Suami Vampirku

Suami Vampirku
Di Hapus


__ADS_3

Di Bus.


Kau kah itu? Mengapa aku bisa mendengar suara isi hatimu. batin Olivia.


Amor datang sebelum bus berangkat dan memberi tahu bahwa memang benar Rendra lah yang mengutus para vampir itu untuk mengepung Olivia.


"Putri, ternyata benar mereka diutus oleh pangeran vampir" bisik Amor dengan hati-hati.


"Apa?" Olivia terkejut saat kepala pelayan Amor memberi tahunya.


Tatapan Olivia kini menatap Rendra dengan tatapan kebencian, marah bercampur aduk. Tanpa pamit Olivia meninggalkan bus yang akan bersiap berangkat ke kota A.


Ternyata kau yang mengutus mereka? Rendra! Kupikir kau benar-benar sudah bisa merubah perilakumu ternyata kau tetap sama, iblis tak berperasaan. batin Olivia.


"Putri!" panggil Amor ingin mencegah majikannya pergi.


"White! Ayo kejar dia" ajak Kenzo.


"Baik" ucap Kelvin lalu mereka pergi mengejar adiknya.


*********


Hutan.


Entah mau kemana Olivia pergi dirinya terus berlari tanpa melihat ke belakang, berat baginya menerima bukti dari perkataan Amor tapi jika dipikir-pikir lagi menurutnya sangat masuk akal mengapa Rendra melakukan hal itu.


Olivia berhenti berlari kemudian dirinya mencoba melepaskan kalung pemberian Rendra dengan sekuat tenaganya, sayang sekali kalung itu tidak bisa dilepa dengan mudah.


"Kenapa aku harus percaya dengan dia? Jelas-jelas dia hanya ingin membuatku empati! Dan kalung ini.. harusnya bisa dilepas kan?" Olivia mencoba menarik kalung yang melingkari lehernya.


Kecewa karena kalung itu tidak bisa terlepas dari lehernya, Olivia mencobanya sekali kali dengan menggunakan batu disekitarnya.


"...Argh! Kenapa tidak bisa dilepas!? Batu! Siapa tahu dengan begini kalung ini bisa hancur" lanjutnya lalu mengambil batu untuk menghancurkan kalung takdir yang sudah terikat dengannya.


Tetap kalung itu tidak mau terlepas juga dari lehernya, Olivia berteriak kesal karena usahanya sia-sia.


"Aarrggh!" teriaknya dengan kesal.


Apa sih yang membuat kalung ini begitu istimewa? Kenapa sangat kuat sekali. batinnya yang menyerah.


K2 akhirnya menemukan keberadaan Olivia, dari kejauhan mereka memantau adiknya karena mereka tahu, Olivia paling tidak suka saat dirinya sedang marah atau sedih dan seseorang menggangu ketenangannya.


"Apa yang dia lakukan?" tanya Kenzo.


"Aku juga tidak tahu, biarkan kita pantau dia dari sini" jawab Kelvin yang mengamati area sekitar.


"Benar juga, kakak yang waktu itu siapa dia? Kenapa sangat tidak asing?" ujar Olivia yang kebingungan.


Disaat-saat Olivia sedang kebingungan muncullah serigala yang menolongnya ketika dirinya sedang dikepung oleh para vampir.


"Salam yang mulia putri, apa yang kau lakukan dihutan ini?" ucap serigala itu dengan hormat.


"Aku sedang mencoba melepaskan kalung ini, tapi tetap saja tidak bisa, kau yang menyelamatkan aku hari itu kan?" wajah Olivia berubah menjadi ceria seperti sediakala.


"Betul putri, kau sebaiknya kembali hutan ini sangat berbahaya" ujarnya.


Olivia memberanikan dirinya dengan mengulurkan tangannya untuk mengusap bulu-bulu serigala itu.


"Halus sekali, Apakah kau mau jadi teman curhatku?" tanya Olivia.


Kelvin yang ingin menyingkirkan serigala itu dari adiknya namun Kenzo menghentikannya, karena jika dilihat-lihat serigala itu juga tidak terlalu berbahaya.


"Tahan! Dia sepertinya tidak berbahaya, bahkan dia benar-benar hormat kepada White" ucap kenzo yang menghentikannya.


"Apa benar dia tidak begitu berbahaya?" Kelvin masih tidak percaya.


"Lihatlah dulu sebelum bertindak" sarannya.


Serigala itu menggosokkan kepalanya pada tangan Olivia, seperti memberi isyarat bahwa serigala itu setuju.


"Sepertinya kau juga setuju" ujar Olivia yang sangat senang.


