Suami Vampirku

Suami Vampirku
Di Hapus


__ADS_3

Ada jeda dilangkah kaki Olivia saat ingin keluar dari UKS, sesekali melirik kearahnya namun enggan untuk menoleh, tapi dihatinya ingin sekali menoleh kebelakang, akhirnya Olivia dapat melangkah keluar dan meninggalkan Rendra yang sendirian di UKS.


"Rendra kau bodoh! seharusnya kau tidak melakukan itu! Aarrgghh!" makinya pada diri sendiri.


Dari sini Rendra tahu bahwa dirinya hanya membuat wanita yang dicintainya semakin membencinya karena keegoisannya, hanya memikirkan perasaannya tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Olivia yang sangat amat kehilangan sosok ibu dalam hidupnya.


"Aku sekarang mengerti.. Richard!" panggilnya.


"Kau kenapa? Kau dan putri white?" tanya Richard.


"Itu.. carikan aku sebuah buku" pintanya.


"Buku apa? Tentang cinta? Atau tentang memahami wanita?" tebakan terakhir Richard membuatnya agak sedikit tertarik.


"Yang terakhir" jawabnya.


"Baiklah, aku ada pesan untukmu : ubahlah sikapmu dan caramu mencintai putri white mungkin nanti dia bisa kembali kepadamu, jangan terlalu egois, sudahlah aku pergi" jelasnya lalu pergi meninggalkannya.


Setelah itu ia melihat seseorang berdiri di pintu masuk sambil melipat kedua tangannya, Angel muncul disaat suasana hatinya sedang kacau seperti ini, namun ia berada disini bukan hanya untuk cuma-cuma tapi punya maksud lain dibalik senyuman tipisnya.


"Apa kau perlu bantuanku? Aku bisa mendekatkanmu dengan Olivia" ujarnya menawarkan bantuan.


Dengan singkat Rendra menolak karena ia tidak mau orang lain ikut campur dalam hubungan asmaranya.


"Tidak" tolak Rendra.


"Kenapa? Bukankah kau sangat menyukainya? Atau kau rela Olivia diambil oleh orang lain?" nada bicaranya seperti mengintimidasi.


"Aku punya cara sendiri" jawab Rendra.


"Begitukah? Benaran tidak mau ku bantu?" tanya untuk memastikan.


"Tidak" tolak Rendra untuk yang terakhir kalinya.


"Baiklah" ujarnya.


Diam-diam Angel menyelipkan sihir dengan satu jari telunjuknya, sihir itu mampu mengendalikan pikiran dan perasaan orang bukan hanya mengendalikan namun sihir itu bisa mendorong seseorang untuk melakukan apa yang ia mau.


Angel menepuk pundak Rendra dan mulai membisikkan kata-kata yang membuatnya terprovokasi dengan mudah.


"Ambil jantungnya, dan berikan padaku" bisiknya mulai memprovokasi.


"Aku tahu" jawab Rendra yang berhasil terprovokasi.


"Bagus, buat dia menderita" perintahnya.


Keluarga Sagara kalian harus membayar atas kematian Leon! batin Angel.


*********


Kelas Sejarah.


Tatapan mata Rendra tak pernah lepas dari Olivia yang sedang fokus pada bukunya, K2 juga menyadari akan hal itu melihat tatapan aneh yang diberikan Rendra kepada adiknya.


"Kau lihat itu? Matanya terus menatap White" bisiknya sambil memperhatikan Rendra.


"Apa dia punya maksud lain? Firasatku tidak enak sekali" ujar Kenzo.

__ADS_1


"Ada aura sihir disini" bisiknya dengan hati-hati.


"Awasi sekitar White" perintah Kenzo.


Aura sihir yang terdapat ditubuh Rendra mampu membuat gejolak Ansel terpengaruh bahkan membuatnya tidak terkendali, Ansel mengacungkan tangan untuk meminta izin karena ia lagi dan lagi harus ke toilet.


"Bu! Saya.. izin ke toilet" ujar Ansel.


"Baiklah silahkan" jawab bu Viona.


Olivia juga merasakan ada yang aneh disekitarnya ia melirik kedua kakaknya, untuk berunding ia menarik dasi kedua K2 agar mendekat.


"Kalian merasakan sesuatu?" bisik Olivia.


"Ada aura sihir, White kau harus hati-hati sihir ini sangat berbahaya" jawab Kenzo sambil berbisik.


"Lihat kearah Rendra, matanya dari tadi selalu melihatmu" bisik Kelvin yang langsung memegang kepala adiknya lalu membelokkannya kearah Rendra.


Olivia memandangi wajah Rendra tanpa ekspresi apapun ia hanya melihat tatapan Rendra begitu berbeda dari biasanya, ketika memperhatikan dengan seksama Olivia melihat sisi lain dari pria yang ia tatap sekarang.


Viona menyadari wajah Olivia yang sedang ketakutan seperti melihat hantu.


"Olivia apa kau baik-baik saja?" tanya Viona.


"Tidak apa-apa kok bu" jawab Olivia yang masih memegangi dasi kedua kakaknya itu.


Ia mendorong K2 untuk kembali fokus pada pelajaran, Olivia pun juga begitu melanjutkan aktivitasnya yang tadi tertunda.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 semua murid-murid pun sudah pulang kecuali Olivia, ia tertidur didalam kelas dengan menyandarkan kepalanya di meja, K2 yang selalu membuntutinya tapi kini tidak karena ia tidak ingin ada orang yang mengganggunya tidur saat dikelas.


