
Pricilla berlari berusaha untuk menjauh dari seseorang yang mengejarnya entah siapa itu, namun alih-alih ingin berlari ia malah tertabrak pohon sampai terjatuh lalu pingsan. Dari sinilah jiwa Olivia menyatu dengan tubuh Pricilla sehingga ia berhasil bereinkarnasi.
Dengan nafas terengah-engah ia terbangun dan mendapati dirinya dihutan, pakaian yang tebal dengan jaket berbulu ia masih kebingungan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
"Aku masih hidup? Tubuh ini milik... Ternyata dia calon ratu serigala, ayah dan K2 pasti tidak akan menerimaku kembali dengan keadaanku yang sekarang ini" Olivia masih tidak percaya dirinya ternyata masih hidup.
Benar! Dia adalah Olivia White, selama ini ia sadar bahwa dirinya masih Olivia anak dari keluarga Sagara. Ia selama ini harus berpura-pura sebagai Pricilla karena jati diri dari tubuh seseorang yang ia pakai.
"Maafkan aku ayah, kak K2 dan semuanya yang mengenaliku" gumamnya.
Terpaksa ia harus menjalani hidupnya sebagai Sky Pricilla dan berpura-pura tidak mengenali K2, Rendra, Ansel, terutama Viona dan ayahnya. Ada saatnya Olivia akan memberitahu semua ini.
"Olivia.. ingat sekarang namamu adalah Pricilla bukan Olivia, semangat!!" Olivia menyemangati dirinya sendiri agar tidak putus asa ditengah perjalanan.
Sejak saat itulah Olivia mulai berpura-pura dan bersandiwara didepan mereka semua, namun anehnya lagi kenapa bisa tubuh ini memiliki wajah persis dengan Olivia dengan kepribadian berbeda.
🍃
Ansel yang kebingungan dengan perkataan Pricilla segera menepuk pundak gadis itu.
"Kau di sisiku sekarang" ucap Ansel dengan suara pelan.
Tidak tahu ini perasaan apa ia sekarang ingin sekali memeluk Rendra yang masih menatapnya sedari tadi, Pricilla berlari kearah Rendra dan memeluk tubuh laki-laki itu dengan erat.
Ini aku, Olivia yang kau cari. batin Pricilla.
Senyuman kemenangan terpancar di wajahnya, ia membalas pelukan Pricilla yang masih memeluknya itu.
Sungguh? Ini kau? Olivia-ku? batin Rendra.
Saat ia hendak menjawab Ansel segera menarik tangannya untuk menjauh dari Rendra, sekali lagi Ansel mengingatkan bahwa Pricilla adalah tunangannya. Disaat yang bersamaan mereka berdua lagi-lagi melakukan telepati.
"Dia tunanganku sekarang" tatapan matanya seperti sedang memperingati Rendra.
Olivia.. apa kau bangsa serigala? batin Rendra.
"Dan Pricilla adalah bangsa serigala, ratu serigala dari keluarga Haris" lanjutnya.
Benar, aku.. ratu serigala.
Jelas keduanya tahu larangan mencintai bangsa serigala atau bangsa vampir, tapi sebisa mungkin mereka diam-diam akan menjalin hubungan karena Pricilla sudah mulai jatuh cinta dengan Rendra.
Mereka berdua pergi meninggalkan Rendra yang masih diam mematung di tempatnya, sekarang ia tahu walaupun gadisnya adalah serigala tapi Rendra tetap mencintai Olivia.
Rendra juga tidak peduli dengan larangan untuk mencintai siapapun dan tidak peduli dengan apa yang akan terjadi dimasa depan, kalau dirinya masih tetap berhubungan dengan Olivia.
Jika peperangan akan terjadi lagi, aku akan membawa pergi Olivia kemanapun itu asalkan tempat yang aman.
***
Kelas Sejarah.
Susana kelas kembali seperti semula belajar dengan tenang tanpa adanya peniru atau perusuh disini, ia juga memerhatikan Viona yang masih fokus mengamati murid lainnya.
__ADS_1
Pricilla memeluk Viona dengan senang karena sekarang hanya ialah satu-satunya orang yang mirip dengan Olivia, walaupun memang dirinya sebenarnya adalah Olivia tapi harus profesional dalam memainkan perannya sebagai Pricilla.
"Pricilla ini masih jam pelajaran, kau kenapa tiba-tiba memeluk ibu?" tanya Viona dengan terkejut.
Viona mengusap kepala Pricilla dengan lembut.
"Aku hanya.. ingin mengajak ibu makan siang bersama" jawabnya.
"Baiklah, kalau begitu duduk di kursimu dan buka buku halaman 23"
"Siap bu"
Dengan hormat ia segera duduk di kursinya, K2 yang melihat keanehan dari Pricilla mulai curiga pada tingkah lakunya.
Bukan hanya itu mereka juga melihat dengan mata kepala mereka sendiri dua gigitan yang ada pada leher Pricilla kembali, aura tanda darah juga masih mengelilingi tubuh Pricilla seperti sedang dijaga oleh kalung takdir.
"Apa kau merasa Pricilla benar-benar aneh, kau lihat tanda darah itu? Persis seperti dulu Olivia dilindungi oleh kalung takdirnya" Kenzo yang curiga dengan perilaku Pricilla.
