Suami Vampirku

Suami Vampirku
Masa Lalu Olivia Jensen


__ADS_3

Saat itu Olivia Jensen sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang luar biasa, walaupun tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu setidaknya masih ada seorang ayah yang menyayanginya. Didikan Vernon saat itu sangat keras kepada putrinya namun sayangnya Olivia sangatlah keras kepala itulah mengapa sang ayah mendidik putrinya dengan keras.


Sampai pada suatu hari dimana Olivia yang baru saja mengenal dunia luar Olivia tersesat dan tidak tahu arah jalan pulang menuju kastil, akhirnya dirinya menyerah untuk mencari jalan pulang dan memilih untuk duduk sejenak dibawah pohon.


Hari mulai gelap gadis kecil itu masih tetap setia di tempatnya yaitu dibawah pohon sambil gemetaran, tidak lama terdengar suara seseorang melangkah kearah Olivia.


"Apa itu? Tolong jangan makan aku huuu.. hiks.. hiks.. ayah aku ingin pulang!" tangis Olivia semakin pecah.


"Gadis kecil jangan takut, ada aku disini.. aku akan menolongmu" ujar sosok pria misterius itu lalu menjulurkan tangannya.


"Benarkah? Kakak siapa?" tanya Olivia jari telunjuknya menunjuk kearah pria itu.


"Aku Rendra Mahesa, sini pegang tanganku" pintanya.


"Baiklah kakak" ucap Olivia lalu memegang tangannya.


Sejak kejadian itu mereka sering bertemu bahkan Rendra pernah melihat Olivia yang dipaksa masuk kedalam kastil oleh pengasuhnya. Ingin menolong tapi para pengawal di kastil tidak mengizinkan Rendra masuk.


"Tidak mau huhuhu.. mau bertemu kakak hiks.. hiks.." ujarnya sambil merengek.


"Ayo masuk, kau tidak boleh keluar dari area kastil hmph! merepotkan sekali mengurusmu" kesal pengasuh itu.


"Gadis kecil..." gumam Rendra.


"Kau siapa? Tidak boleh masuk sembarangan ini adalah area kediaman keluarga Saga, lebih baik pergi sana!" salah satu pengawal yang berjaga didepan gerbang menghalangi Rendra.


Gadis kecil... tunggu aku, aku pasti akan menyelamatkanmu.


Setiap harinya Rendra selalu menunggu gadis kecil itu di gerbang sambil menatap kamarnya berharap mereka berdua bisa mengobrol lebih lama lagi seperti sebelumnya. Olivia yang tidak diperbolehkan keluar dari kamarnya lalu mempunyai sebuah ide agar bisa bercerita kepada Rendra.


Olivia membuat alat komunikasi dari kaleng bekas, untuk menyambungkan kedua kaleng yang sudah dibolongi, Olivia hanya perlu benang agar bisa tersambung, telepon yang dibuatnya akhirnya sudah jadi. Secepatnya membuka jendela lalu melemparkannya mainan yang dibuatnya.


"Apa ini berfungsi?" tanyanya sambil melirik Olivia.


"Tentu saja kakak, aku bosan sekali disini andai saja ada pangeran yang menyelamatkan aku" kata kata Olivia membuat Rendra tertawa.


"Mengapa kakak tertawa, apa ada yang lucu?" heran Olivia.


"Tidak ada" jawabnya.


Mereka yang sedang asyik mengobrol tiba-tiba datang Kenzo dan Kelvin, Olivia merinding melihat kedua kakaknya menatap Rendra dengan tatapan pembunuh.


"Sebaiknya kau pergi daripada mengacau adikku" ucap Kelvin kemudian membuang mainan yang dibuat Olivia.


--KLAANGG--


"Kakak mengapa membuang mainanku, kak Kelvin jahat! Sen tidak mau bicara dengan kakak!!" teriak Olivia dengan sangat cerewet.


"Pergi! Mengapa kau masih disini? Sana enyah dari hadapanku" perintah Kelvin.


