Suami Vampirku

Suami Vampirku
Di Hapus


__ADS_3

Taman Sekolah.


Olivia langsung membantah bahwa mereka sudah menikah, Olivia yang meyakinkan ayahnya dengan wajah yang bersungguh-sungguh.


"Kau! Jangan bicara sembarangan, k-kapan aku menjadi istrimu" ujar Olivia dengan tatapan tajam.


Reaksi Rendra yang tidak menyangka bahwa ia selama ini tidak pernah dianggap olehnya, ia juga berpikir jika selama ini rasa cintanya kepada Olivia sudah bertepuk sebelah tangan.


Apa ini yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan? batin Rendra.


"Ayah, kau harus percaya aku tidak pernah memiliki ikatan dengannya" Olivia yang bersungguh-sungguh.


"Aku percaya padamu, untukmu jangan pernah mengaku jika kalian adalah sepasang kekasih karena aku sudah menyiapkan jodoh untuknya" jelasnya dengan penuh penekanan.


"Ingat itu! Jangan dekati adikku lagi, mengerti!?" ucap Kenzo sambil menekan tubuh Rendra dengan kaki kanannya.


"Ya" singkat jelas dan padat.


Mereka bertiga menarik lengan Olivia dan pergi meninggalkan Rendra yang masih terkapar dengan nafas yang terengah-engah.


**********


Asrama Kediaman Saga.


Dengan wajah mereka yang saling menatap dan tatapan mata yang begitu serius, Vernon akhirnya menghela nafasnya sebelum berbicara.


"White.. ayah ingin mengatakan sesuatu" ujar Vernon yang siap memberitahu semuanya.


"Apa ayah? Bicaralah" jawab Olivia.


"Berjanji dulu padaku" pinta sang ayah.


"Baiklah" Olivia yang menanti ayahnya berbicara.


Vernon agak ragu untuk mengatakan kebenaran yang belum Olivia tahu tentang ibunya, ia takut jika nanti mengetahui hal itu Olivia menjadi benci pada ayahnya sendiri dan K2.


"Tentang ibumu.. dia sebenarnya bukan meninggal dunia sehabis melahirkanmu, tapi ada orang yang dengan tega membunuhnya" jelasnya.


"Lanjutkan.. aku ingin dengar semuanya" ucap Olivia.


"Yang membunuhnya adalah.. Calista tepatnya.. ibunya Rendra" ujar Vernon ragu.


Kebenaran yang ia tahu akhirnya Olivia tahu semuanya, bagaimana cara ibunya mengorbankan nyawa demi menyelamatkan putrinya dari keluarga Xendrick.


"Jadi ini.. alasan kenapa kalian menjauhiku dari Rendra?" tanya Olivia matanya sudah dipenuhi air mata.


"Benar, agar kau tidak menyesal nantinya" jawab ayahnya.


"Kenapa baru sekarang? KENAPA BARU SEKARANG?! Harusnya kalian beritahu aku sejak awal" nada kecewa Olivia terdengar.


Pipi Olivia mulai basah akibat air mata yang keluar dari matanya, ia merasa sedikit kecewa karena hanya dialah yang tidak tahu rahasia ini.


"Kami sudah memperingatimu untuk menjauh dari Rendra, asal kau tahu pengorbanan ibumu lebih besar, ibumu lebih memilih mati daripada harus menyerahkanmu" jelas Kelvin kini membuatnya sadar.


Perasaannya kini bercampur aduk apalagi mengetahui kebenaran yang Olivia tidak tahu selama ratusan tahun, membuatnya semakin muak dengan Rendra, sekarang ia tahu pengorbanan sang ibu lebih besar dibandingkan dengan pengorbanan pria yang tidak berperasaan.


Tanpa pamit Olivia pergi meninggalkan asrama, K2 yang ingin menyusulnya tapi sayangnya Vernon menghentikan kedua putranya.


"Sen!" K2 yang memanggil.


"Biarkan dia menenangkan diri, kalian cukup awasi dia" ujar Vernon.


"Kami mengerti ayah" K2 dengan cepat segera pergi menyusul adiknya.

__ADS_1


********


Di Tempat Lain.


K2 yang pada saat itu sedang mencari Olivia yang pergi tanpa pamit entah kemana, namun ketika melihat seorang gadis yang ingin tertabrak mobil dengan tergesa-gesa Kelvin menolong gadis itu.