"Kau benar, ini pasti ada sesuatu yang tidak beres" seru Kelvin.
Alih-alih sedang berbincang tiba-tiba mereka melihat Pricilla berdiri dari duduknya secara mendadak. Pricilla lari terbirit-birit entah ingin kemana, semua murid terkejut begitu pun dengan K2 dan Ansel, Rendra yang baru tiba dikelas.
***
Aaauuwww
Pricilla merasakan sesuatu yang terus menusuk jantungnya bahkan ia bersusah payah untuk mengendalikan dirinya tapi gagal, wujud Pricilla sekarang menjadi serigala dan berlari menuju perbatasan antara bangsa serigala dan vampir.
Berhasil masuk ke wilayah vampir ia jatuh pingsan karena tiba-tiba sesuatu didalam tubuhnya berhasil menggerogoti jantung Pricilla, sekarang ia terkapar di tanah dan tidak sadarkan diri.
Kraakk
Ia sadar lalu segera mematahkan tulang tangan kedua vampir itu, mata Pricilla berkilauan berwarna merah sedangkan satunya berwarna kuning keemasan.
"Tidak mungkin.. kau.. manusia jadi-jadian"
Dengan mengalihkan pandangannya kearah vampir lain membuat mereka merasakan remuk di sekujur tubuh mereka, Pricilla menendang para vampir itu dan seketika.
Braakk
Hancur tubuh mereka seperti terpotong-potong, ia meniup mayat yang terpotong-potong tadi agar menjadi abu.
"They're just trash (mereka hanyalah sampah)"
Perubahan pada tubuh dan kepribadiannya seperti bukan Pricilla atau Olivia melainkan orang baru yang baru lahir ke muka bumi ini, cara berbicaranya juga menggunakan bahasa Inggris.
Sekarang Pricilla atau Olivia tidak hanya bangsa serigala melainkan bangsa vampir, ketiga kepribadian itu saling menyatu dan disebutlah kepribadian ganda.
Seluruh klan menyadari bahwa adanya kelahiran bangsa baru dengan genetik yang unik, para bangsa itu mengumpulkan pasukan mereka untuk mencari dan membunuh bangsa yang baru lahir itu, karena bagi mereka kelahirannya adalah malapetaka untuk seluruh bangsa manapun.
"Kita harus mengumpulkan seluruh bangsa untuk menyingkirkan serigala setengah vampir ini, karena dia adalah ancaman bagi kita semua" ucap Alexa vampir dari keluarga Voltra.
"Aku mengerti nona"
__ADS_1
"Serigala maupun vampir lain harus setuju jika dia dimusnahkan, jika ada salah satu dari mereka yang tidak setuju untuk membunuhnya maka perang dimulai"
"Are you afraid to go against me alone? Scared of death? (apa kau takut melawanku sendirian? Takut mati?)"
Pricilla dengan tersenyum kejamnya muncul tiba-tiba didepan Alexa, pasukan Alexa pun bersiap untuk menyerangnya.
"Takut? Heh, bahkan jika saat ini kau menyerangku. Kau dulu yang akan mati"
"You sure about that? Let's attack me if you dare I won't resist (kau yakin? Mari serang aku jika kalian berani aku tidak akan melawan)"
"Dengan senang hati"
Kuku-kuku tajam Alexa sudah siap untuk menyerang Pricilla namun Rendralah yang memusnahkan mereka semua dengan menjentikkan jarinya.
"Who are you to come and protect me all of a sudden? (Siapa kau tiba-tiba datang dan melindungiku?)"
Kesal Pricilla saat seseorang mengganggu mangsanya yang sudah ingin menyerangnya.
"Sadarlah!! Kau Olivia!! Lihat mataku"
Sekarang Olivia kembali menjadi dirinya sendiri dan berhasil mengeluarkan kepribadian Pricilla dari tubuhnya, namun tidak dengan takdirnya sebagai serigala setengah vampir.
"Rendra..."
"Kau Olivia? Istriku?"
Rendra hendak memeluk wanitanya namun dengan cepat Olivia menghindar darinya.
"Jangan sentuh atau mendekatiku, karena kita berbeda sekarang"
"Aku tahu itu, dan aku tidak peduli.. yang terpenting bagiku adalah kau di sisiku"
Olivia menangis tersedu-sedu seperti tidak menerima takdir barunya sebagai bangsa genetik.
"Menjauh dariku.. aku tidak mau menyakitimu"
Jane selaku sepupunya datang di waktu yang tepat saat dirinya ingin menjauh dari Rendra, ia meminta Jane untuk membawanya pulang dengan air mata yang masih mengalir.
"Jane bawa aku pulang"
Ia langsung memeluk Jane yang baru tiba itu.
"Kau kenapa? Apa kau menyakiti Pricilla?"
Dengan nada panik dan marah ia menanyakan kepada Rendra.
"Tidak, aku hanya.. berusaha menenangkan dia"
Sorot mata Jane kini seperti mengamati Rendra dari wajah putih pucatnya.
"Kau vampir!! Jauhi sepupuku, kalau keluargamu ingin selamat"
__ADS_1
Olivia dan Rendra saling menatap seperti tidak rela jika ada jarak diantara mereka, tapi itu tidak membuat mereka semakin menjauh malah Rendra semakin ingin mendekati Olivia.