Suami Vampirku

Suami Vampirku
31. Tubuhmu Adalah Milikku


__ADS_3

--Bugh--


Mendengar Angel akan membunuh ibunya jelas ia marah karena ancamannya yang membuat dirinya hilang kendali sampai Olivia menendangnya.


"Kau yang akan aku habisi!"


Untungnya Olivia bisa mengendalikan emosinya jika tidak mungkin sekarang Angel sudah menjadi sasarannya.


"Kau pikir aku tidak bisa melawan? Kau benar-benar memaksaku ya"


Ketika Angel ingin mencakarnya dengan kuku-kuku tajamnya, Rendra dengan cepat menahan lengannya yang sudah siap untuk menusukkannya ke jantung wanitanya.


"Singkirkan kukumu atau mati?"


Rendra dengan tatapan dingin mengancamnya.


Segera ia melepaskan genggaman tangan Rendra darinya setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Lama tidak bertemu, aku merindukanmu"


Suaranya yang begitu lembut seakan-akan menghipnotisnya namun ia malah mengalihkan pandangannya kearah lain.


Rendra membungkukkan tubuhnya lalu menguncir rambut Olivia agar ia bisa mencium aroma bekas gigitannya, melihatnya yang masih memandang ke arah lain ia segera mendongakkan kepalanya.


--Cup--


Ia berhasil mencium bibirnya dengan lembut Rendra mencoba untuk memasukkan lidahnya lebih dalam lagi, Olivia yang berusaha meronta-ronta namun sayangnya tidak bisa karena tenaganya terlalu kuat.


--Plaakk--


Olivia berhasil menamparnya dengan keras ia juga menutup mulutnya menggunakan satu tangannya.


"Hei! Kenapa? Aku suamimu dan berhak atas itu apapun yang ada di tubuhmu itu milikku" ujarnya yang hendak meraih tangan Olivia.


"Jangan sentuh aku, kau benar-benar mengerikan"


"Disini bukan tempat yang aman untuk berbicara, ikut aku"


Rendra pun membawanya ke tempat yang tidak ada orang sama sekali disana hanya ada mereka berdua, apalagi jika kastil tempat persembunyiannya di dunia vampir.


**********


Kastil Tempat Persembunyian.


Lagi dan lagi Olivia harus kembali ke dunia vampir dimana dunia yang dihuni oleh klan vampir dan serigala, melihat dari jendela ia merasa rindu dengan kediaman asalnya tapi disatu sisi lain Olivia tidak ingin lagi berada disana.


--Bugh--


Tanpa aba-aba Rendra langsung membanting tubuhnya ke lantai dan menindih tubuhnya dengan tatapan yang sedikit berbeda dari biasanya.

__ADS_1


"Sekarang.. kau adalah.. pelayan darahku, pemuas darahku"


Agar Olivia tidak melihat bagaimana ia akan menyantap tubuhnya dengan sadis, Rendra menutup matanya dengan kain berwarna hitam, pandangannya sekarang menjadi hitam karena kain yang menutupi matanya.


Sentuhannya yang lembut dari ujung rambut sampai ke lehernya membuatnya merasa nyaman, Olivia merasa terpengaruh oleh sentuhannya sehingga membuatnya ingin lebih dari itu.


Sentuhannya benar-benar membuatku merasa ingin lagi. batin Olivia.


"Tubuhmu milikku sekarang, darahmu, dan seluruh organ tubuhmu hanya milik Rendra Xendrick mengerti hmm?"


Rendra mendongakkan kepalanya lalu mulai menciumi dan menjilati lehernya, karena baginya aroma tubuh gadis suci sangat berbeda dari manusia lainnya.


Seperti terhipnotis Olivia tidak bisa melakukan perlawanan terhadap Rendra yang sedang beraktivitas di lehernya itu.


"Aroma tubuhmu membuatku ingin... Menikmati darahmu"


Setelah puas menjilati lehernya sekarang ia menancapkan taringnya pada leher Olivia sedalam-dalamnya ia menggunakan tenaganya agar taringnya menembus ke pembuluh darah.


Ini sangat sakit.. sakit sekali. batin Olivia.


Darah mengalir di lehernya akibat gigitan Rendra yang begitu dalam sehingga membuat darahnya terus mengalir, seperti menjilat saus ia membersihkan darah yang membasahi lehernya.


"Argh! Ini tidak cukup untukku"


--Sreett--


Merasa belum cukup dengan lehernya Rendra kemudian merobek merobek pakaiannya sehingga hanya menyisakan pakaian dalam.