Di antarnya ia sampai keluar hutan dengan serigala yang baru saja menjadi teman curhatnya, Olivia melambaikan tangan kepada serigala itu sambil tersenyum lalu kembali ke bus.


Serigala itu menatap Olivia yang menjauh dari area hutan dengan tatapan matanya yang berkilauan berwarna emas.


*******


Di Bus.


Kedua kakaknya terus memperhatikan Olivia yang tersenyum-senyum sendiri, berbeda dengan ekspresinya saat pertama kali naik ke bus.


"Apa dia masih adikku?" tanya Kenzo dengan heran melihat adiknya.


"Enak aja adikmu, adiku juga!" kesal Kelvin dengan perkataannya.


Jelas sekali dirinya sangat bahagia karena baru saja mendapatkan teman baru walaupun temannya adalah seekor serigala, Olivia melirik ke belakang sebentar lalu segera mengalihkan kembali pandangannya.


Apa yang membuatmu tersenyum?


Kecemasan terus saja terasa dibenak Olivia karena terus mendengar isi hati Rendra.


Kau sungguh ingin menjauh dariku? Kenapa begitu? Aku sudah sekian lama menantimu tapi.. mengapa hal ini bisa terjadi.


Olivia menghentakkan kakinya lalu menghampiri Rendra untuk memperingatinya agar berhenti berbicara.


"Bisakah kau berhenti berbicara, telingaku sangat terganggu" ujar Olivia dengan tatapan dingin.


"Tunggu! Apa kau bilang?" Rendra segera menarik lengan gadis yang ada didepannya tapi sayang Olivia menepis tangannya.

__ADS_1


"Tolong jaga sikapmu!" jawabnya lalu kembali ke tempat duduknya.


Rendra tidak menyangka jika sikapnya akan sedingin ini padanya, bahkan dirinya tidak merasa melakukan kesalahan apapun terhadap Olivia. Mungkin hal itu bisa ia tanyakan saat sampai di kota nanti.


********


High School College.


Pukul 20.00 mereka kembali dengan selamat sampai ke sekolah seluruh murid pulang ke asrama masing-masing begitu juga dengan Olivia yang harus pulang ke asrama, namun begitu ingin pulang seseorang memanggil namanya.


"Olivia!" panggil Rendra.


"Huh?" sahutnya yang masih bersikap dingin.


"Kenapa kau.. begitu dingin padaku?" tanyanya.


"Karena, aku membencimu! Sangat membencimu!" jawab Olivia dengan nada tinggi.


Ingin mengatakan sesuatu tapi sayang sekali Vernon datang untuk mengantar putrinya ke asrama.


"White, kenapa kau disini? Ayo ayah antar sampai asrama" ucap Vernon yang tiba-tiba datang.


"Okay ayah" jawab Olivia.


Nampaknya sekarang dan seterusnya hubungan diantara Rendra dan Olivia akan sangat rumit, apalagi Vernon yang tinggal di sisinya, akan lebih baik dirinya mencari tahu inti dari semua permasalahan nya.


"Richard!" panggilnya.


"Ada apa?" jawab Richard.


"Temani aku kembali ke kastil" ujarnya lalu melemparkan tasnya di depan gerbang.


"Tidak masalah, tapi ada apa? Tiba-tiba sekali" kini Richard mulai penasaran.


"Hubunganku dan Olivia semakin banyak masalah, sikapnya pun berubah tanpa alasan" bingungnya sambil berpikir.


"Sepertinya aku tahu apa yang membuat Olivia bersikap begitu, dan ayahnya yang sangat membencimu, aku tahu semua itu" jelas Richard.


"Sampai di kastil nanti ceritakan padaku semua yang kau tahu" perintahnya.


"Baiklah" jawab Richard.


***********


Asrama.


Vernon membawa putrinya ke asramanya yang baru di sana juga Olivia tidak sendirian dirinya ditemani oleh K2 agar ada seseorang yang melindunginya dari bahaya apapun. Vernon menyiapkan ini sebelum dirinya menjadi pemilik sekolah high school college.


"Ayah ini bukan asramaku" ujar Olivia yang kebingungan.


"Ini memang bukan asramamu tapi, ini adalah asramamu yang baru" jawab Vernon.


"Ini terlalu besar ayah bahkan sudah seperti kastil, aku tidak yakin bisa mengurus asrama ini sendirian" ucap Olivia dengan tidak yakin.


"Benarkah? Hehe, aku bisa mengerjai mereka dengan begini" ujar Olivia dengan jahil.


Vernon menyuruh putrinya masuk ke asrama karena dirinya masih harus kembali ke rumah Olivia yang hampir beberapa bulan tidak dikunjungi.