"Hati-hati!" teriaknya lalu menghampiri si gadis dengan cepat.


Manahan mobil dengan satu tangannya hingga mobil itu retak, dan tangan satunya menangkap pinggang si gadis agar tidak terjatuh.


"Kau tidak apa-apa?" tanyanya sedikit panik.


Gawat kenapa bisa jadi begini? batin Kelvin.


Gadis itu malah menatap Kelvin tanpa berkedip, Kelvin yang merasa familiar dengan sosok gadis yang di tolongnya membuatnya kehilangan fokus untuk merasakan situasi saat ini.


Seorang lelaki berparuh baya datang menghampiri Kelvin yang menahan mobilnya barusan, saat melihat mobil mahalnya retak lelaki itu langsung ketakutan ketika melirik wajah pucat Kelvin.


"S-segera menyingkir dari mobilku, tidak perlu ganti rugi" ujar Lelaki itu yang langsung masuk ke mobilnya.


Kelvin yang langsung tersadar dan melepaskan tangannya dari pinggang si gadis lalu menyingkir dari jalan raya.


"Anu.. terimakasih" ucap gadis itu.


"Kau Angel kan? Temannya White kan?" tanya Kelvin untuk memastikan.


"White?" bingungnya.


"Ah maksudku Olivia White, kau kenal kan?" sekali lagi ia bertanya.


"Oh dia, kenal kok kau ini.." sambil menunjuk.


"Kakaknya" jawab Kelvin yang sedikit dingin.


"Kalau begitu aku permisi" ucapnya sambil melambaikan tangan.


"Kenapa aku mengikutinya, bodoh!" makinya pada diri sendiri.


"Kau ceroboh sekali, bagaimana jika manusia itu curiga?" ujar Kenzo.


"Tenang saja, lagipula sepertinya dia tidak curiga sama sekali" santainya.


"Ya tapi kau harus hati-hati gunung es!" Kenzo yang meledek.


"Sudahlah ayo kita mencari Sen" ucapnya lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu.


*********


Hutan.


Hutan adalah tempat favoritnya untuk menenangkan diri daripada tempat lain, dihutan ia bisa teriak sepuasnya tanpa ada orang yang melihatnya.


Mengingat bagaimana Rendra membawanya ke kediaman Xendrick sampai menentang ibunya sendiri, mereka juga bermain wahana ditaman hiburan dan membeli baju kembar, dan pengakuan perasaan Rendra terhadapnya mungkin hanya akan menjadi sia-sia.


"Aarrgghh.. Ibu.. Rendra kau harus membayar semuanya ibumu mengambil ibuku! hiks.. hiks.." kesal Olivia sambil menangis terisak-isak.


"Kau bilang, kau mencintaiku kan? Tapi aku membncimu" lanjutnya.


--BUGH BUGH BUGH--


Olivia memukuli pohon dengan tangannya sendiri sampai amarahnya meredam, namun sayangnya itu tidak membuatnya tenang, tiba-tiba pandangannya buram akibat ia terlalu emosional namun tubuhnya ambruk karena tidak tahan dengan rasa sakit di kepalanya.


Segerombolan serigala mulai berdatangan dan mulai mengerumuni Olivia yang terkapar bersimbah darah di tangannya.

__ADS_1


"Putri terluka, lindungi putri dari vampir yang akan datang" ujar Ansel si pangeran serigala.


"Baik pangeran" jawab segerombolan serigala itu.


Dan benar saja para vampir lain bisa mencium aroma darah di tangannya darah Olivia bagaikan magnet yang menarik mereka untuk memangsanya.


"Gadis suci.. beraninya kalian bangsa serigala merebut gadis suci itu dariku" ucap salah satu dari beberapa vampir itu.


"Jangan berani kalian sentuh putri, pergi jika kalian tidak ingin mati" jawab Ansel yang masih berwujud serigala.


"Diam! Ayo habisi para serigala ini" ucapnya.


Ansel maju dan menyerang kepala mereka lalu memutuskannya dengan cara menggerogotinya, yang lain sedang fokus bertarung namun salah satu vampir itu berhasil menculik Olivia kemudian dibawanya ke sesuatu tempat.


Sudah merasa aman dari para serigala itu vampir berjubah yang memakai jubah hitam itu akhirnya membukanya dan terlihatlah siapa yang menculik Olivia.


"Lama tidak bertemu.. sayangku.." ujar Leon dengan tidak sabaran memegang lengan Olivia.


Sesuai instruksi dari Angel tanpa basa-basi lagi Leon menjalankan aksinya untuk menjadikan gadisnya sebagai pelayan darahnya, berhasil menancapkan taringnya dilengan Olivia.


Olivia yang merasakan sakit pada lengannya sontak membuatnya bangkit dari pingsannya dan berteriak kesakitan.


"Aarrghh! L-leon? Kau..." ujar Olivia yang kesakitan menahan sakit akibat gigitannya.


"Kenapa? Menderita ya? Baiklah aku akan menolongmu.. rileks saja" Leon tersenyum dengan memperlihatkan taringnya.


Kebetulan di belakangnya ada batu yang lumayan besar Olivia segera mengambilnya dan memukulnya dengan batu itu. Namun sayangnya kakinya berhasil tertangkap oleh tangan Leon, ia mencoba melepaskannya tapi tenaganya terlalu kuat.


"Lihat itu? Dibawah jurang, hahaha! jika kau ingin aku mati maka... matilah bersamaku" ucapnya lalu menghempaskan tubuh Olivia ke jurang.


Tubuh Olivia terguling-guling jatuh ke jurang sehingga membuat kepalanya terbentur ke batu yang cukup besar, tidak bertanggung jawab sama sekali dan pergi begitu saja.


Disaat Yang Bersamaan.


Semua vampir yang menyerang bangsa serigala terbantai oleh pasukan serigala yang dibawa Noah dan seketika sadar jika Olivia sudah tidak ada di tempat.


"Kemana putri? Vampir! Dia dibawa pergi oleh vampir lain disaat kita lengah, darah suci.. kita harus mencari putri secepatnya!" kemudian Ansel mencium aroma tubuh Olivia yang dibawa pergi.


Segerombolan serigala pun mulai menyebar keseluruh hutan untuk mencari Olivia yang hilang. Ansel melihat seseorang yang sangat tidak asing baginya dengan rasa paniknya akhirnya Ansel menghampiri untuk melihat gadis itu.


"Olivia! Sial! Keluarga Albert!! Aku tidak akan melepaskan kalian! Tenang saja kau aman sekarang" Ansel yang langsung memeluk tubuh gadis itu.


Sementara ini.. Biarkan aku merawatmu. Batin Ansel.


Ansel menggendong tubuh Olivia lalu membawanya ke tempat aman yang tidak bisa ditemukan oleh siapapun, wajah Olivia semakin pucat karena gigitan Leon yang mengandung racun.


Kastil Kecil Kediaman Ansel.


Dibawanya Olivia ke kediaman khusus agar tidak ada orang yang sembarangan menemukannya lalu membawanya pergi lagi, di sana juga hanya ada Ansel dan Olivia karena memang ini adalah kediaman khusus bukan kediaman utamanya.


Hati-hati Ansel membaringkan tubuhnya dan segera mengobati luka yang ada pada dahinya, melihat bekas gigitan dilengan Olivia membuat ia khawatir akan racun yang akan beraksi nanti.


"Maafkan aku harus melakukan ini, tapi ini demi racun di tubuhmu" ujarnya kemudian mengambil lengan Olivia.


Dengan terpaksa dirinya harus menggigit lengan Olivia untuk menghisap racun ditubuhnya, Olivia yang cepat beraksi dan bangkit dari tidurnya.


"Aarrgghh!.. kau.. serigala itu.." Olivia terkejut saat melihat wajah yang menyelamatkannya ternyata serigala berwujud manusia.


Dia.. mirip seperti seseorang, tapi siapa? Batin Olivia.


Untung saja Ansel sedang merubah wujudnya manusia setengah serigala, telinga yang begitu lancip dan setengah wajah berbulu hitam keabu-abuan.


Pandangan Olivia kini menjadi buram tubuhnya perlahan ambruk dengan sigap Ansel menangkap tubuhnya.

__ADS_1


"Tidurlah, penderitaanmu akan segera berakhir" ujarnya lengannya mulai mengelus rambut coklat Olivia.


Siapapun yang menyakitimu, maka akan berhadapan denganku. Batin Ansel.


__ADS_2