--Plaakk--


--Plaakk--


Tamparan balik menjurus ke pipi Olivia yang membuat ujung bibirnya terluka karena tamparannya.


"Diam atau aku akan menghisap darahmu sampai habis"


Rendra mengancamnya dengan tatapan pembunuh.


"Silahkan saja"


Tidak menanggapinya ia malah mengangkat kaki kanan Olivia dan mulai menciuminya dengan lembut sampai mendarat ke pahanya ia mulai menancapkan taringnya dengan rakus seperti menggerogoti daging ayam.


"Aarrghhh!! Sakit! Cukup jangan lakukan ini lagi.."


Justru ia tidak peduli dengan teriakan Olivia yang terpenting sekarang baginya adalah seluruh menghisap darahnya, Olivia hanya menangis terisak menahan sakit di sekujur tubuhnya.


Rendra berhenti menggigit paha wanitanya kemudian melirik kearahnya.


"Sshh.. Jangan menangis tuanmu sedang makan okay? Oh, bibirmu terluka ya? Itu salahmu sendiri melawan tuanmu" ucapannya membuat Olivia merasa jijik dengan sifatnya saat ini.

__ADS_1


"Lepaskan aku... Aku mohon.."


"DIAM!! JANGAN MEMASANG WAJAH MENJIJIKKAN ITU!!"


Olivia kali ini membiarkannya berbuat semaunya pada tubuhnya walaupun pada akhirnya ia merasakan sakit yang luar biasa tapi dengan sekuat yang ia bisa menahan rasa sakit itu.


Leher, kaki hingga paha, lengan, sudah habis di gigitnya hanya satu yang belum ia jelajahi yaitu perutnya yang putih mulus dan bersih tentu akan membuatnya puas kali ini.


"Berhenti!! Rendra!! Hiks hiks.."


Mendengar suara tangisan Olivia membuatnya tidak tahan untuk menyiksanya, ia mencengkram kedua tangannya sedangkan tangan satunya merampas jantungnya begitu saja menggunakan kuku-kukunya itu.


--Braakk--


Seseorang menendang pintu dengan keras sehingga membuatnya yang sedang menikmati jantung wanitanya sendiri pun terganggu oleh orang asing itu.


"White!!"


Dengan cepat Ansel melemparkan jaket yang sedang ia kenakan untuk menutupi tubuhnya yang sudah habis oleh gigitan Rendra dan lagi dadanya sudah berlumuran darah, tak lupa juga ia membuka penutup mata yang sudah basah karena air mata.


"Apa kau gila? Apa yang baru saja kau lakukan!?" lanjutnya.


"Heh? Aku sedang menikmati jantungnya pergi sana!"


Kalung takdir yang tadinya ada di kamar Olivia sekarang terlempar lagi dengan sendirinya melingkari lehernya.


"Ada apa? Kenapa kau disini?"


Seperti orang linglung yang tidak tahu apa-apa ia baru sadar apa yang terjadi dan apa yang Rendra pegang saat ini.


"Lihat!? Kau membunuh White! Dan kau lihat ini.. apa kau benar-benar ingin jantungnya dari awal?"


Ansel membuka jaket yang menutupi tubuh Olivia dan memperlihatkan tubuh yang habis oleh gigitan dengan darah di dadanya.


"Tidak, aku tidak mungkin menyakiti Olivia"


Rendra menggeleng tidak percaya.


"Bodoh! Jelas-jelas ini ulahmu sendiri, kau masih tidak mau mengakui perbuatanmu sendiri?"


Ia kembali menutupi seluruh tubuhnya menggunakan jaket tadi lalu mengangkat tubuh Olivia.


"Jangan salahkan aku jika nanti White membencimu karena memberikan ingatan yang buruk untuknya"


Tanpa pamit Ansel pergi begitu saja membawa Olivia pergi bersamanya.


Rendra sangat amat menyesali atas apa yang telah ia lakukan kepada wanitanya apalagi Rendra sudah mengambil jantungnya dan memakan setengahnya, ia yakin sekali setelah ini akan dibenci dan dijauhi oleh Olivia.


Merasakan sesuatu mengintainya dari atas ia mendongakkan kepalanya untuk memastikan sesuatu, benar saja tergantung CCTV diatas ia juga tahu siapa yang sedang mengawasinya

__ADS_1


"Ibu.. apa kau sengaja melakukan ini? Baiklah nyawa dibalas dengan nyawa, walaupun kau ibuku tapi aku tidak pernah menganggapmu seorang ibu"


__ADS_2