********


Kastil Kediaman Xendrick.


Sudah lama tidak kembali ke kastil apalagi melihat ibunya sama sekali tidak, karena di pikirannya hanya ada Olivia saat pertama kali mereka bertemu, Rendra sudah memutuskan untuk memprioritaskan wanita yang di kejarnya sampai saat ini pun Rendra belum menyerah.


Begitu masuk para pelayan menyambut Rendra dan Richard dengan hormat, tak lama sang ibu langsung menyadari bahwa putranya sudah kembali ke kastil, mereka segera membungkuk hormat untuk memberi salam kepada ibunda.


"Salam ibunda ratu" ucap keduanya.


"Apa kau sudah kembali? Dan memutuskan hubungan dengan gadis itu?" ujar Calista.


"Belum ibunda" jawabnya dengan tenang.


"Bagus, dekati dia buat gadis itu jatuh cinta padamu setelah itu.. ambil jantungnya untuk menghidupkan ayahmu" Calista yang langsung pada intinya.


"Heh, ibu ingin aku memanfaatkan gadis itu untuk menyembuhkan ayah? Tidak ibu, yang sudah tiada tidak bisa dibangkitkan kembali" ucapan Rendra membuat Calista sedikit kesal.


"Benar apa yang dikatakan Rendra, yang sudah tiada tidak bisa dibangkitkan kembali" seru Richard.


"Tidak apa jika kau tidak mau melakukannya, tapi aku sudah utus seseorang untuk mendekati gadis itu" ujar Calista dengan tersenyum puas.


"Apa ibu juga yang mengutus para vampir itu untuk mengepung Olivia?" tanyanya.


"Ya" jawab Calista santai.


Rendra mengeluarkan kuku-kukunya yang tajam dan segera ingin mencakar wajah Calista, namun Rendra sadar dia adalah ibunya.


"Berani kau begini denganku? hanya karena wanita pengacau itu?" ingin rasanya marah namun Rendra menahan emosinya.


"Aku malas berdebat dengan ibu, Richard ayo ikuti aku" ajaknya.


"Okay" jawab Richard.


***********


Asrama Olivia White.


K2 dan Olivia sedang sama sama sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, Kenzo dan Kelvin yang fokus pada bukunya, sedangkan Olivia yang begitu fokus pada tabletnya.


"White, tadi di bus kau kenapa? seperti.. terganggu dengan Rendra" ujar Kenzo.

__ADS_1


"Kak.. Kenzo s-salah lihat kali" gugup Olivia.


"Apa jangan-jangan, kau.. sudah mulai jatuh cinta dengan lelaki itu?" tanya Kelvin membuat Olivia berpikir.


Jatuh cinta? Mungkinkah? batin Olivia.


"Haha, tidak kok kakak kakak jangan berburuk sangka begitu" ucap Olivia sambil cengengesan.


"Awas saja jatuh cinta dengan dia, apalagi dengan manusia, tidak boleh" jawab Kelvin.


"Aku kan manusia tahu" wajah Olivia kini memelas.


"Jangan bercanda, kau adalah bagian dari kami okay?" celetuk Kenzo.


"Baiklah terserah" ujar Olivia.


Alih-alih menanyakan wajah sang ibu, namun K2 menceritakan bagaimana ibunya di masa lampau.


"Kak K2, menurut kalian wajah ibuku bagaimana? Dan bagaimana sikap ibuku dulu pada kalian?" Olivia bertanya kepada kedua kakaknya.


Mereka berdua langsung menoleh kearah Olivia.


"Ibumu ya..? Dia.. lumayan baik, tidak sepertimu" ledek Kelvin.


"Kak, aku serius lho" kesal Olivia.


"Baiklah, akan aku ceritakan kepadamu.. tapi singkat saja okay?" ujar Kelvin.


"Tidak masalah" jawab Olivia.


Di Kehidupan Yang Sebelumnya....


Vernon memiliki dua istri dan dua anak laki-laki, sayang sekali istri pertamanya sangat tidak menginginkan kedua anak itu alasannya karena mereka bukan penerus tahta kerajaan di keluarga Saga, Sonya White istri kedua Vernon melahirkan seorang anak perempuan yang sudah jelas penerus tahta kerajaan.


Merasa kedua anak laki-laki itu tidak berguna dan tidak menguntungkannya, Lyn si ibu dari kedua anak itu berniat membunuhnya daripada harus repot-repot mengurus mereka.


"Dasar anak-anak tidak berguna! Kalian sama sekali tidak beruntung" bentak Lyn kepada kedua putranya.


"Maafkan kami ibu" keduanya meminta maaf.


