Aku ingin menteladani sikapnya.."


"Kehidupan Aswin dan Tiara juga tidak mudah selepas mereka keluar dari panti, K... Sama sepertiku. Bedanya, Aswin diadopsi oleh pasangan yang belum memiliki anak. Tapi setelah dua tahun Aswin dikembalikan ke panti asuhan karena pasangan tersebut akhirnya dikaruniai anak.. Hidupnya jadi terlunta-lunta di jalanan setelah itu."


"Sedangkan setahun sebelumnya, Tiara juga diadopsi oleh pasangan yang juga belum memiliki anak. Kedua kakak beradik ini terpisah bertahun-tahun lamanya. Ketika sudah beranjak ABG, ayah angkat Tiara melecehkannya secara sexual. Tiara bahkan sampai hamil dan melakukan aborsi.."


"Apa??"


"Aku dan Rizky yang berusaha menyelamatkannya, membawanya kabur dari rumah orang tua angkatnya.. Karena itu, Tiara sempat jatuh cinta pada Rizky. Hehee.."


Harris terkekeh saat melihat ekspresi merengut Keara. Ketika mengatakan bahwa Tiara pernah jatuh cinta pada Rizky..


Harris tidak tahan untuk tidak menggoda gadisnya itu. Ia pun mencubit ujung hidung gadis mungilnyaa.. "Hehee.. Masih cemburu, hmm? Itu terjadi sebelum Rizky mengenalmu.. Lagipula Tiara tidak pernah berani bertindak lebih. Dia sadar diri terhadap situasi dirinya.."


"Aku gak ngomong apa-apa.. Siapa juga yang cemburu..?" ucap Keara dengan bibir mengerucut.


"Tidak lagi cemburu pada Rizky.. Apa itu artinya kamu sudah mulai mencintaiku, hm?"


"Hah? Ehmmm....."


...----------------...


...----------------...


🌹 Happy reading

__ADS_1


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih


__ADS_2