Rendra menyerah dan pergi meninggalkan kediaman Saga, tak lupa juga Rendra memungut mainan yang dibuat Olivia.


Gadis malang itu hanya menatap Rendra yang menjauh dari pandangannya.


"Kalian jahat Sen marah! Ayah! huhuhu..."

__ADS_1


"Putriku yang cantik kenapa kau menangis?" tanya ayah sambil berjongkok.


"Kakak kakak jahat! Dia tidak mengizinkan Sen berbicara dengan orang lain huhuhu!" tangisan Olivia semakin kencang.


Vernon Saga hanya melirik kedua putranya namun mereka hanya mengangkat bahu mereka masing-masing.


"Memangnya Sen, bicara dengan siapa?" tanya ayah.


"Kakak Rendra.. dia orang baik, dia juga menolong Sen" jawab Olivia dengan polos.


"Rendra? Siapa dia? Dan bermarga apa?" untuk yang terakhir kalinya ayah bertanya.


"Kami mendengar jika dia bermarga Mahesa" jawab Kenzo.


Sontak Vernon sangat terkejut mendengar jawaban dari Kenzo, ayah ingin sekali memberitahu yang sebenarnya namun kedua putranya menggelengkan kepalanya.


"Sen sayang, mulai saat ini kau jauhi dia jangan dekat-dekat dengannya lagi, mengerti?" sayangnya Olivia menghiraukan ayahnya dan kembali ke kamarnya.


Kelvin akhirnya mengusulkan jika Olivia sudah dewasa nanti ingatannya akan lebih baik dihapus tentang Rendra agar nantinya Olivia tidak mencari sosok pria yang sudah menjadi penyelamatnya.


"Saat dia tumbuh dewasa nanti aku akan menghapus ingatannya tentang pria yang bernama Rendra Mahesa" usul Kelvin.


"Apapun itu lakukanlah, ayah hanya tidak ingin nantinya Sen akan patah hati jika tahu kebenarannya" ujar Vernon yang sudah putus asa.


"Kami mengerti ayah, kami juga akan menjaga Sen dengan baik" ucap Kenzo.


******


Beberapa Abad Kemudian...


"Kakak Rendra! Kakak Rendra!" teriak gadis itu.


"Aku disini" jawab Rendra.


Gadis itu menoleh kebelakang ketika ingin menghampiri pria yang bernama Rendra, para pengawal menahannya ditempat.


"Lepaskan aku!" ujar gadis itu sambil meronta-ronta.


"Jangan sentuh dia! cepat lepaskan dia!" perintahnya.


"Bawa Olivia ke kastil dan penjarakan dia!" ucap Vernon sengaja meninggikan suaranya.


"Ayah! Tidak! Aku tidak ingin di penjara, aku masih ingin menikmati kebebasan!" Olivia yang berusaha lepas dari genggaman para pengawal namun sayangnya tenaga mereka terlalu kuat.


Olivia Jensen yang sudah tumbuh dewasa kini benar-benar menjadi gadis keras kepala, dia pun berani untuk kabur dari kastil saat para pengawal tidak ada.


"Maka kau harus siap untuk melupakan lelaki itu!" Vernon menunjuk kearah Rendra.


"Ayah dia orang baik, mengapa aku tidak boleh berdekatan dengannya dan kenapa aku harus melupakannya?" ucap Olivia.


"Suatu saat kau pasti akan tahu kebenaran yang sesungguhnya, saat itu juga.. kau pasti akan membunuh pria ini" jelasnya.


"Maaf juga, ayah tidak bisa memberikanmu kebebasan untuk pergi kemana pun. Penjarakan Sen!" lanjut Vernon serentak membuat kedua pasangan itu putus asa.


"Kami mengerti yang mulia" jawab para pengawal lalu membawa Olivia kembali ke kastil untuk memenjarakannya.

__ADS_1


Saat melihat punggung Olivia yang menjauh, dari kejauhan Rendra bisa melihat jika gadis yang selalu dia kejar selama ini masih terus menoleh ke arahnya dengan tatapan sendu.