"Maaf? Heh, rebut tahta kerajaan dari gadis kecil yang baru lahir itu, barulah aku akan memaafkan kalian" jelas Lyn.


"Tapi ibu.. aku dan Kelvin tidak menginginkan tahta itu, aku hanya ingin menjaga adik dan tidak akan mengkhianatinya" ujar Kenzo yang masih remaja pada saat itu.


"Baiklah, kalian tidak mau maka aku akan membunuhmu, daripada aku harus mengurus sampah seperti kalian!" Lyn yang mengacungkan pisau ke wajah K2.


--KLAANNG--


Sonya yang sedang menggendong bayinya pada saat itu juga, langsung menghentikan niat Lyn yang ingin membunuh kedua anaknya dengan pisau ditangannya.


"Manusia apa yang kau lakukan!?" tanya Lyn.


"Kalau kau tidak ingin merawat mereka jangan bunuh mereka, biar gimanapun mereka adalah anakmu!" jelas Sonya.


"Hmph! Uruslah dua anak yang tidak ada gunanya ini" ucap Lyn yang langsung pergi tanpa pamit.


Dengan panik Sonya langsung memeriksa kedua anak itu, tapi untunglah mereka tidak terluka.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Sonya.


"Kami baik-baik saja, ibunda.. terimakasih" jawab Kelvin dengan nada mengemaskan.


"Tidak perlu berterimakasih kalian berdua adalah anak Vernon, yang artinya kalian adalah anakku juga" seketika mereka merasa senang.


"Ibu boleh kah kami menjaga adik kecil?" tanya Kenzo.


"Tentu saja, ketika aku sudah tiada kalian harus benar-benar menyayangi adikmu ya" jawab Sherina dengan lembut.


"Kami K2 dan kami berjanji ibunda.." ucap keduanya.


Dari situlah mereka sama-sama melindungi Olivia White dari awal sampai akhir K2 sudah berjanji kepada ibunda ratu tidak akan meninggalkan adik kecilnya, Kenzo dan Kelvin juga sangat berterimakasih karena Sonya telah menerima mereka sebagai anaknya walaupun tidak ada hubungan darah sama sekali.


Lyn tewas ditangan K2 saat mereka sudah beranjak dewasa, K2 membunuh Lyn lebih kejam lagi daripada ibu mereka yang dulu pernah membunuhnya hanya menggunakan pisau dapur, mereka menggunakan samurai untuk membunuhnya dengan cara memotong kedua kaki, tangan dan kepala.


*********


Asrama Olivia White.


Tidak terasa pukul sudah menunjukkan 23.00, karena mendengar cerita dari kakaknya Olivia sampai tertidur pulas di sofa, melihat Olivia yang begitu ingin tahu tentang ibunya membuat K2 semakin tidak tega untuk menceritakan yang sebenarnya.


"Kau pindahkan White, ke kamarnya" ujar Kenzo.


"Aku tahu" jawabnya langsung mengangkat tubuh adiknya yang tertidur pulas.


"Dengar, jangan biarkan Olivia tahu kalau Viona adalah Reinkarnasi ibunya, jika nanti waktunya sudah tepat ceritakan yang sebenarnya kepadanya" jelas Kenzo.


"Baiklah, aku mengerti" Kelvin yang pergi membawa Olivia ke kamarnya.


Kamar Olivia.


Dengan hati-hati Kelvin membaringkan tubuh Olivia lalu menyelimutinya sampai menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala.


"Selamat malam adik kecilku" ucapnya sambil mengusap wajah Olivia yang tertidur setelah itu pergi menjauh dari kamarnya.


Jendela yang terbuka dan menampakkan bayangan yang begitu menyeramkan seperti serigala melangkah menghampiri ranjang Olivia, semakin mendekati ranjangnya semakin terlihat pula bayangan serigala itu.


Serigala itu duduk disebelah Olivia yang sedang tertidur pulas, dengan wujudnya seperti manusia dia mencoba melihat kalung takdir yang ada pada lehernya.


"Dia benar-benar ya, aku akan membantumu melepaskan kalung ini" ucap orang itu yang tangannya mulai membelai lembut rambut Olivia.

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi serigala yang berwujud manusia itu mendekatkan wajahnya ke wajah Olivia dan mulai menempelkan bibirnya ke bibir Olivia.


Benar saja kalung takdir itu terlepas, namun jika nanti Olivia membuangnya percuma kalung itu akan kembali ke tangannya, sekarang Olivia terikat kontrak pernikahan dengan serigala itu. Waktu yang akan menjawab siapa diantara keduanya yang akan menjadi takdirnya.


__ADS_2