Seseorang berjalan perlahan menuju ke arah Olivia yang sedang tertidur diatas bukunya, tangannya menyingkirkan rambutnya dan mulai mencium aroma tubuh Olivia.


"Aku ingin jangungmu" ujarnya lirih.


"Tidak! Pergi kau dari sini! Jangan menggangguku!" ucapannya yang membuat Olivia takut untuk menghadapinya.


"Berikan jantungmu! Aku mau jantungmu!" ucapnya sambil mencondongkan tubuhnya.


--Plaakk--


Melemparkan buku kearahnya agar menjauh dari hadapannya namun itu tak membuatnya menyerah, Rendra dengan kasarnya membanting pintu menggunakan kekuatannya agar Olivia tidak kabur darinya.


"Pergi! Kau.. mengerikan! Pergi!" teriaknya yang terus memundurkan langkahnya.


"Berikan jantungmu, atau mati" bisiknya lalu mengeluarkan kuku-kukunya yang tajam.


Saat tangannya ingin mencekik leher Olivia tiba-tiba kalung takdir terlempar ke arahnya dan langsung melingkar di lehernya.


"Aarrgghh!.. Olivia? Aku.. aku.." tersadar dari sihir yang mempengaruhinya.


Melihat kuku-kukunya yang muncul entah karena apa dan melihat Olivia yang sudah ketakutan karenanya.


--Greebb--


"Maafkan aku.. aku tidak bermaksud" Rendra yang langsung mendekapnya untuk menenangkannya.


Olivia yang tadinya ketakutan kini ia merasa aman saat berada di dekapan lelaki yang sedang memeluknya ini, ia juga mencoba menenangkan Rendra agar bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


"Kau pasti ketakutan kan? Huh? Maafkan aku, aku sungguh minta maaf" ujarnya yang masih memeluk Olivia.


Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau begitu ingin jantungku? batin Olivia.


--Braakk--


Seseorang menendang pintu kelas dengan begitu keras sampai mengagetkan mereka berdua yang sedang saling menenangkan.


"White! Lepaskan dia!" ujar Kelvin yang sangat murka.


Olivia pun langsung berlari kearah kakaknya dan memeluknya, karena shock melihat Rendra yang terpengaruh oleh sihir apalagi ia berkata akan mengambil jantungnya.


"Sshh.. ada aku disini, kau! Aku sudah dengar semuanya, apa kau diutus oleh seseorang untuk mengambil jantung adikku?" tanya Kelvin dengan penuh penekanan.


"Ya, benar" jawabnya.


Ketika mendengar jawaban dari Rendra ia langsung melepaskan kalung yang melingkari lehernya lalu melemparkannya ke wajah Rendra.


"Aku sangat membencimu!" ujar Olivia lalu pergi meninggalkan kelas.


Sekarang hanya ada Kelvin dan Rendra, mereka menyaksikan sendiri bagaimana kalung itu kembali pada si pemiliknya.


"Entahlah ini peringatan terakhir atau tidak, yang jelas jauhi.. adikku" dengan santainya Kelvin pergi meninggalkannya sendirian.


Aku ini kenapa sih? Hampir saja membuatnya mati. batin Rendra.


***********


Di Samping Asrama.


Kecewa, marah, dan tidak menyangka jika Rendra bisa tega-teganya ingin mengambil jantungnya, padahal ia selalu dengar kalau Rendra sangat mencintainya tapi ternyata semua itu hanyalah kebohongan semata.


"Pembohong! Pembunuh! Hiks.." ujar Olivia tiba-tiba air matanya mengalir


"Ivi!" panggil seseorang.


Ivi? Apa jangan-jangan.. dia adalah.. Ansel? Batin Olivia.


Olivia menoleh kebelakang berharap jika serigala itu benar-benar Ansel, tapi sayangnya ternyata bukan ia tetaplah seekor serigala dan bukan Ansel, segera ia menghapus air matanya.


"Ivi.. kau kenapa? Apa ada seseorang yang menggangumu?" tanya seekor serigala itu.


"Seseorang.. dia ternyata diutus oleh vampir lain untuk mengambil jantungku" Olivia yang duduk berjongkok didekat seekor serigala itu.


"Apa perlu kami.. memberikannya pelajaran?" jawab serigala itu.


Lalu Olivia mengelus-elus serigala itu seperti layaknya kucing peliharaannya.


"Tidak perlu mencemaskan aku, i'm strong woman" ucap Olivia sambil tersenyum.


Serigala itu tiba-tiba mencondongkan tubuhnya, Olivia seperti melihat seseorang yang sangat familiar baginya, ia membiarkan serigala itu lebih dekat dengannya.


--Cup--


Benar saja serigala itu menempelkan bibirnya ke bibir Olivia, saat itu juga wujudnya yang tadinya seekor serigala sekarang berubah menjadi manusia karena Ansel bersentuhan dengan manusia.


Ansel melepaskan bibirnya darinya lalu melihat bagaimana Olivia menanggapi ciumannya tadi, ia melihat ekspresi wajah Olivia yang diam tidak berkata apapun.

__ADS_1


"Tidurlah.. jangan pikirkan tentang apapun, karena semuanya akan baik-baik saja" Ansel yang segera memeluk tubuh gadis itu dengan erat dan mengelus rambutnya.


Rendra yang dari kejauhan melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Ansel, itu membuatnya semakin bertekad untuk merubah sikap keegoisan, keangkuhan, dan mengontrol emosinya.


__ADS_2