"Jika aku melihat kau mendekati putriku lagi, entah bagaimana nasib keluargamu nanti" ancamnya.


"Aku.. tidak akan menemui Olivia lagi" jawab Rendra.


"Kalau kau ingkar dengan perkataanmu, ayahmu akan menanggung akibatnya" ucap Vernon lalu pergi meninggalkannya sendirian.


Olivia suatu hari nanti aku pasti akan menemukanmu lagi, tunggu aku. batin Rendra.


*****


Para pengawal itu membawa Olivia ke penjara bawah tanah, Olivia terus memberontak terhadap kedua pengawal yang memegangi kedua tangannya.


"Lepaskan tidak?!" Olivia yang terus meronta-ronta.


"Ini perintah dari yang mulia raja Vernon, kami tidak berani membantahnya" ucap salah satu dari pengawal itu.


"Kalau kalian berani memenjarakan aku, aku akan bunuh diri!" ancam Olivia kedua pengawal itu saling bertukar tatapan.


"Putri kami tidak ingin mendapatkan masalah, lebih baik menurut dengan kami" bujuknya.


"Benar putri, jangan menyulitkan kami.." serunya.


Vernon dan kedua kakaknya datang untuk memastikan jika Olivia sudah di masukkan kedalam penjara atau belum.


"Masukkan dia kedalam penjara! Cepat!" perintahnya.


"Ayah! aku ingin kebebasan, aku ingin hidup bebas seperti manusia!" Teriak Olivia dengan meronta-ronta.


"Kau harus mengerti ini demi keselamatan dirimu sendiri, dunia yang sedang kau hadapi adalah dunia yang penuh para vampir" jawabnya.


"Jika begitu, mengapa ayah tidak membiarkan aku hidup di dunia manusia!?" tanyanya.


"Beberapa vampir juga telah masuk ke dunia manusia bahkan vampir pemburu, aku melakukan ini semua demi menjaga amanah ibumu" ucap ayahnya.


"Ayah aku..."


Vernon memegangi dahi Olivia untuk membuatnya tertidur, entah berapa lama dia akan tertidur mungkin berabad-abad atau ratusan tahun. Ini juga demi memisahkan Olivia dari lelaki yang bermarga Mahesa.


"Baringkan dia dipeti, biarkan peti itu terbuka" perintah Vernon.


Kedua pengawal yang diperintahkan Vernon membawa peti mati kedalam penjara dan membaringkan tubuh Olivia dengan hati-hati.


Alasan kenapa kedua putranya sangat membenci Rendra, bahkan Vernon sendiri juga begitu karena keluarga yang bermarga Mahesa telah membunuh istrinya Sherina Jensen, itu sebabnya mengapa Vernon tidak setuju jika mereka bersama.


"Kelvin lakukan tugasmu, hapus semua ingatan Sen tentang pria yang bernama Rendra. Kalau suatu hari ingatannya kembali jelaskan semuanya kebenaran tentang ibunya" jelasnya.


"Baik ayah, maafkan aku Sen.. ini demi kebaikanmu karena jika kau berhubungan dengannya dan tahu fakta tentang kematian ibumu, pasti kau akan menyesal telah menerimanya" ujar Kelvin lalu mengusap lembut dahi Olivia dan mengeluarkan sihirnya.


Kelvin mengucapkan mantra "Lupakanlah pria yang bernama Rendra Mahesa, lupakan semua yang pernah kalian lakukan, jika kalian dipertemukan lagi nanti anggap saja kalian tidak pernah bertemu" ucapnya.


Vernon dan kedua putranya menjauh dari peti mati itu dimana Olivia sedang terbaring lalu membiarkan salah satu pengawal untuk mengunci pintunya.


Setiap harinya Vernon selalu mengunjungi penjara bawah tanah untuk melihat keadaan anak gadisnya, begitu pula dengan kedua putranya, walaupun mereka bukanlah sedarah namun hubungan diantaranya sudah seperti saudara kandung.

__ADS_1



__ADS_2