Suami Vampirku

Suami Vampirku
35. Air Mata


__ADS_3

Niat Rendra ke hutan ingin menenangkan pikirannya karena ia tidak bisa jika hari-hari tanpa wanitanya, namun Rendra malah dikepung oleh beberapa sergala yang berjaga.


"Bangsa vampir!! Kau telah memasuki wilayah kami! Jadi jangan harap keluar dengan hidup-hidup!!"


Braakk


Kraakk


Bugh


Rendra kewalahan menghadapi mereka sampai ia lengah dan mereka berhasil menyerangnya hingga jatuh tak berdaya, bisa dibilang Rendra ini dikira penyusup oleh serigala serigala tadi, padahal ia hanya ingin menenangkan diri.


"Biarkan putri Pricilla yang membunuh vampir ini"


"Ayo kita pergi!"


Mereka meninggalkan Rendra yang terkapar begitu saja.


"Biarkan aku menyusulmu... Olive..." ujarnya dengan suara lemah.


Terkapar ditanah dan tidak sadarkan diri, ia berharap mati agar bisa menyusul Olivia.


Diwaktu yang sama...


Tidak ada siapapun disana selain pria terkapar di tanah tidak sadarkan diri, Pricilla mencoba mendekati pria itu kemudian memeriksanya.


"Bukankah itu.. pria tadi? Yang selalu menganggap aku sebagai Olivia?"


Pricilla masih kebingungan dengan keberadaan Rendra yang tiba-tiba muncul.


"Kau bawalah manusia ini, aku akan memeriksa sekitar sini"


Jane pergi meninggalkannya bersama Rendra yang masih terkapar.


"Jangan sampai ayah dan ibu tahu jika aku membawa manusia"


Lalu Pricilla memapah Rendra masuk kedalam rumahnya dan membaringkannya di kamar tamu.


Ia takut jika ketahuan oleh orang tuanya karena telah membawa masuk pria apalagi manusia, bisa-bisa Pricilla dimarahi habis-habisan hanya karena satu manusia.


Kamar Pricilla.


"Apa kau sudah puas memandangiku, nona?"


Tidak! Sekarang Pricilla hanya bisa membeku menatap wajah Rendra yang sudah tersadar dari pingsannya.


Pricilla hendak menjauh dari pria yang ada dihadapannya ini, namun pria itu malah menariknya ke pelukannya dan mata mereka berhasil bertemu.


"Setelah memandangi orang kau mau pergi begitu saja?" ucapnya tangannya memeluk pinggang Pricilla dengan erat.


"Minggir!! Jaga sopan santunmu di wilayahku"


"Oh? Yang tidak sopan santun duluan tadi siapa? Bukankah.. kau Nona?"


Ia hanya menelan ludah ketika wajah mereka semakin dekat, sekarang tangan Rendra membelai lembut rambutnya.


"Aku tidak percaya kau benar-benar hidup kembali, aku tahu ini kau.. Olivia"

__ADS_1


"Aku su--"


Rendra berhasil membungkam mulut si gadis dengan bibirnya, karena ia tidak mau mendengar jika gadis itu bukanlah Olivia.


Sial! First kissku. batin Pricilla.


Entah kenapa Pricilla tidak bisa menolaknya sama sekali dan tanpa sadar malah membalasnya, Rendra yang terkejut melihat Pricilla membalasnya ia melepaskan tautan bibir mereka.


"Aku mencintaimu.. Olivia White" lalu ia melanjutkan lagi aktivitasnya sambil memejamkan matanya.


"Lepas!!"


Pricilla berhasil menghentikan aktivitasnya yang hampir menjelajahi leher putihnya itu, dengan mencekik leher Rendra.


"AKU BUKAN OLIVIA!!! BERAPA KALI AKU HARUS BILANG PADAMU!!"


"Kalau kau memang bukan dia, mengapa kau membalasku tadi? Bukankah seharusnya kau menolak?" ujarnya diiringi dengan senyuman.


Plaakk


Sudah tidak bisa menahan emosinya lagi Pricilla dengan kesal menampar Rendra dengan keras.


"Pergi!! Dan jangan muncul lagi di hadapanku"


"Nona sepertinya... Kau yang harus menghindariku karena kalau sudah tertangkap, aku bisa saja memakanmu" ucapnya sambil menggoda.


Rendra segera bangkit dari tempat tidur lalu berjalan keluar meninggalkan Pricilla.


"Mengapa aku membalasnya tadi? Dasar bodoh!" gerutunya kesal.


Mata Pricilla kini terfokus pada foto seseorang yang jatuh tepat dibawah ranjangnya, ia mengambilnya namun tidak melihat siapa yang difoto itu.


