
Pagi hari menjelang.
Harris baru selesai mandi. Meski wajahnya kusut dan matanya sayu, ia tetap melanjutkan aktifitas paginya usai sholat shubuh. Tiga jam lebih ia terjaga, membuat kantung matanya samar terlihat.
Harris memakai kemeja non formal berwarna biru dengan lengan yang digulung sampai siku dan celana hitam berbahan twill. Dia berencana meliburkan diri untuk bekerja seharian ini.
Harris memandangi Keara yang masih terlelap. Wajahnya polos seperti bayi. Sejak tadi ia tidak berani tidur dan terus menjaga istrinya. Meskipun Keara tampak nyenyak dalam tidurnya, tapi Harris masih tidak tenang. Pasalnya, tadi Keara sempat mengeluh perutnya kram akibat perbuatan brutalnya.
Sudah jam tujuh pagi. Harris memungut ponselnya dan menekan nomor kontak Aswin, asistennya. Ia berjalan memasuki ruang kerja melalui connecting door, karena tidak ingin percakapannya di telepon mengganggu tidur Keara.
"Win, reschedule semua jadwalku hari ini. Aku mau libur dan ga pergi ke kantor seharian." titah Harris begitu teleponnya dijawab oleh sang asisten. Tanpa basa-basi berhalo ria, perintah itu langsung dilontarkan pada Aswin.
__ADS_1
"Tapi tidak bisa Pak.. Hari ini bapak ada meeting dengan Mr. Lee. Sekarang rombongan Mr. Lee baru saja mendarat ke bandara Juanda. Orang kita sudah ada yang datang untuk menjemputnya."
"Duh, aku lupa lagi." Harris menepuk jidatnya sendiri. Ia mencoba berpikir cepat. Bagaimana caranya ia bisa tetap libur tanpa menyinggung tamu dari Koreanya.
"Bagaimana kalau kita jamu mereka untuk menikmati liburan di Surabaya, dan besoknya meeting baru dilaksanakan?"
"Tidak bisa pak," Aswin menjawab dengan cepat. Dia khawatir juga kalau ide Harris terealisasi, nantinya dia yang akan jadi pemandu wisata Mr. Lee. Belum lagi kalau si orang Korea itu minta liburan yang 'aneh-aneh'. Beuuh.. Mendingan ditolak mentah-mentah dari sekarang.
"Mr. Lee kan sudah menyampaikan kalau dia hanya bisa di Indonesia sehari saja. Nanti sore setelah meeting dia harus segera kembali, karena masih ada schedule di London. Jadi kalau kita mereschedule meeting, pasti akan mengecewakan Mr. Lee dan mengganggu hubungan baik kita, Pak.."
"Gimana kalau Pak Harris datang ke kantor untuk meeting ini saja? Setelah meeting selesai Pak Harris bisa pulang." lanjut Aswin membantu memberi solusi. "Untuk schedule Pak Harris yang lain masih bisa di reschedule. Hanya pertemuan dengan investor, meeting dengan staf marketing di sore hari."
__ADS_1
"Tapi istriku lagi sakit Win..."
"Ehmm.. Gimana ya Pak..?" Aswin ikut tertular pusing juga rasanya. Baru kali ini bosnya ini ngotot minta libur. Ia hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya, meski Harris jelas tidak bisa melihat bagaimana kerasnya Aswin berpikir saat ini.
"Pikirin lah. Gak mau tau gimana caranya." kalau sudah buntu begini, keluarlah sisi arogan Harris. Ujung-ujungnya pasti Aswin yang akan direpotkan.
Harris hendak menutup teleponnya, meski ia masih bisa dengar Aswin sedang bersuara. Tapi sepasang lengan yang melingkari pinggangnya membuatnya berhenti mengayunkan ponsel untuk turun dari telinganya.
...----------------...
🌹 Happy reading
__ADS_1
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih