
"Berani sekali kalian! Menyentuh wanitaku"
Suara yang begitu familiar terdengar jelas ditelinga Olivia bahkan saat ia mendengar kata 'wanitaku' jantungnya terasa berdebar-debar dan membuatnya hampir tidak bisa mengendalikan perasaannya.
Ini terakhir kalinya Rendra muncul dihadapan wanitanya setelah ini dan tiga hari kedepannya ia akan fokus pada misinya yaitu menyiksa ibunya lalu membunuhnya.
"Ansel, bawa Olivia pergi dari sini" ujarnya sambil menatap mata Olivia.
"Ya" jawab Ansel.
Ansel pun mengikuti instruksi dari Rendra sedangkan ia sekarang berhadapan dengan pasukan vampir, mereka seperti diutus seseorang untuk melukai wanitanya.
"Kalian tahu kan akibatnya cari masalah denganku?" kemudian Rendra menjentikkan jarinya.
-Bugh-
--Bugh--
---BUGH---
Dengan menjentikkan jarinya Rendra mereka para vampir tewas seketika.
Seperti anak kecil yang sedang mengumpat Olivia memiringkan kepalanya untuk melihat bagaimana keadaan Rendra setelah melawan vampir tadi yang hampir membuatnya kehilangan jantungnya.
Rendra melihat kearah mereka sejenak matanya fokus pada wanita yang dicintainya ia bisa bernafas lega karena Olivia baik-baik saja, namun sayangnya ia harus kembali lagi ke kastil tapi sebelum pergi senyuman manisnya terpancar dari wajahnya.
Jaga dirimu baik baik. batin Rendra.
Setelah itu Rendra benar-benar pergi dari hadapan Ansel dan Olivia, ia merasa sedikit ada yang aneh dengan kata batinnya tadi, jaga dirimu baik-baik? Ia merasa akan di tinggal olehnya.
"Sudah yuk, kita kembali"
"Ayo"
Karena sudah malam akhirnya Ansel mengantarkan Olivia sampai ke asrama dengan selamat.
*********
Asrama Kediaman Sagara.
Sampai di asrama Olivia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar tadi jaga dirimu baik-baik? Ia yang berpikir terlalu jauh Rendra akan benar-benar menjauh darinya hatinya merasa teriris pisau ia pernah mengatakan bahwa membencinya namun disisi lain ia menyimpan sedikit perasaan untuk Rendra.
Kenapa hatiku sakit? Apa ini benar-benar yang dinamakan jatuh cinta? batin Olivia.
Yang tadinya tenang ketika jari-jemari tangannya sedang memainkan piano tiba-tiba ada sebuah perasaan kesal pada dirinya sendiri sehingga membuat nada piano yang ia mainkan jadi tidak beraturan.
--Plaanngg--
Karena terbawa emosi Olivia dengan kedua tangannya menggebrak piano yang sedang ia mainkan.
__ADS_1
"Hei hei! Kau kenapa? Marah? Siapa yang berani membuat adikku ini marah sampai begini?"
Melihat adiknya memainkan piano dengan sangat serius sampai terbawa emosi K2 segera menghampirinya.
"Apa kau sedang jatuh cinta? Benar?"
Jelas-jelas aku membencinya mana mungkin aku jatuh cinta padanya? batin Olivia.
Tidak ada jawaban dari Olivia melainkan hanya lamunan yang mereka lihat dari wajahnya.
"Kita tahu kok, kau sebenarnya punya perasaan dengan Rendra kan?"
Mendengar perkataan Kelvin ia langsung menatap kakaknya.
"Tidak, aku.. hanya.. bimbang"
Sudah tahu jelas bahwa Rendra adalah anak dari seorang pembunuh yang telah membunuh ibunya namun ia sama sekali tidak bisa membenci ataupun menjauhinya, yang harus ia benci sebenarnya adalah ibunya yaitu Calista.
Apa dia.. menjauhiku? Atau dia benci padaku? batin Olivia yang terus bertanya-tanya.
"Jangan melamun begitu, kau dengar tidak kemarin ada ayam tetangga sebelah mati karena kebanyakan melamun?" Kenzo yang berusaha menghibur adiknya.
"Tidak lucu"
"Haha, yang penting kau tidak boleh punya perasaan terhadap vampir klan timur atau bangsa serigala.. oh ya omong-omong tubuhmu bau serigala" Kelvin dengan cepat mengendus-endus aroma tubuh adiknya.
Jangan sampai mereka tahu, tapi sekarang aku harus bagaimana? Aha!. batin Olivia.
"Lalu kau mengapa mengiyakannya saja? Kau ingin aku mati ditangan Angel?"
Kelvin justru marah karena adiknya tidak menolak permintaan Angel untuk membunuh Kelvin dengan sangat kejam.
"Itu.. sebenarnya.."
Pembicaraan yang sebenarnya...
Kebetulan sekali Kenzo sedang mengawasi adiknya saat jam istirahat ia juga melihat Angel menghampiri adiknya dan memberikan sebotol minuman karena pada saat itu Olivia sedang kepedasan.
"Mereka berdua gila! hhuuhh.. tidak tahu bagaimana cara menghadapi mereka.. hhhuuhh nanti" ujar Olivia yang sedang kepedasan.
Seseorang menyodorkan minuman pada Olivia, setelah ia mendongakkan kepalanya ternyata Angel yang memberikannya minuman.
"Kau pasti kepedasan kan? Ambil" ucap Angel segera duduk didepannya.
"Terimakasih" jawab Olivia.
Saat Olivia meminumnya ia sadar bahwa minuman yang diberikan Angel bukan air putih melainkan darah.
Kenzo sudah bisa menebak apa isi dalam botol yang diberikan oleh Angel ternyata ia sengaja untuk membongkar identitas adiknya.
__ADS_1
"Kau memberikan aku darah? Kau--" terpotong.
"Apa dia benar-benar tahu? Tentang keluargaku?"
Kesal karena Olivia terus diintimidasi Kenzo berinisiatif untuk menghampirinya namun Olivia menggelengkan kepalanya.
"Aku tahu kau tidak bisa makan makanan manusia tanpa darah" Angel meninggikan suaranya.
Hampir saja semua murid di kantin mendengarnya, jika mereka tahu Olivia bukanlah manusia ia bisa dibakar hidup-hidup oleh murid-murid lainnya.
Tidak bisa berbuat apapun selain melindungi adiknya dari kejauhan.
"Kau tahu identitasku?" jawab Olivia dengan pelan matanya melirik kakaknya yang sedang mengawasinya.
"Bukan hanya sekedar tahu, tapi.. aku tahu kau sebenarnya putri dari raja vampir" ucap Angel dengan senyuman tipisnya.
Mendengar itu Kenzo langsung memukul tembok dengan tangan kosongnya, ia kesal karena bukan hanya K2 atau Rendra rupanya vampir disini tapi Angel juga.
"Apa maumu? Jangan sampai kau membuat aku dan kakak kakakku terancam disini!" kesal Olivia.
"Baiklah, aku minta.. kau bunuh Kelvin dengan sangat kejam sama seperti dia membunuh Leon! jika kau tidak membunuhnya aku akan pastikan satu sekolah akan tahu identitasmu yang sebenarnya" ancamnya.
Olivia berpikir sejenak sambil menatap kakaknya itu lalu tanpa berlama-lama ia sudah bisa melihat jawaban dari Kenzo adalah anggukkan kepalanya, ia juga punya rencana sendiri untuk menghabisi orang yang telah mengetahui identitas keluarga Sagara.
"Aku mengerti, tapi kau jangan berani membocorkan indentitasku dan kakak kakakku, kalau tidak kau yang akan mati"
Kenzo hanya mengacungkan jempolnya dari kejauhan memberikan isyarat bahwa tindakannya sudah benar.
"Deal!" keduanya saling berjabat tangan.
Off.
Untung saja Kelvin ingin mendengarkan penjelasan dari adiknya itu kalau tidak mungkin ia habis jadi makanan Zoey.
Dari sini ia tahu bahwa Angel sangat dendam sekali kepadanya karena hari itu Kelvin membunuh saudaranya dengan sadis, ia juga tahu jika adiknya tidak membunuh kakaknya maka indentitasnya sebagai putri dari raja vampir akan terbongkar.
"Aku ada sebuah rencana, kalian lihatlah besok"
Sebagai kakak tertua Kenzo harusnya tahu apa yang harus ia lakukan, melindungi adik dan saudaranya dari bangsa vampir atau serigala bahkan manusia.
Kenzo juga tidak tahu apakah rencananya akan berhasil atau tidak namun tidak ada salahnya mencoba.
**********
Dikelas Sejarah.
Pagi harinya saat tiba dikelas Olivia melihat kursi milik Rendra diduduki oleh seseorang, pikirannya terganggu lagi oleh ketidakhadiran pria yang selalu duduk disana dan memperhatikannya.
Dia kemana? Apa benar dia sudah tidak sekolah disini lagi dan kembali ke dunianya? batin Olivia.
__ADS_1
"Apa kau mencarinya?"