****


Teras Rumah Pricilla.


Ternyata pria itu belum juga pergi dari rumahnya ia masih terdiam diteras sambil menundukkan kepalanya, langsung saja Pricilla menghampiri Rendra dan mengembalikan barangnya.


"Itu.. ini punyamu jatuh" ujarnya sambil menjulurkan tangannya yang sedang memegang sebuah foto.


"Huh?" sahutnya lalu berbalik.


"Apa kau ingin tahu siapa yang ada difoto ini?" jelas sekali bahwa Pricilla ingin tahu tapi baginya itu perbuatan yang lancang jika ingin mengetahui siapa sebenarnya orang difoto itu.


"Tidak"


Sudah dikatakan Tidak tapi Rendra tidak mendengarnya, ia malah menunjukkan foto itu tepat didepan mata Pricilla.


"Dia adalah.. gadis yang kucintai"


Pricilla menerima foto yang ada ditangannya dan mulai melihat dengan teliti, benar Olivia mirip sekali dengannya pantas saja orang-orang terdekat gadis itu selalu menganggap dirinya adalah Olivia.


Air mata Pricilla tiba-tiba jatuh menetes dari matanya entah perasaan apa ini seperti ia merasakan apa yang Olivia rasakan semasa hidupnya. Tangisnya mulai terisak-isak Rendra yang melihatnya segera mendekap tubuh gadis itu.


Mengapa aku menangis? Tapi ini benar-benar sakit sekali.


Tangisnya berhenti ketika Rendra memeluk tubuh mungilnya itu, lelaki itu tersenyum licik seperti rubah yang sudah merencanakan ini dari awal.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya kupeluk?"


Bruukk


Refleks mengunakan kekuatannya untuk memukul Rendra dibagian perut sampai Rendra jatuh ke tanah.


"Ah! Kau kuat sekali nona"


Rendra terus memegangi perutnya yang sakit itu.


Tanpa sadar Pricilla sudah pergi dari hadapannya, foto itu juga masih dibawa olehnya.


"Kemana dia?"


Ditempat Lain...


Memilih pergi daripada meladeni Rendra yang terus-menerus menggodanya, namun tiba-tiba seorang pria menghalangi jalannya dengan berdiri dihadapannya.


Siapa lagi jika bukan Ansel? sama-sama berkuasa dihutan dan sama-sama mempunyai kedudukan yang tinggi.


"Olivia.. eerr maksudku Pricilla kau.. bangsa serigala? Anak keluarga Haris?" tanyanya yang penasaran.


"Oh my God.. kau pasti orang terdekatnya Olivia kan? Kau mau menganggapku sebagai Olivia lagi? Ck.. membosankan"


"Tidak, aku tahu kau bukan dia. Kalian jelas berbeda aku hanya ingin tahu apa kau mengikuti seleksi ratu serigala?"


"Ya"


"Bagus, selamat bertemu dihari pertunangan" ujar Ansel tersenyum geli melihat kepribadian Pricilla.


Setelah mengatakan itu Ansel pergi meninggalkan seorang gadis yang masih kebingungan karena perkataannya tadi, pertunangan? Jelas sekali ia tidak tahu apa-apa tentang ini yang Pricilla tahu hanya seleksi ratu serigala.


"Per...tuna..ngan...? Ini maksudnya apa? Hei!!"


"Si bodoh! Kau ternyata disini" ucap Jane yang baru datang.


Lamunannya buyar seketika karena Jane datang mengejutkannya.


"Jane beritahu aku, apa benar aku akan bertunangan dengan serigala lain?"


Wajah penasaran dan keingintahuan membuat otaknya tak bisa berpikir.


"Ya benar, jika kau mengikuti seleksi ratu serigala maka kau harus menikah dengan raja serigala"


Pricilla menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Jika begitu aku tidak mau, aku tidak mencintainya mengapa aku harus menikah dengannya?"


"Lalu kau mencintai bangsa vampir?"


Pricilla tahu betul larangan mencintai bangsa vampir ataupun menikah dengan bangsa vampir, itu hanya akan membawa petaka dan melahirkan anak immortal.


"Tentu saja tidak, mana mungkin aku mencintai bangsa vampir jika aku mencintai salah satu mereka maka aku akan tersambar petir"


Duuaarr


Baru saja bicara sudah tersambar petir karena ucapannya sendiri, mulutnya memang mengatakan tidak tapi hatinya berkata ya.

__ADS_1


"Ah!!"


"Pricilla!! Hei!! Benaran tersambar? Atau jangan-jangan.. dia mencintai salah satu klan vampir?"


__ADS_2